Quotessence
Home / Quotes / Quote by Achmad Aditya Avery

Quote by Achmad Aditya Avery

“Aku adalah bunga di pinggir jalan, berbalut asap knalpot, dilindas mobil, diinjak pejalan kaki, hitam, dekil, tidak berharga. Sampai ketika engkau memindahkanku ke pot yang indah, bermandikan air cucian beras, tanah yang subur, dan senyumanmu saat sedang memberiku pupuk.”

Quote by Achmad Aditya Avery

Author

Achmad Aditya Avery

Browse famous quotes and profile details for Achmad Aditya Avery. more

You May Also Like

“Saya mengetahui malam selalu datang dengan gelap dan ketenangan, sayapun juga mengetahui adanya cahaya dan kebisingan disaat pagi hingga senja dan akhirnya kembali datang malam ditemani tiupan angin yang sunyi. Saat itu saya belajar tentang keseimbangan hidup. Belajar tentang banyak hal yang terjadi diantara kedua hal tersebut. Sunyi dan kebisingan, keduanya selalu mendampingi walau mereka berada hampir selalu berjauhan. Senja tahu tentang kepenatan dan rasa bosan yang diciptakan oleh kebisingan yang memuakan, senjapun juga sempat menyaksikan kebahagian yang diciptakan oleh sunyi walau sebentar tetapi itu sangat indah karna senja berwujud cantik selalu berwarna jingga berkilau emas diiringi sinari matahari yang tenggelam untuk tertidur.”

“Bagi saya, berdosa bukanlah inti rasa tragis. Intinya adalah kesadaran tentang 'tepi'. Tepi bukanlah batas. Tepi mengandung sesuatu yang sepi, juga menunjukkan keadaan yang genting sebab siapapun akan sendirian ketika ada pelbagai sisi yang dihadapi, ketika seorang tak berada di satu pusat yang mantap. Bukan saja karena terang dan gelap ada dimana mana, tapi juga karena kedua duanya mengandung bahaya”