Quotessence
Home / Quotes / I Quotes

I Quotes

Browse famous quotes beginning with I. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.

All I Quotes

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Telah meninggal dunia ibu, oma, nenek kami tercinta.... Requiescat in pace et in amore, Telah dipanggil ke rumah Bapa di surga, anak, cucu kami terkasih.... Dalam sehari, Bunda menerima dua kabar (duka cita / suka cita) sekaligus. Apakah kesedihan serupa cucuran air hujan yang jatuh dan mengusik keheningan kolam? Apakah kebahagiaan seperti sebuah syair yang mesti dipertanyakan mengapa ia digubah? Bagaimana kita mesti menjawab pertanyaan tentang kematian orang orang terdekat? Mengapa mereka pergi? Kemana mereka akan pergi? Memento mori, serupa nyala api dan ngengat yang terbakar. Seperti juga lilin yang padam, bunga yang layu, ranting yang kering, pohon yang meranggas. Mereka hanyalah sebuah pertanda, bahwa semua yang hidup pasti akan mati. Agar kita senantiasa teringat pada tempus fugit, bahwa waktu yang berlalu  tak akan pernah kembali. Ketika Bunda masih muda, sesungguhnya Bunda sudah tidak lagi muda, tak akan pernah bertambah muda, tak akan kembali muda. Waktu telah merenggut kemudaan kita pelan pelan. Ketuaan adalah sebuah keniscayaan, dan kematian adalah sebuah kepastian. Tak ada sesuatu pun yang abadi, Anakku. Ingatan tentang mati semestinya memberi kita pelajaran berharga. Jangan pernah menyia nyiakan waktu. Jangan hilang niat untuk bangkit dari ranjang. Jangan terlalu malas untuk bekerja. Jangan terlalu letih untuk menuntaskan hari. Jangan pernah lupa untuk berdoa. Jangan lalai untuk bersyukur. Jadikan hari ini sebagai milikmu. Ketika semua perkara seakan menggiring langkahmu pada kesulitan, kegagalan, ketidakpastian dan rasa sakit. Pikirkanlah siapa yang akan jadi malaikat pelindung dan penolongmu? Bagaimana engkau akan menemukan eudaimonia? Bagaimana engkau hendak memaknai hidup? Dalam sekejap mata hidup bisa berubah. Waktu berlalu dan ia tak akan pernah kembali. Gunakan kesempatan untuk bercermin pada permukaan air yang jernih. Tatap langsung kedalaman telaga yang balik menatap kepada dirimu. Abaikan rasa sakit dan penderitaan, sebab puncak gunung sudah membayang di depan mata dan terbit matahari akan menghangatkan kalbumu. Cuma dirimu yang punya kendali atas pikiran, hasrat dan nafsu, perasaan dan kesadaran inderawi, persepsi, naluri dan semua tindakanmu sendiri. Ketika kita mengingat kematian, kita tidak akan lagi merasa gentar. Sebab ia lembut, ia tak lagi menakutkan. Ia justru menuntaskan segala rasa sakit dan penderitaan. Ia pengejawantahan waktu yang berharga, kecantikan yang abadi, indahnya rasa syukur, dan kemuliaan di balik setiap ucapan terima kasih. Ia mengajarkan kita bagaimana menghargai kehidupan yang sesungguhnya. Ia membimbing kita menemukan pintu takdir kita sendiri. Apapun perubahan yang menghampiri dirimu. Ia adalah pintu rahasia yang menjanjikan kejutan yang tak akan pernah kamu sangka sangka. Yang terbaik adalah menerimanya sebagai berkat. Apa yang ada dalam dirimu adalah kekuatanmu. Engkau akan membuatnya berarti. Bagi mereka yang paham, takdir dan kematian adalah sebuah karunia, seperti juga kehidupan. Sesungguhnyalah kita ini milik Allah dan kepada-Nyalah kita akan kembali.”

“Innaa lillayhi Wa Innaa Ilayhi Raaji'oon," prevelde Aïsha zachtjes voor zich uit. "wat zeg je?" vroeg Gillis nieuwsgierig. "Een gebed voor de doden. Zoals het hoort. Het betekent: Waarlijk wij behoren tot Allah, en tot Allah zullen wij wederkeren." Gillis was zzelf totaal niet gelovig, maar iets aan de manier waarop Aïsha dit had gezegd, deed hem begrijpen dat het gebed voor haar een emotionele betekenis had en dat hij hierop geen flauwe grappen moest maken.”

“Innate ideas are in every man, born with him; they are truly himself. The man who says that we have no innate ideas must be a fool and knave, having no conscience or innate science.”

“Innate potential and ability represent the most potent form of energy within us. When this energy is unearthed from the layers of social conditioning, fear, and external expectations we use to hide it, our perception of the world shifts. The real world begins to reveal itself only when you start harvesting your true self and building a reality based on your authentic core.”

“Innate sensuousness rarely has any desire for accuracy, no desire for precise information. It basks in sunshine, bathes in color, dwells in a sense of the impressive and the gorgeous, and rests there. Accuracy is not necessary except in the case of aggressive, acquisitive natures, when it manifests itself in a desire to seize. True controlling sensuousness cannot be manifested in the most active dispositions, nor again in the most accurate.”

“Innately, children seem to have little true realistic anxiety. They will run along the brink of water, climb on the window sill, play with sharp objects and with fire, in short, do everything that is bound to damage them and to worry those in charge of them, that is wholly the result of education; for they cannot be allowed to make the instructive experiences themselves.”

“Inner Architecture is the skill of crafting your soul into a place so real and so tangible that you step into this area every time you look into your own eyes and other people step into this place every time they encounter you. What kind of place are you? What are the smells, sounds, colours? What kind of people can access this place and how do they get there? How does this place feel to all those who step into it? How does it feel to you? Is there food? What kind of food? What does the food taste like and what does it do for you? Each person is a place. It is not a matter of asking "what kind of person am I?",rather, it is a matter of asking, "what place am I?”

“Inner healing requires the inner work of having Faith and the necessary journey of self-reflection. Knowing that you may have gone through pain and shame, but you are not going through that anymore. Your main focus is the journey ahead.”