K Quotes
Browse famous quotes beginning with K. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.
“Kit swiftly lifted Susannah up into his arms as it whipped past; she ducked her head in his chest.
Fortunately the adder's retreat was hasty and complete.
"It's all right," he said softly. "You're all right. It's gone."
Susannah said nothing for a time; just breathed swiftly in and out. She was warm and lithe in his arms; the faintest scent of lavender, and that mysterious sweetness of her own, the scent he'd discovered at the nape of her neck the day he'd caught her spying on him, rose up to him, released by the heat of her skin.
"It was a snake." Her voice, a trifle unsteady, was muffled against his shirt.
"It was, indeed," he said softly. Her breath had found a gap between the buttons of his shirt; it washed over his skin in a very nearly hypnotic rhythm. In... and out. In... and out. In... and---”
Source: Beauty and the Spy
“Kit took a deep breath, and walked into the light.”
Source: Hell and Earth
“Kit turned to him and blinked, candlelight cupping his cheek like a hand.”
Source: Hell and Earth
“Kit woke curled tight in layers of his cloak, the French seams he’d stitched flat still prickling his
skin, a name on his lips, Mehiel.”
Source: Hell and Earth
“Kit, you're forty. You look thirty. You act...well, never mind. You're carrying on like you think you're seventy”
“Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.”
Source: Mayasmara
“kita adalah satu dalam dua yang tak menyatu.
kita tak terpisah dalam kebersamaan yang tak pernah bersama.
kita nyata dalam mimpi yang tak terjadi.”
“Kita adalah sebuah takdir, hanya saja tak seberuntung takdir-takdir lainya.
Waktu benar-benar bukan teman kita, entah dimasa lalu, sekarang atau masa depan. Kita hanya akan bertemu pada musik yang kita mainkan, semua cerita yang kita tulis, tiap halaman buku-buku yang kita ciptakan, sajak-sajak yang kita pajang di tempat yang biasa kita kunjungi, yang biasa kita sebut "Mimpi".”
“Kita adalah spesies yang sedang mencari makna dalam semesta yang tak bermakna. Kita menciptakan kitab suci, hukum moral, dan impian utopis demi bertahan hidup dalam kekacauan kosmis ini. Tetapi kita juga harus cukup rendah hati untuk mengakui: bahwa semua itu tidak lebih dari sandi-sandi simbolik untuk mengatasi absurditas keberadaan.”
Source: Oksimoron: Merawat Ketololan, Merayakan Kekonyolan
“Kita akan bertengkar. Kita akan berbaikan. Dunia akan menyayangi kita sesaat, mencaci-maki kita di saat lain. Tapi aku berjanji aku akan selalu di sisimu.”
Source: The Princess & The Bodyguard
“Kita akan dibebaskan dari penjara kehidupan saat berjumpa dengan Tuhan.”
Source: Jejak Memori
“Kita akan lebih menyesal jika tidak melakukan karena takut, dibanding melakukan meskipun gagal”
Source: Selena
“Kita akhiri penjelasan ini dengan menegaskan bahawa perkataan as-Salafiah itu tidak membawa sebarang pengertian ilmiah atau bertepatan dengan realiti agama Islam yang membolehkan kaum muslimin menjadikanya sebagai sebuah jemaah ikutan yang istimewa, membezakan di antara mereka dan orang-orang Islam lain yang turut beriman dengan Allah dan Rasul serta berpegang teguh pula dengan dasar dan usul-usul dalam agama.
Dengan itu jelaslah kepada anda bahawa golongan salaf soleh yang dinasabkan perkataan as-Salafiah kepada mereka itu sebenarnya tidak pernah bersikap kaku sepanjang ketiga-tiga zaman hidup mereka, bahkan walau satu zaman sekali pun, dalam setiap perkataan yang mereka lafazkan, pendapat yang mereka curahkan atau adat kebiasaan yang mereka lakukan. Yang kaku sebenarnya ialah method yang dinasabkan kepada mereka, method yang lebih berupa manfesto parti.”
Source: As-Salafiah: Zaman Yang Berkat Bukan Mazhab Islam
“Kita anak dagang ini, kemerdekaannya pada erti hidup berdikari. Merdeka!”
“Kita bangun manusia yg miliki karakter, bukan sekedar kuasai ilmu pengetahuan, tapi jg tangguh kepribadiannya & berbudi luhur”
“kita bebas, berpikir bahwa kita lah pemeran utama,
kita bebas, bercumbu dengan siapa saja yang di sukai,
aku tak terbendung, kau tak tertahankan,
kita bebas, tak perlu saling mengintip.
lihat saja langit,awan yang berarak itu tetap sama,
jika akhir adalah permulaan bagi sesuatu yang baru untuk memulai.
mau kah kau melewati akhir itu?
kau tak perlu risau jika tak mampu, ini berat
kembali lah pada dia atau yang seperti dia.
aku taklukkan akhir itu, biar kau tau. aku bajingan yang benar-benar berbeda.!!!”
“Kita bekerja karena paling suka pas gajian udah datang berikut segala bonus-bonus karyawan. Hidup tuh, kayaknya bagi karyawan seperti kita, cuma satu bulan jaraknya. Dari gajian ke gajian.”
Source: Romance Is Not For IT Folks
“Kita belum tahu karakter seseorang sampai kita berurusan soal uang dengannya.”
“Kita berada di suatu masa ketika saling membagikan senyum namun dalam hati ada kepahitan yang mengalahkan racun. Saat itulah kita begitu ramah dan hampir saling membunuh. Adakah ruang untuk cinta, sebelum semuanya menjadi duka…?”
“Kita berdua adalah insan tak bernama, yang telah lalui seribu senja dalam bisu. Yang masih belajar untuk merindu dan menerima. Di dalam dirimu yang tertutup kerudung cokelat itu, ada senja kemerahan, yang menanti gelapnya malam tiba. Matahari masih tetap menunggu, sementara kita terdiam dalam bisu.”
“Kita berdua memang hanya sepasang jelmaan, sepasang yang terpasung dalam gulali kasmaran. Mengusir murung-murung.”
Source: Kesengsem
“Kita berjuang krn sebuah alasan, bermimpi untuk sebuah tujuan. maka perlu pembuktian. krn kita hidup bukan di dunia impian, maka buktikan!”
“Kita bersyukur masyarakat Indonesia kini bebas berekspresi. Protes & kritik wajar, selama tidak memfitnah & merusak.”
“Kita berteman, bukankah seharusnya kita saling jujur kepada satu sama lain, apa pun yang terjadi? Dengan begitu, tidak akan ada yang merasa menyesal, tidak ada yang saling menyalahkan, dan tidak ada yang merasa bersalah." - Chiyo.”
Source: Tomodachi
“Kita bisa dapat apa yang enggak kita punya dengan melamun. Ada hasrat yang lebih sempurna kalau dilakukan dalam khayalan. Fantasi menyelamatkan kita. Fantasi lebih pantas untuk sering dihidupkan—dalam pikiran kita.”
Source: Kilah
“Kita bisa mengubah masalah menjadi peluang, dengan mengubah cara pandang kita.”
“Kita boleh ditinggalkan, tapi jangan mau merasa ditinggalkan. Kita boleh dibuang, tapi jangan merasa dibuang.”
Source: Anak Rantau
“Kita butuh Islam ramah bukan Islam marah”
“Kita datang ke negeri ini untuk mengejar apa yang disebut orang sebagai Impian Amerika, tapi yang kuperoleh tak lebih dari mimpi buruknya.”
Source: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
“Kita diminta menjadi budayawan patriotik yang jujur; berani mengkritik persekitaran dan negara tanpa berasa khuatir dituduh tidak setia atau berkhianat kerana sebagai pencinta tanah air, kita sedang berperang dengan kejahatan bangsa kita. Pihak yang berkhianat ialah budayawan yang memuji dan mendewakan pemimpin dengan niat mengambil hati (salah atau benar) bagi kepentingan dirinya. Salah atau benar ini adalah tanah air kita. Lantaran itu kita berani mengkritiknya dan berani mempertahankannya.”
Source: Monolog Kecil: Tahun-Tahun Gelora
“Kita; dua jemuran basah yang menunggu kering di bawah hujan.”
“Kita; dua penghuni hujan yang bertemu pada tangisan. Sayangnya ketika hujan reda, ternyata matahari kita berbeda.”
“Kita enggak punya kuasa buat bahagia dan duka orang lain. Manusia enggak didesain untuk berkorban dan menikmati rasa sakit. Manusia didesain dengan hati yang bisa terluka dan rusak kalau terlalu sering sakit.”
Source: Malaikat
“Kita hanya berpisah supaya suatu saat bertemu lagi.”
Source: Pretty Little Fling
“kita hanya punya kisah yang begitu pendek untuk kita tuliskan pada jarak yang teramat panjang.
rindu seperti apakah yang mampu menutupi halaman-halaman kosongnya perempuanku?”
“Kita hanyalah sekumpulan bintang yang mencoba menerangi gelap. Bukan tentang siapa yang sinarnya paling terang, tapi tentang mencari tepat tergelap dan terus bersinar.”
“Kita harus belajar kecewa bahwa orang yang kita percaya ternyata memegang pisau dan menusuk punggung kita.”
Source: Laut Bercerita
“Kita harus bersiap dengan kemungkinan terburuk. Tapi jangan biarkan emosi, rasa marah, kebencian kepada lawan membuat penilaian kita menjadi keliru. Tetap fokus pada tugas masing-masing. Marah, tindakan nekat membabi-buta hanya membuat lawan kita tertawa.”
Source: Pergi
“Kita harus hidup bersama-sama dan untuk semua manusia. Tujuan hidup kita ialah membuat hidup lebih indah.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Kita harus terus majukan dan matangkan demokrasi serta keterbukaan dalam kehidupan berbangsa.”
“Kita harus yakin pada diri sendiri untuk bangun peradaban bangsa yang lebih unggul & mulia bagi kemajuan dunia”
“Kita hidup dalam sangkar yang terbuat dari tuntutan, rutinitas, dan kebiasaan, dan setelah begitu lama hidup dalam batas-batas ini, kita lupa bahwa sesungguhnya terperangkap”
Source: When Tomorrow Comes & Seeking Daylight's End
“Kita hidup dijaman seks, sehingga wanita-wanita lebih mementingkan keseksian nya dibanding kesopanan dan beretika saat berbicara.”
“Kita itu asalnya dari tiada,
jadi tak usah takut jika kembali pada keadaan semula.”
“Kita itu seperti sandal, aku kanan, kamu kiri, namun jika salah satu dari kita hilang, maka ada sesuatu yang akan mencarikan yang hilang tersebut untuk mempersatukan kita kembali, yaitu Doa.”
“Kita manusia, memang hewan yang ingin tahu. Curious, niewsgiering.”
“Kita melahirkan dan dilahirkan oleh sebuah jiwa yang tidak kita kenal
Kita adalah teka-teki yang tak teterka oleh siapa pun.
Kita adalah dongeng yang terperangkap dalam khayalannya sendiri.
Kita adalah apa yang terus berjalan tanpa pernah tiba pada pengertian”
Source: Maya
“Kita memacu anak muda
amat pedih menunggu zaman merdeka,
negeri yang tidak pernah alah
oleh mata siasat.
(Surat Dari Awan)”
Source: Surat Dari Awan
“Kita memang terlahir sempurna, karena tidak ada produk gagal yang diciptakan oleh Allah. Namun tidak ada pribadi yang sempurna dalam karya. Karena kesempurnaan memang hanya milik Allah, Sang Pencipta alam raya dan seisinya.”
“kita mengira org yg acak-acakan gila di jalan itu tdk waras,&sebaliknya sebenernya dia yg dikira gila justru mikir kita yg tdk waras”
Source: Sarvatraesa: Sang Petualang