Quotessence
Home / Quotes / S Quotes

S Quotes

Browse famous quotes beginning with S. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.

All S Quotes

“Senyorlar, izin verin de geçeyim, valiliği bırakıp eskiden olduğu gibi, özgürlüğüme geri dönüyorum. Çünkü bir insan mutlu olmak istiyorsa, özgür olmalıdır. Şunu anladım ki ne valilik yapabilirim ne de adayı savunabilirim, bu işler için yaratılmamışım. Yasalar koyup düzeni sağlamak, savunma planları hazırlamaktan çok, ekin ekmeyi, toprak bellemeyi ve asma budamayı beceririm. Çapayı valilik asasından daha iyi kullanırım. Ayrıca çeşit çeşit lezzetli yemek yemek için saygısız bir doktordan izin almaktansa, istediğim zaman ve dilediğim gibi kuru ekmek yemeyi tercih ederim. Bir köylünün gönül rahatlığıyla içtiği çorba sizin yemeklerinizden iyidir. Yaz sıcağında hiçbir şey düşünmeden gölgede uyumayı, adayı yönetmek sorunlarıyla dolu bir kafayla, keten çarşaflar ve ipekli örtülerle hazırlanmış lüks bir karyolada geceyi göz kırpmadan geçirmeye tercih ederim. " "Sevgili Sancho, Tanrı tarafından insanlara bahşedilmiş en büyük nimet, hiç şüphesiz özgürlük. Dünyada kazanılan hiçbir servet, insanların uğrunda can verdiği özgürlüklerle kıyaslanamaz...Özgürlüğün en büyük düşmanı esarettir. Dük hazretlerinin şatosundaki bolluk ve refahı, şerefimize çekilen o muhteşem ziyafetleri, bize gösterilen saygıyı gördün. ama bütün bunlara rağmen kendimi rahat hissetmiyordum; çünkü gördüğümüz iyilikler serbestçe hareket etmemize engel olan bir bağdır. Kuru ekmekten başka bir şeyi olmayıp da yalnız Tanrı'ya karşı minnettar olan bir kişi daha mutlu olur." dedi.”

“Senza maschi Il cristianesimo cattolico, per quanto nella dottrina sia saldamente in mano ai maschi, nella prassi parrocchiale ha attratto soprattutto donne e bambini, il che dice già tanto del fatto che il suo messaggio presenti forse più contraddizioni con un certo modo di pensare la maschilità che non con il femminismo. Perché un culto riconosciuto come strutturalmente maschilista attira cosí poco i maschi? Perché secondo una certa idea di virilità l'uomo deve vivere la fede con pudore e riserbo, quasi vergognandosene. La maschilità tossica non ammette che manifesti in maniera troppo aperta gesti ispirati alla misericordia, alla dolcezza d'animo, alla cura e alla volontà di perdono, considerate mollezze di cuore delle femmine. Il cristianesimo, col suo Gesú morto inchiodato alla croce o il cuore esposto grondante sangue, non è una religione per maschi alfa.”

“Senza nulla togliere al sacrificio di sangue sovietico, sicuramente decisivo per sconfiggere il nazifascismo, bisognerebbe avere la serenità di riconoscere che l’Armata rossa non combatteva per liberare l’Europa dalla dittatura, ma per vincere la Grande guerra patriottica, e che Auschwitz fu liberata dall’esercito di uno Stato che aveva due milioni e mezzo di internati nei Gulag. Stalin non liberò l’Europa orientale: la sottomise a una nuova schiavitù.”

“Seolah tuhan ingin menunjukan  selera humornya yang tidak mampu di cerna oleh pikiran sehat manusia yang sangat terbatas itu. namun beberapa yang mau berpikir dan berhenti menyalakan sontak akan terdiam dan terpikal pingkal dengan guyonanya yang sangat melekat dengan kehidupan keseharian manusia. Sangat lucu sekali kan, ketika kita menunggu setiap jam,menit dan detik dalam kuota sisa hidup kita mencari dan menanti perubahan apa saja yang telah terjadi selama ini, namun seperti hari kemarin tanpa ada perubahan yang berarti, lantas memaksa kita untuk melihat kebelakang, apa saja yang sudah terjadi ? Ternyata yang kita dapatkan kini semuanya telah berbeda dari dulu dan sekarang, begitu banyak yang berubah.”

“Seonggok jagung di kamar dan seorang pemuda yang kurang sekolahan. Memandang jagung itu, sang pemuda melihat ladang; ia melihat petani; ia melihat panen; dan suatu hari subuh, para wanita dengan gendongan pergi ke pasar ……….. Dan ia juga melihat suatu pagi hari di dekat sumur gadis-gadis bercanda sambil menumbuk jagung menjadi maisena. Sedang di dalam dapur tungku-tungku menyala. Di dalam udara murni tercium kuwe jagung Seonggok jagung di kamar dan seorang pemuda. Ia siap menggarap jagung Ia melihat kemungkinan otak dan tangan siap bekerja Tetapi ini : Seonggok jagung di kamar dan seorang pemuda tamat SLA Tak ada uang, tak bisa menjadi mahasiswa. Hanya ada seonggok jagung di kamarnya. Ia memandang jagung itu dan ia melihat dirinya terlunta-lunta . Ia melihat dirinya ditendang dari diskotik. Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik etalase. Ia melihat saingannya naik sepeda motor. Ia melihat nomor-nomor lotre. Ia melihat dirinya sendiri miskin dan gagal. Seonggok jagung di kamar tidak menyangkut pada akal, tidak akan menolongnya. Seonggok jagung di kamar tak akan menolong seorang pemuda yang pandangan hidupnya berasal dari buku, dan tidak dari kehidupan. Yang tidak terlatih dalam metode, dan hanya penuh hafalan kesimpulan, yang hanya terlatih sebagai pemakai, tetapi kurang latihan bebas berkarya. Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupan. Aku bertanya : Apakah gunanya pendidikan bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing di tengah kenyataan persoalannya ? Apakah gunanya pendidikan bila hanya mendorong seseorang menjadi layang-layang di ibukota kikuk pulang ke daerahnya ? Apakah gunanya seseorang belajat filsafat, sastra, teknologi, ilmu kedokteran, atau apa saja, bila pada akhirnya, ketika ia pulang ke daerahnya, lalu berkata : “ Di sini aku merasa asing dan sepi !”

“Seorang guru; penjelajah kehidupan. Yang menyimpan kata kata bijak dalam mulutnya, seperti minyak yang menghidupkan pelita. Ia lah detak jantung yang menggerakkan kehidupan. Seorang pemikir sejati, yang tak menafikan keringat dan air mata. Sang pengumpul embun di pagi hari, penjala ikan di sungai, dan penakluk samudra raya. Dialah kavi yang menciptakan kata kata penghiburan, pelantun tembang suka cita. Seorang penabur benih kebajikan dan penggarap ladang yang tekun. Tapi ia juga penuai yang rajin dan pengganda talenta yang mahir. Setiap ucapannya adalah obat yang manjur dan penyembuh duka lara. Namun, di luar semua itu, ia lah sang juru kunci pembuka jalan pengetahuan dan penunjuk arah pada kebenaran.”

“Seorang manusia tidak dapat bertahan terhadap kekalahan ganda. Itu adalah rahasia dari upaya mereka yang berkesinambungan untuk mendapatkan kekuasaan. Mereka mendapatkan suatu perasaan keunggulan dari kekuasaan mereka terhadap orang lain. Hal ini membuat mereka merasa menang daripada menderita kekalahan. Jadi tersembunyi kenyataan betapa kosongnya mereka itu dari dalam, sekalipun terhadap kesan kebesaran yang mereka usahakan menyebarluaskan ke sekeliling mereka. Satu-satunya hal yang mereka inginkan.”

“Seorang murid; ia tidak mengetahui apapun. Selembar kertas kosong, halaman buku yang belum tercetak, pena tanpa tinta, biji yang belum bertunas, bayi yang baru lahir, yang belum mengenal dunia, yang tak mengetahui mana yang baik atau mana yang buruk, tak tahu panas atau dingin. Yang tak melihat pesona warna-warna, memisahkan yang terang dari yang gelap, yang halus dari yang kasar. Tak bisa memilih yang mudah dari yang sulit, memilah yang benar dari yang salah. Ini sungguh sesuatu yang ganjil, namun dari situasi yang serupa itu, kita bisa merasakan kehadiran cahaya pengetahuan Ilahi.”