E Quotes
Browse famous quotes beginning with E. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.
“Elegance is the balance between PROPORTION, EMOTION & SURPRISE.”
“Elegance is the only beauty that never fades.”
“Elegance is the perfect disguise for our violent nature—a mask so convincing that we often fool ourselves the moment we don it.”
Source: Only the Deplorable
“Elegance is timeless. It withstands trend; It withstands the commercialization of what fashion and style have become.”
“Elegance is usually confused with superficiality, fashion, lack of depth. This is a serious mistake: human beings need to have elegance in their actions and in their posture because this word is synonymous with good taste, amiability, equilibrium and harmony.”
“Elegance is very dangerous. It's like TNT.
A little goes a long way.”
“Elegance is when the inside is as beautiful as the outside.”
“Elegance isn't solely defined by what you wear. It's how you carry yourself, how you speak, what you read.”
“Elegance means appreciating things as they are. There is a sense of delight and of fearlessness. You are not fearful of dark corners.”
Source: The Collected Works of Chogyam Trungpa: Volume Four: Journey without Goal; The Lion's Roar; The Dawn of Tantra; An Interview with Cho gyam Trungpa
“Elegance means being beautiful both on the inside and out.”
“Elegance must be the right combination of distinction, naturalness, care and simplicity. Outside this, believe me, there is no elegance. Only pretension.”
“Elegance of being is effortless. It is born, not cultivated, and as impossible to disguise as it is to imitate. (Queen Glyneth)”
Source: Path of the Spirit Runner
“Elegance of language may not be in the power of all of us; but simplicity and straight forwardness are. Write much as you would speak; speak as you think. If with your inferior, speak no coarser than usual; if with your superiors, no finer.”
“Elegance of language must give way before simplicity in preaching sound doctrine.”
“Elegance of manner is the outgrowth of refined and exalted sense.”
“Elegance thrives on exclusion.”
“Elegance? It may seem odd to non-scientists, but there is an aesthetic in software as there is in every other area of intellectual endeavour. Truly great programmers are like great poets or great mathematicians - they can achieve in a few lines what lesser mortals can only approach in three volumes”
“Elegant and lucid . . . a pitch-perfect clarion call, issued not with preachy hubris but from a deep place of humility, for awakening to the greatest rewards of living . . . The Road to Character is an essential read in its entirety-Anne Lamott with a harder edge of moral philosophy, Seneca with a softer edge of spiritual sensitivity, E. F. Schumacher for perplexed moderns.”
“Elegant as simplicity, and warm As ecstasy.”
Source: The works ¬of William Cowper: Poems : with an essay on the genius and poetry of Cowper
“Elegant in its simplicity and practicality, Lee has distilled many powerful leadership strategies into the lessons many of us learned as children. They are no less relevant to our working lives. At its core, Creating Magic is a collection of stories that reminds us to demonstrate care and respect for every member of the team and to focus our efforts not our ourselves but on the people we lead.”
“Elegant is not what you wear, and it's not about how you wear it, but it's more about who you are.”
“Elegant persuasion is when the other person thought it was their idea.”
Source: Passion Profit Power
“Elegant presents soon followed. Leather luggage for Jesse's travels and a lovely mink-lined coat to keep her warm in the 'abominable British weather.' It is a country 'only a Druid could love,' Maharet wrote.”
Source: The Queen of the Damned
“Elegant revenge is great. The perfect revenge that lets people see who they actually are for a moment.”
“ELEGI TIGA BUNGA DALAM 6 KEMUNGKINAN
I. Triptych of the Burning Earth
1. Padma
Engkau bangkit dari air
seperti wajah pagi
yang baru dibasuh cahaya.
Di tubuhmu,
lumpur berbicara dalam bahasa diam,
dan aku mendengar suara
kulit buah merekah
di bawah kelopakmu.
2. Kemuning
Ada matahari kecil
yang patah di tengah daunmu.
Ia mengirim aroma samar
yang ingin menjadi musim panas,
namun hujan menahannya
dalam ambang yang gemetar.
Setiap kuningmu
seperti lantunan terakhir
dari gitar yang terlalu letih
untuk bernyanyi lagi.
3. Mawar
Kau adalah mulut bumi.
Kau berdarah dari telapak
yang lapar pada sentuhan.
Aku menunduk,
membaca dagingmu
seperti membaca sebuah puisi
yang dipahat angin.
Duri-durimu adalah alasan
mengapa cinta memilih manusia
untuk menangis.
II. Three Flowers as Gateways to the Soul
1. Padma
Di dasar air yang tak bernama,
ia menunggu kelahirannya sendiri
dalam bentuk doa paling sunyi.
Segala cahaya yang menyentuhnya
tidak datang dari dunia,
melainkan dari ruang terdalam tubuhnya
yang telah lama menahan sebuah jawaban.
2. Kemuning
Ia berdiri sebagai jeda
antara dua tarikan napas Tuhan.
Warna lembutnya adalah gema
dari sesuatu yang pernah sempurna,
namun memilih menua
agar dapat kembali ke tepi.
Setiap daun yang jatuh
mengajarkan cara pulang
tanpa melangkah.
3. Mawar
Lihatlah ia menutup dan membuka
seperti hati seorang malaikat
yang belajar menjadi manusia.
Dalam merahnya
ada suara yang tidak ingin diucapkan,
sebuah beban keindahan
yang hampir menjadi derita.
Duri-durinya
adalah pemisah halus
antara kasih
dan keterlucutan total.
III. The Thorned Trinity
1. Padma
Aku melihatmu bangkit
dari rawa yang dingin,
membawa diam
yang tak ingin disentuh siapa pun.
Air menelan bayanganmu,
tapi kau tetap mengembang,
seperti luka
yang memilih membesar.
2. Kemuning
Kuningmu adalah memar lama
yang tidak pernah sembuh.
Kau berdesis dalam cahaya
seakan ingin kembali menjadi benih,
menghapus sejarah kecilmu
yang terlalu rapuh untuk diselamatkan.
Ada ketakutan samar
di setiap hela nafasmu.
3. Mawar
Kau adalah pisau merah
yang menyamar sebagai bunga.
Kelopakmu gemetar
oleh ingatan yang tidak mau mati,
sementara duri-durimu
mengunyah udara
seperti gigi yang menahan amarah.
Aku mencium aromamu
dan merasakan besi.
Aku menyentuhmu
dan mendengar sesuatu
di dalam diriku retak.”
“ELEGI TIGA BUNGA DALAM 6 KEMUNGKINAN
IV. Triptych of the Flowery Dwarf
1. Padma
Di kolam itu, bulan merintih
seperti kuda putih yang kelelahan.
Dari lumpur, Padma bangkit—
mengenakan gaun malam
yang dijahit dari nafas nenek moyang
hantu air.
Ia membuka kelopaknya
dan terdengarlah suara gitar jauh
di perbukitan:
suara yang lahir dari luka
dan kembali menjadi luka.
2. Kemuning
Kemuning menari sendirian
di halaman senyap tanah Jawa.
Kuningnya bersinar
seperti cincin emas di jari
seorang janda muda
yang tak ingin menikah lagi.
Angin membawa kabar
bahwa setiap kelopak
pernah menjadi mata seorang anak
yang mencari ibunya
di hutan paling gelap.
3. Mawar
Mawar adalah gadis penari
yang menyembunyikan pisau kecil
di balik selendang merahnya.
Ia tersenyum pada fajar
tapi senyum itu terbakar
sebelum sempat jatuh ke tanah.
Di sekitar durinya,
kurcaci menari—
menebar dingin pada udara,
menghembus nyawa pada warna.
V. Three Flowers upon the Turning Gyre
1. Padma
Di permukaan air yang tua,
Padma berdiri sebagai pengingat
bahwa dunia pernah muda.
Ia membuka dirinya
seperti wahyu kecil
dari zaman yang nyaris terlupa,
zaman ketika roh dan manusia
masih bersalaman tanpa rasa takut.
2. Kemuning
Dalam kilau keemasannya,
ada masa depan yang belum tiba.
Ia melintas seperti burung kepodang
di antara dua lingkaran takdir,
seakan mengetahui
bahwa segala kecantikan
adalah nubuat berbahaya
yang menuntut korban.
3. Mawar
Mawar tumbuh
di jantung lingkar perputaran—
tempat para dewa lama
dan para pahlawan muda
saling menatap tanpa bicara.
Merahnya adalah sumbu
yang menyalakan usia-usia dunia;
duri-durinya adalah penjaga
yang tahu bahwa cinta
selalu menuntut kelahiran kedua.
VI. Three Flowers of Memory
1. Padma
Aku melihatmu, Padma,
di kolam yang tak berani
menyebut nama kekasihnya.
Kau tegak,
seperti perempuan yang menunggu
suami yang tak kembali dari perang.
Kelopakmu diam—
diam yang berat,
diam yang hanya dimengerti
oleh air yang pernah menangisi salju.
2. Kemuning
Engkau kecil dan lembut,
tapi menyimpan dingin
yang tak mampu dipatahkan matahari.
Kuningmu mengingatkanku
pada sepucuk surat
yang tak pernah terkirim,
namun tetap dibaca
oleh seseorang yang terus menunggu
di malam-malam panjang
pengasingan.
3. Mawar
Duri-durimu mengingatkan
pada kata-kata yang tak kuucapkan.
Merahmu seperti wajah seorang ibu
yang tak lagi menjerit
karena telah kehabisan suara.
Aku menyentuhmu,
dan kau bergetar—
seperti hati perempuan
yang tahu bahwa cinta
lebih kuat dari kematian,
namun selalu kalah
oleh sejarah.
Desember 2025”
“Elegia Saras
Saras,
aku menuliskan namamu dengan tangan yang gemetar,
seperti seseorang yang kembali dari jurang kematian,
membawa potongan malam di sela-sela jarinya.
Aku tak pernah benar-benar tahu
mengapa kau datang pada seorang yang telah kehilangan
seluruh nilai kemanusiaannya.
Aku hanya tahu:
ketika aku mulai berubah menjadi bayangan
yang tak lagi memiliki suhu,
kau duduk di sebelahku
dan memanggilku manusia.
Ada sesuatu yang patah di dadaku waktu itu—
sebuah retakan yang tak membuatku runtuh,
melainkan membuatku mendengar
detak terakhir jiwaku sendiri.
Aku harus mengaku:
aku telah membawa banyak hantu.
masa lalu yang menjadi luka cahaya. Ilusi yang menjadi obsesi tanpa tubuh.
Semua kekeliruan yang kubela seperti altar.
Semua kebodohan yang kupelihara seperti anak kandung.
Namun kau tidak pernah menutup pintu.
Tidak pernah mengusir ingatan yang menempel di kulitku
seperti abu.
Kau hanya berkata:
biarkan semua tinggal, tapi jangan biarkan mereka merusakmu lagi.
Saras, aku tidak pernah tahu ada manusia
yang bisa begitu lapang tanpa menjadi kosong,
yang bisa begitu baik tanpa menjadi kudus,
yang bisa begitu hadir
tanpa mengikat apa pun.
Kebaikanmu adalah semacam cahaya
yang tidak menghanguskan,
api panas lembut yang membuatku sadar
bahwa mungkin aku belum sepenuhnya hilang.
Di titik paling nadir,
ketika seluruh yang kuperjuangkan runtuh
seperti bangunan tua yang disenggol angin,
ketika tak ada yang tersisa dariku
selain ampas keinginan dan debu kegagalan,
aku berharap kau pergi.
Agar aku tak perlu menanggung rasa bersalah
karena masih ada seseorang yang menatapku
sebagai sesuatu yang layak untuk diperjuangkan.
Namun kau tidak pergi.
Kau diam
di sisiku
dengan ketenangan yang membuat jiwaku bergetar.
Dan untuk pertama kalinya
setelah bertahun-tahun aku mengutuki diri,
aku berhenti.
Hanya berhenti.
Tak lagi ingin memukul wajahku sendiri,
tak lagi ingin membenci suara di kepalaku.
Semuanya berhenti,
karena kau tidak pergi ketika aku hancur.
Saras,
elegi ini bukan permintaan maaf.
Bukan pula pujian.
Ini adalah tubuhku yang terakhir,
ditulis dari retakan dada yang akhirnya berani mengakui:
Aku bersyukur.
Bersyukur karena pernah memilikimu,
melewati ingatan pahit,
hasrat yang menyesatkan,
ambisi yang membuatku buta,
dan obsesi yang menelan kebahagiaanku sendiri.
Aku bersyukur
karena kau tidak pernah menuntut balas.
Tidak pernah meminta bahu yang setara.
Tidak pernah menghitung luka yang kau cium dari hidupku.
Kau hanya mencintai
dengan cara yang menakutkan bagiku—
karena terlalu jujur,
terlalu manusiawi,
terlalu nyata untuk seorang sepertiku
yang lama tinggal di ruang ilusi.
Kini aku menuliskan puisi ini
sebagai seorang yang akhirnya sadar:
tanpa kau, Saras,
aku mungkin telah hilang
di dalam kabut pikiranku sendiri.
Harapan terakhirku adalah kau tahu
bahwa dari semua nama yang pernah membuatku bergetar,
dari semua wajah yang pernah kucintai
dengan cara yang salah,
hanya kaulah
yang membuatku ingin tetap ada.
Bukan demi cinta.
Bukan demi masa depan.
Melainkan demi sesuatu yang lebih sederhana,
lebih jujur,
lebih manusiawi:
agar aku bisa menjadi manusia
yang tidak lagi menyakiti diri sendiri.
Saras,
elegi ini adalah bukti terakhir
bahwa di dalam gelap terdalamku
ada satu cahaya kecil
yang tidak pernah padam—
dan itu bukan aku.
Itu adalah
dirimu.
November 2025”
“Elegies are poems dedicated to the dead. The American hillbilly(assuming we can use that word for the white working class) isn't dead; she is just poor.”
Source: Appalachian Reckoning: A Region Responds to Hillbilly Elegy
“Elegimos aquellos que nos gusta, con los que amamos, no tenemos voz en el asunto.”
“Elegir es eso. Y uno tiene que elegir el bando que le ofrece mayores posibilidades, aunque la diferencia sea sólo de un miserable uno por ciento. Es como el ajedrez. Te dan un jaque mate, pero tú escapas. Y, mientras te estás escabullendo, es posible que tu adversario meta la pata. Por más poderoso que sea un contrincante, no puede descartarse la posibilidad de que cometa algún error.”
Source: Hard-Boiled Wonderland and the End of the World
“Elegir un amor de pingüinos significa encontrar un compañero que comparte el calor de un vínculo genuino; esa conexión vale más que mil proyectos e ilusiones desvanecidas.”
Source: MI VIDA ENTRE COMILLAS
“Elegir una edad concreta para pintarla significaba perder retales de su presencia, y eso convertiría su recuerdo en algo efímero.”
Source: Las lágrimas de Mona Lisa: Una novela histórica ambientada en el Renacimiento italiano, que aborda la violencia doméstica.
“Elegy on the Death of a Mad Dog And in that town a dog was found, As many dogs there be, Both mongrel, puppy, whelp, and hound, And curs of low degree.”
Source: The works ...
“Elegy to Black Panther"
Yibambe, Mfalme, yibambe on your crossing to the ancestral land
Where we imagine the Infinity Gauntlet sitting safely upon your taloned hand.
Rest in power, Mfalme, sleep peacefully, for your earthly battles are won;
The King of Wakanda forever, our most esteemed, Native son.”
Source: Black Lives, Lines, and Lyrics
“ELEGY, n. A composition in verse, in which, without employing any of the methods of humor, the writer aims to produce in the reader's mind the dampest kind of dejection.”
Source: Poems of Ambrose Bierce
“Element cleansing happens naturally when the body is connected with nature. When people are divorced from nature, particularly in high-rise buildings with climate-controlled artificial environments, they lose touch with their bodies. As a result, they become weak and prone to many illnesses and afflictions.”
Source: Geboor: Spiritual Fiction
“Element of surprise is really fun for me in comedy. I have to be surprised, and everything's been done.”
“Elemental Music is never just music. It's bound up with movement, dance and speech, and so it is a form of music in which one must participate, in which one is involved not as a listener bust as a co-performer.”
“Elementarne su nepogode doista obična pojava, no ljudi u njih teško vjeruju kad ih snađu. Svijet je doživio toliko kuga koliko ratova, a ipak kuge i ratovi zateknu ljude uvijek nepripravne.”
Source: The Plague
“Elementary and high school students will still be tested under the new law. There just won't be so much riding on the scores. Also the arts didn't disappear under the old law, No Child Left Behind. But, Christopher Woodside of the National Association for Music Education says with so much time spent testing math and reading, the arts suffered.”
“Elementary, my dear colonel,' she said. 'When every sensible explanation has been disproved, then whatever remains, however silly, must be the truth.”
Source: Starcross
“Elementary particles are terribly boring, which is one reason why we're so interested in them.”
Source: Elementary Particles and the Laws of Physics: The 1986 Dirac Memorial Lectures
“Elementary propositions consist of names.”
Source: Tractatus Logico-Philosophicus: German and English
“Elementary school children are very impressionable”
“Elementarze to wstęp do lektury książek. Książki są zagrożeniem dla cnoty. A cnota jest tym większa im większa jest niewiedza.”
Source: Un cappello pieno di ciliege
“Elements and birthdays have been intertwined for me since boyhood, when I learned about atomic numbers.”
Source: Gratitude
“Elements of experience, criticism, initiative, self-sacrifice, seeped down through the mass and created, invisibly to a superficial glance but no less decisively, an inner mechanic of the revolutionary movement as a conscious process”
Source: The History of the Russian Revolution By Leon Trotsky - Volume Two
“Elements of the Christian fundamentalist right are one of the strongest components of "support for Israel" - support in an odd sense, because they presumably want to see it destroyed in a cosmic battle at Armageddon, after which all the proper souls will ascend to heaven - or so I understand, again, not from close reading.”
“Elements of the heroic exist in almost every individual: it is only the felicitous development of them all in one that is rare.”
“Elements which are similar as regards their chemical properties have atomic weights which are either of nearly the same value (eg. Pt, Ir, Os) or which increase regularly (eg. K, Ru, Cs).”