B Quotes
Browse famous quotes beginning with B. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.
“Badger had been waiting with ever increasing certainty for that brown, government stamped envelope, to hit the floor with the impact of several atomic bombs; the shockwaves hitting him before the sound could penetrate his ears.”
Source: The Year of the Badgers
“Badger hates Society, and invitations, and dinner, and all that sort of thing.”
Source: Delphi Complete Works of Kenneth Grahame (Illustrated)
“Badgers know where their strength lies. Do you?”
“Badges mean nothing in themselves, but they mark a certain achievement and they are a link between the rich and the poor. For when one girl sees a badge on a sister Scout's arm, if that girl has won the same badge, it at once awakens an interest and sympathy between them.”
“Badhti zindegi kho kar jeena sikha deti hai..bhul na sikha deti hai
bhul na paye toh yaad na aaye aisi kai bahane sikha deti hai..aashaon ke kabar pe aashiyana basana sikha deti hai...
han bas... badhti zindegi kho kar jeena sikha deti hai.”
Source: A Lover who could not be a Dater
“Badilisha tabia. Badilisha mazingira ya maisha yako. Haijalishi una umri kiasi gani au wewe ni mwanamke au mwanamume, bado hujachelewa kubadili maisha yako kutoka duni kuwa bora – kuwa na amani, furaha na kuridhika. Kama desturi yako ni kuamka saa 12:00 asubuhi kila siku ili ufike kazini saa 2:00 asubuhi ambao ni muda wa serikali wa kuanza kazi, amka saa 11:30 asubuhi ili ufike kazini saa 1:30 asubuhi – nusu saa kabla ya kuanza kazi. Kama unafanya kazi ya taaluma uliyosomea lakini maisha hayaendi, fikiria kubadili mwelekeo wa maisha ikiwemo taaluma kufikia malengo uliyojiwekea.”
“Badlands, you got to live it everyday, let the broken hearts stand as the price you've got to pay.”
“Badly built solar photovoltaic systems do not age well.”
“Badly gotten, badly spent.
[Lat., Male partum, male disperit.]”
“Badly off as the men...were in your day, they were more fortunate than their mothers and wives.”
“Badly-treated children have a clear notion of what they are likely to get if they betray the secrets of a prison-house before they are clear of it.”
Source: Something of Myself
“Badminton is like ballet dancing. It requires a lot of control, strength, mind play and measured movement”
“Badminton is not as glamorous as cricket.”
“Badminton is not popular in the U.S. because I think the mentality of badminton has to change.”
“Badmouthing your ex-spouse rips the child apart”
“Badness cannot succeed even in being bad in the same way in which goodness is good. Goodness is, so to speak, itself: badness is only spoiled goodness. Evil is a parasite, not an original thing.”
Source: The Complete C. S. Lewis Signature Classics
“Badness is of the self, the one, the you or me on our oddy knockies, and that self is made by old Bog or God and is his great pride and radosty. But the not-self cannot have the bad, meaning they of the government and the judges and the schools cannot allow the bad because they cannot allow the self.”
Source: A Clockwork Orange
“Badness is only spoiled goodness.”
Source: A Mind Awake: An Anthology of C. S. Lewis
“Badness you can get easily, in quantity. The road is smooth and lies close by. But in front of excellence the immortal gods have put sweat, and long and steep is the way to do it, and rough at first. But when you come to the top, then it is easy, even though it is hard.”
“Bae, before I know your body I want to know your bookshelf !”
“Bae: Black and Exquisite.”
“Bae did not fight the sleep that beckoned her, her ear pressed against his chest she could hear his heart beating steadily, a gentle reminder that at least for the moment, in his arms, she was safe.”
Source: Cursed By The Crown
“Baeyer-a chemist who was more of an encyclopedist than a researcher.”
Source: From My Life
“bagai hujan lebat, kamu adalah sosok yang datang tiba-tiba membuat abu-abu”
“Bagai robot rongsok, rusak, dan usang, duduk di sudut ruangan. Menunduk, menjerit, aliran listrik menyelimuti tubuh, kejang-kejang, lemas. Masa depan yang indah, tiba-tiba redup, peran robot usang telah digantikan dengan si perak yang sombong.
Mata tembaga telah berakhir, mata dengan cahaya kebiruan menguasai.
Kelak, si perak pun akan diganti, dengan yang lebih mengkilap lagi, atau sebaliknya kemunduran teknologi yang terjadi, ketika layar bercahaya kembali menjadi batu.
Orang-orang yang tidak siap akan terus mengelus-elus batu kotak tersebut, sampai jari mereka memerah dan mengeluarkan asap.”
“Bagaikan api unggun, semangatnya akan padam dengan sendirinya hanya kalau kayu terakhir sudah siap menjadi abu.”
Source: Olenka
“Bagaimana aku bisa memberimu cinta
sedangkan banyak dinding yang engkau rentangkan
bahkan menggapaimu aku sudah kehabisan jiwa
Apakah ini masih dinamakan cinta,
atau hanya takdir yang tak sejalan”
“Bagaimana aku bisa mengetahui apa yang akan terjadi terhadap diriku? Siapa yang dapat menceritakan bagaimana kehidupanku di masa depan? Itulah sebabnya aku selalu menolak hal ini, karena aku yakin bahwa buruk-baiknya kehidupan seseorang hanya dapat dinilai setelah dia mati.”
Source: Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
“Bagaimana aku dapat mencintai hidup, bila aku melihat dunia dari sudut pandang seorang pecundang?”
“Bagaimana aku dapat mendukungnya jika semua itu tidak masuk akalku? Dan bukankah sepasang kekasih harusnya saling mendukung apa yang lainnya lakukan?”
Source: Berlabuh di Lindoeya
“Bagaimana aku dapat menemukan sedikit saja benih kebaikan dan kemurahan hati, di tengah begitu banyak kejahatan dan kezaliman?
- Harsimran Tapasvi, Tawanan Kepedihan”
“bagaimana aku harus menulisnya, menemukan kata per katanya saja aku tak bisa.”
“Bagaimana Anda bisa menciptakan lautan air mata? Sesendok saja pun rasanya tidak mungkin. Bukankah Anda telah berbohong? Ya, saya memang telah berbohong, kata penyair itu setuju dengan pendapatku. Semua kita ini para pembohong. Berlindung di balik kata imajinasi dan metafora-metafora kebohongan. Kebohongan adalah kebohongan. Berbohong dan imajinasi itu sama. Berbohong adalah berimajinasi. Oleh sebab itu aku menangis dalam sujud panjangku yang khusyuk, di depan Kabah itu, memohon ampun dari dosa-dosa berbohong. Meminta pengampunan kepada Allah. Tak ada jalan lain untuk menghapus dosa selain meminta pengampunan dari-Nya. Walau keudian aku akan kembali berbohong. Karena itu adalah profesiku. Berbohong untuk sesuap nasi. Tak ada jalan lain kecuali menciptakan kebohongan.”
“Bagaimana bisa kau tidak menyukai hujan?
Padahal hujan selalu mendekatkan kita.
Oh, aku lupa.
Kau mungkin tidak menganggapku sepenting itu.
Aku bukan pemeran utama dalam lakon hidupmu.
Aku hanya figuran yang hanya sesekali dibutuhkan.”
Source: Because It's You
“Bagaimana bisa sampai apabila kita tidak pernah berjalan untuk menggapainya.
bagaimana bisa selesai apabila kita tidak pernah mengerjakannya,
Get out and do something. be bold!
dare to dream big is not enough!”
“Bagaimana cara mengenali lemak jenuh?
Tanya dulu dia baru putus atau tidak.”
“Bagaimana cara mengenali politisi?
Lihat saja gaya ngomongnya muter-muter nggak jelas, ya, sekilas memang rada mirip sama orang gila sih, tapi yang membedakannya adalah mereka punya wewenang.”
“Bagaimana cara mengukur keberhasilan seorang anak? Sesungguhnya ia tidak perlu lebih baik dari anak lain. Ia hanya harus lebih baik dari orang tuanya, karena dengan begitu estafet peradaban manusia dari generasi ke generasi dipastikan berjalan ke depan.”
“Bagaimana Cara Merawat Burung Lovebird Yang Nyilet ?
Nah info selengkapnya silahkan kalian cek disini ya :”
“Bagaimana hampa bisa menyakitkan? Hampa harusnya berarti tidak ada apa-apa. Tidak ada apa-apa berarti tidak ada masalah. Termasuk rasa sakit.”
“Bagaimana harus menjalani kehidupan untuk menebus dosa di kubangan dosa?”
Source: Rumah Kremasi: Kumpulan Cerita Pendek
“bagaimana jika kecemburuan&persaingan menggoncang keberadaan komunitas?”
Source: threez
“bagaimana kabar baik dan bahagia tadinya, bisa menjadi beban dan masalah yang justru membebani keluarga?”
Source: Matahari Mata Hati
“Bagaimana kamu disana?
Mengingat senyum itu adalah tanda jurang pemisah
antara ketidakmampuan dan keinginan mendekapmu
seperti senja yang tidak hadir ketika hujan”
Source: Melukis Asa
“Bagaimana kita akan bangkit semula melawan musuh
Jika ayam jantan yang senang berkokok setiap subuh
Membuka mata bangsa, menjernihkan yang lama keruh
Di potong lidahnya, disepak terajang si anak bodoh?”
Source: Mutiara Taman Adabi : Sebuah Puisi Mengenai Agama, Filsafat dan Masyarakat
“Bagaimana kita saling mengenal... ?
Sedang kita tak saling memandang,
Apalagi ber-sua.,
.”
“Bagaimana kita tahu bahwa
Tuhan bukanlah
matahari?”
Source: Kereta Tidur
“Bagaimana mata ini dapat tertutup rapat dan tenteram sedangkan ia tak tahu di mana kelak ia akan kembali di antara dua tempat”
“Bagaimana mungkin bicara setia, saat terlanjur menumpahkan noda.”
Source: Rapuh
“Bagaimana mungkin kamu pergi begitu saja setelah semua hal yang terjadi? Kamulah yang terburuk! Karena kamu datang serupa angin, mengisi yang hampa, untuk kemudian pergi begitu saja, seakan tidak terjadi apa-apa.”
Source: Maya Maia