S Quotes
Browse famous quotes beginning with S. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.
“Separation is not the end of a relationship.”
Source: HR Mastermind
“Separation is not the end of love; it creates love.”
“Separation is painful, and there's such a thing as doing it too much - the limits are how much it hurts.”
“Separation is the absence of Love, and Love is the absence of separation.”
“Separation is the first cause of inequality.”
Source: Each Time She Wakes
“Separation is The Only Disease, It is The Cause—Everything Else is The Effect!”
“Separation is where you see if it works better with the adults in two different homes.”
“Separation isn’t time or distance
it’s the bridge between us
finer than silk thread sharper than swords”
“Separation isnt time or distance
its the bridge between us
finer than silk thread sharper than swords”
“Separation. It becomes a fact the moment the seed of life takes. Choose to, you could imagine life as a series of separations - birth, leaving home, losing a beloved, death. Those are among the normal separations, the ones you are expected to stand up to. You adjust to them, and move to the next stage.”
Source: Wilhelmina: An Imagined Memoir
“Separation of church and state cannot mean an absolute separation between moral principles and political power.”
“Separation of church and state in Virginia, instead of weakening Christianity, as the conservatives of the Revolution had feared, really aided it in securing a power over men far greater than it had known in the past.”
“Separation of church and state is the big club pulled out to beat back the Christians .”
“Separation of church and state was never meant to separate God and government.”
“Separation of mind and body, that's been around since the Greeks.”
“Separation of power says the judiciary committee is supposed to confirm qualified judges and then what the Supreme Court does, that is their function, not my function.”
“Separation of powers is a problem for foreign policy.”
“Separation of the Church and State is like a railroad track. It cannot be close to one another, neither can it be distant, because there will be derailment. We (Church) should cooperate with the government and the government should cooperate with us because we're serving the same people.”
“Separation penetrates the disappearing person like a pigment and steeps him in gentle radiance.”
“Separation prevents the government from determining church policy, whether directly or indirectly.”
Source: Religion, the State & the Schools
“Separation shall not define
Beats getting weak in my heart
Instead
Be lull but me mine
Darling—stay bleak in my heart
Your lament mourned in storms
Some cries cling deep in my heart
It is who
Crossed leagues to die in my arms
Who has born to weep in my heart”
“Separation slithers into the hearts of man to the breaking point where humanity becomes lost and we all take sides to stand against the other, and evil wins. Evil blinds us from walking in another’s shoes, promises us all we desire, including a voice to be heard and a satisfaction of ego and sensation, while our wings flutter and destroy a part of the hope that exists in the netherworld by directing hope’s vibrational healing into a new direction…towards absence and despair with a loss of that same hope.”
“Separation to God, separation from the world, is the first principle of Christian living.”
“Separation was the thing I'd been dreading the most these past few years, and I'd been in denial that it was a fact of life. Refusing to let go, I'd practically thrown a temper tantrum. What's worse, my attempts to avoid separation had only hastened it. It explained why I'd always been so quick to lash out at those I loved.”
Source: Notes of a Crocodile
“Separation Your absence has gone through me Like thread through a needle. Everything I do is stitched with its color.”
“Separatism is a very healthy movement within culture. It's a disastrous movement within politics and economics.”
Source: The Northrop Frye Quote Book
“Separatism is antithesis of sapiens.”
Source: Amantes Assemble: 100 Sonnets of Servant Sultans
“Separatism is the hallmark of eurocentric thought, whether it's separation between the mortal and divine, or the separation between reason and theology, or between science and philosophy, or prose and poetry. Every single aspect of human consciousness touched by eurocentrism ends up divided and desecrated, losing its health-giving wholeness.”
Source: Sonnets From The Mountaintop
“Separuh penghasilan untuk hidup, sisanya untuk tumbuh; yang bijak bukan yang besar penghasilan, tapi yang cerdas mengatur uangnya.”
“Sepasang mata seorang perempuan akan terus
menyaksikan, merakam dan melayarkan kenangan demi
kenangan. Biarlah sebahagian besar daripadanya tetap
menjadi misteri yang tidak mungkin dirungkaikan.”
Source: Perempuan Luka Kalis Kecewa
“Seperation doesn't ruin love, desperation ruins love.”
“Seperti apakah Anda? Menurut saya, paling tidak Anda adalah apa yang Anda tulis.”
“Seperti bangsa lain, kita juga cenderung egosentris. Kita juga mengira bahwa jadi bangsa tua adalah suatu kelebihan. Apalagi dulu guru-guru kolonial suka membisikkan "kelebihan" itu - seraya mengelus hati kita yang terluka oleh penjajahan. Kita tak curiga bahwa di balik elusan itu mungkin terselip anjuran: kalian jangan ikut-ikut memasuki zaman kini. Teruslah dengan kebanggaan masa silamnya!”
Source: Catatan Pinggir 1
“Seperti biasa, aku melewati jalan ke arah rumah
Tapi menjadi tak biasa saat ku lihat dirimu
Senyummu tertuju padaku
Ah mungkin aku hanya berhalusinasi
Nyatanya benar, bahwa memang tiada seorangpun
Mungkin aku masih butuh waktu lebih untuk menyendiri”
“Seperti dinding kamar yang retak dan mulai berlumut, pagar besi yang merapuh oleh noda karat dan daun daun mangga yang luruh di pekarangan rumah, demikianlah kita membaca kehidupan. Begitu banyak kata yang seringkali susah untuk ditafsir seperti "nasib", "kebahagiaan" dan "kesempurnaan". Entah mengapa, Bunda masih berasa gamang saat berjalan di atas tangga batu yang menuju ke ruang tamu di rumah barumu. Serasa mendengar dering suara alarm yang bergelayut di dalam mimpi. Menyibak kabut dan pagi juga.
Bukankah kadang kadang kita merasa larut dalam kesunyian, meski riuh jalan raya bersicepat melawan waktu? Meninggalkan jejak langkah dalam segala ketergesaannya. Memaksa kita memungut semua peristiwa yang berhamburan di atas trotoar. Memaksa semua orang menitikkan air mata. Mengapa dalam momen momen serupa itu, kebersamaan dengan orang yang kita cintai justru berasa semakin berarti? Mengapa justru di tengah keramaian, kita bisa merasa begitu kesepian?
Begitulah, jarum jam berputar di sepanjang perjalanan berusaha keras mengabadikan semua peristiwa. Mentautkan satu angle dengan angle yang lain, memotret semua kejadian dari mata seekor jengkerik. Menatap tak berkedip gedung gedung megah yang angkuh berdiri, serupa monster monster yang siap merengkuh apa saja;
Lautan manusia berjejal keluar dari bandara, kerumunan lalat di atas tumpukan sampah di pasar, kelejat pikiran yang berlari lari mengejar matahari, kebimbangan yang tergugu di pojok terminal, harapan yang terkantuk kantuk di dalam bus kota dan seringai kerinduan akan masa depan yang belum pernah mereka lihat. Apa yang mereka cari? Apa yang mereka kejar, Nak?
Sementara ada ribuan etalase dan pintu pintu mall yang terbuka dan tertutup setiap kali. Serupa mulut lapar menganga yang rakus mengunyah dan menelan semua kecemasan dan kegalauan yang bersliweran di balik pendar neon papan reklame. Bagaimanakah mereka -orang orang tanpa identitas ini- bisa menafsirkan takdir, relativitas waktu, dan mungkin juga mimpi?”
“Seperti garong, kesedihan bisa merebut segala harapan dan semangat yang kamu kumpulkan sepanjang hayat.”
Source: Usaha Mencintai Hidup
“Seperti halnya rezeki, kesedihan seyogyanya juga patut untuk kita syukuri. Toh keduanya, sejujurnya, hanyalah kebaikan yang tampil dengan masing-masing gincunya.”
Source: Perempuan Dalam Hujan
“seperti hujan ,katamu, rindu adalah gerimis yang melebat tiba-tiba. mengalirkan kamu kedalam anganku. selalu dan tiba-tiba.”
“Seperti kemacetan yang tak terurai, berjubel dalam hati. Tiap-tiap dari kita tetap keukeh menahannya, sampai ada yang terluka atau mati sia-sia.”
“seperti kisah sungai yang mencintai sebuah menara. seine yang hanya mampu memandangi eiffel yang akuh menjulang dengan megahnya.”
“Seperti mata yang tenang menunggu sesuatu yang seharusnya pulang.
Akan sesak dadamu jika yang datang hanyalah aku sebagai kenangan”
Source: Sebuah Usaha Melupakan
“Seperti menyaksikan bukti ajaran Tantrayana, bahwa segala sesuatu yang berlebihan hanya akan berakhir memualkan sahaja. Masalahnya, apakah manusia menyadarinya sebagai pelajaran ketika mengalaminya?”
Source: Drupadi
“Seperti pada kebanyakan buku dongeng, wanita selalu menunggu pangeran berkuda putih menyelamatkannya. Cerita ini sungguh tak masuk akal untuk'ku, jangankan untuk menjadi sang pangeran. untuk menjadi kuda putihnya saja sudah sangat sulit untuk'ku.”
“Seperti pada umumnya dai dan mubaligh lainnya, ia suka menyelipkan kabar baik dan kebanggaan akan prestasi keluarganya. Kalau kabar buruk dan cacat perilaku, pastilah tidak digembar-gemborkan.”
Source: Matahari Mata Hati
“Seperti pagi yang senantiasa menyajikan cahaya untuk langit
Begitulah rasaku terbit
Kicau-kicau permai
Alunan-alunan rindu di setiap musim yang menyebutmu, aku ada
Berusaha menyatukan pelangi yang diderai hujan kemaren sore
Mungkin kisah kita masih puisi-puisi lugu yang mengendap di punggung-punggung kertas
Syair-syair bisu yang tercipta dari jemari bertaut dengan kecemasan
Ia belum memiliki panggung untuk menunjukkan jati diri
Hanya gigil hati tak bernama yang dipeluk doa-doa
Apakah kita bertemu untuk tinggal?
Sebab tamu tidak pernah menetap
Hanya datang sesaat,
mengetuk pintu hatimu hanya untuk kepentingannya belaka
Waktu tidak pernah memanipulasi keadaan
Juli dimusim hujan kala itu
Semua adalah keadaan yang telah direkam semesta
Bahkan jauh sebelum kita ada
Aku mungkin adalah cerita yang tak pernah kau impikan di diarymu sebelumnya
Dan kau adalah bahasa yang acap kusebut dalam doa
Yang belum mampu aku defenisikan untuk sebuah nama”
“Seperti pohon...
Di pokok kita masih satu, lantas kita berpisah di cabang. Ada yang ke kiri, ada yang ke kanan, ada yang terus ke atas, ada yang ke depan, ada yang ke belakang. Atau bilapun masih satu di cabang, kita nanti akan berpisah juga di ranting. Ke atas, ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang...
Saat kita kecil dulu, kita masih satu, masih anak kecil. Lantas sedikit demi sedikit waktu kita bikin kita beda. Waktunya makin banyak, beda kita tambah banyak.
Itulah kita.”
Source: Jejak-Jejak
“seperti sebuah kesedihan
atau cemburu yang berlebihan”
Source: Surat-Surat dari Kota
“Seperti seekor semut hanyut bergantung pada sepotong rumput yang diayun-ayunkan gelombang.”
Source: Madilog
“Seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu yang tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat. Buatlah pijakanmu kuat”
Source: Ibuk,
“Seperti sungai yg mendamba lautan. Ujungnya, hanya tinggal aku, tenggelam dalam kesedihan”
Source: Rapuh