B Quotes
Browse famous quotes beginning with B. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.
“Bagaimana mungkin kamu tahu bakal berhasil atau gagal, kalau belum mencoba? Sebelum berusaha, kamu udan memvonis bahwa kamu akan gagal. Kita kan tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kenapa tidak berusaha dulu?”
Source: Love in Marrakech
“bagaimana mungkin seseorang bisa melukai tanpa ia berniat melukai?”
Source: Muara Rasa
“Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar saputangan yang telah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan napasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya sendiri oleh penghayatannya sendiri tentang hubungan-hubungan pelik antara perempuan dan laki-laki yang tinggal di sebuah ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang. Bagaimana mungkin. (66)”
Source: Hujan Bulan Juni
“Bagaimana sedih dan merasa terbuang itu melemahkan. Bagaimana terlalu berharap kepada manusia dan makhluk itu mengecewakan. Jadi, kalau merasa ditinggalkan, jangan sedih. Kita akan selalu ditemani dan ditemukan oleh yang lebih penting dari semua ini. Resapkan ini: kita tak akan ditinggalkan Tuhan”
“Bagaimanapun anak berkembang dengan rasa cinta dan contoh hubungan terdekat yang mereka lihat setiap hari adalah hubungan ayah-ibunya. Hubungan tersebut yang akan jadi pola ketika mereka bersosialisasi nanti.”
Source: Pendidikan Keluarga Kami
“Bagaimanapun jalannya, sekali-kali jangan lelah untuk berusaha gigih membela semua yang baik.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Bagaimanapun kau bisa meyakini satu hal: seorang lelaki musti berpura-pura demi meneruskan hidup.”
Source: The Setting Sun
“bagaimanapun kondisinya, dengan bersyukur kita selalu dalam keadaan terbaik kita..”
“Bagaimanapun, selama ada minyak di Timur Tengah kita takkan pernah damai.”
“Bagehot did what so many thousand of young graduates before him had done,--he studied for the bar; and then, having prepared himself to practise law, followed another large body of young men in deciding to abandon it.”
Source: The papers of Woodrow Wilson
“Bagel in the morning is the ultimate breakfast for me; they're just good.”
“Baghdad fell on April 9, 2003, Hussein and his regime were brought down, we declared "Mission Accomplished" and celebrated victory . . . and chaos erupted. We did not assert control and authority over the country, especially Baghdad. We did not bring with us the capacity to impose our will. We did not take charge. And Iraq did not in a few weeks magically transform itself into a stable nation with democratic leaders. Instead a raging insurgency engulfed the country.”
“Baghdad is determined to force the Mongols of our age to commit suicide at its gates.”
“Bagi Eropa, planet ini terlampau kompleks untuk diterangkan dengan sebuah 'logika monoteistik yang biner' -- hitam atau putih, mulia atau durjana, kawan atau lawan”
Source: Catatan Pinggir 7
“Bagi generasi muda, perubahan itu terlalu lambat
Bagi kaum tradisionalis tua, perubahan itu menghujat”
“Bagi gue, rumah adalah dia. Karena dia adalah tempat gue pulang. Karena, orang terbaik buat kita itu seperti rumah yang sempurna. Sesuatu yang bisa melindungi kita dari gelap, hujan, dan menawarkan kenyamanan.”
Source: Manusia Setengah Salmon
“Bagi kami tiada hari kemarin, tiada hari besok. Hanya hari sekarang yang nikmat, yang penuh cahaya bahagia yang ada! Keindahan demikian banyak membuat kepala saya pusing, membuat saya takut! Aduh, alangkah hebatnya kekecewaan kelak, bila mimpi dan angan-angan kami sekarang hilang lenyap jadi asap belaka.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Bagi perempuan, komitmen nggak lebih hanya sekadar penjamin rasa aman--iya, supaya kita nggak dimiliki orang lain. Sedang pernikahan adalah pemuas fantasi masa kecil mereka. Pernah dengar seperti apa perempuan bercerita tentang pernikahan impiannya? Gaun putih panjang, pernikahan penuh dekorasi indah dan bunga-bunga. Kita laki-laki hanya pelengkap fantasi sialan itu! Berdiri di sebelah mereka di pelaminan, tak ubahnya seperti backdrop buat mereka!”
Source: Marry Now, Sorry Later
“Bagi Roy, jeans ibarat hidup. Semakin dia lusuh, semakin dia enak dinikmati.”
Source: Balada Si Roy 1: Joe
“Bagi saya, berdosa bukanlah inti rasa tragis. Intinya adalah kesadaran tentang 'tepi'. Tepi bukanlah batas. Tepi mengandung sesuatu yang sepi, juga menunjukkan keadaan yang genting sebab siapapun akan sendirian ketika ada pelbagai sisi yang dihadapi, ketika seorang tak berada di satu pusat yang mantap. Bukan saja karena terang dan gelap ada dimana mana, tapi juga karena kedua duanya mengandung bahaya”
Source: Catatan Pinggir 7
“Bagi saya berpuisi dan menikmati proses berpuisi adalah salah satu cara untuk menghargai bahasa itu sendiri.”
“Bagi saya, penulis ialah anugerah yang Tuhan turunkan untuk manusia.”
Source: Mawaddah Ilmi Ingin Pulang
“Bagi saya, yang paling mahal dari sebuah perpisahan adalah kehadiran.”
“Bagi sebagian orang kebenaran itu penting, sebab mereka dapat menerimanya. Mereka dapat menghadapi kebenaran dengan tabah - ketabahan yang hanya dimiliki orang-orang yang mengharapkan kehidupan yang cerah.”
Source: Elephants can remember
“Bagi seorang lelaki, ibu adalah cinta pertamanya”
Source: Bintang Hati
“Bagi seorang perempuan sepertinya, cukuplah kata: "masih" atau "tidak". Dengan mengucapkan satu saja dari dua kata itu, kau telah membebaskannya dari penantian, juga airmata.”
“Bagian kasihku padamu sesederhana merah kuning biru menjadi warna primer, sisanya adalah hitam putihnya rindu yang bercampur pada ketiga warna itu”
Source: Februarindu
“Bagian menakutkan dari perpisahan adalah ketidaktahuan apakah dia akan merindukanmu atau mulai melupakanmu.”
Source: Pretty Little Fling
“Bagian terbaik dari rumahku bukanlah ruang tamu atau ruang makan melainkan beranda yang penuh dengan tanaman, dan ruang keluarga yang penuh dengan buku. Di tempat itulah aku beroleh ketenangan, kesenangan dan inspirasi.”
“Bagian terbaik dari sebuah cerita adalah ketika engkau mulai merasakan detak kehidupan di dalam ceritamu. Ketika engkau dapat merasakan kesesuaian ceritamu dengan realitas. Bukan sebagai tiruan dari realitas, melainkan sebagai sebuah dunia yang membentuk dirinya sendiri. Sedemikian dekat, sedemikian hidup. Seperti layar hand phone yang engkau sentuh, dan kata kata berhamburan seperti hujan turun dari langit.”
“Bagian tersulit dari mencintai seseorang adalah menunggu dia balas mencintaimu.”
Source: Come On Over
“Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: 'dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan'. Tanpa itu semua maka kita tidak lebih dari benda. Berbahagialah orang yang masih mempunyai rasa cinta, yang belum sampai kehilangan benda yang paling bernilai itu. Kalau kita telah kehilangan itu maka absurdlah hidup kita”
Source: Catatan Seorang Demonstran
“Bagiku Ares seperti itu. Sebuah perjalanan yang baru kusadari keberadaannya. Keberadaan yang sama pentingnya dengan ketiadaannya. Dia adalah paradoks.”
Source: Queen: Ingin Sekali Aku Berkata Tidak
“Bagiku, El, omong kosong jika para petinggi agama mengatakan bahwa agama tidak ada urusannya dengan akal. Buat apa manusia dianugerahi otak jika untuk mengenali Pencipta Otak itu, dia tidak boleh menggunakan otaknya? Menurutku, agama selalu memberi kesempatan kepada para pemeluknya untuk memilah mana yang harus dia pastikan dengan akalnya, mana yang cukup dipercaya begitu saja. (Kashva to Elyas, MLPH: 126)”
“Bagiku, kau adalah hadiah utama.
Bagimu, aku hanya selembar kertas undian yang tak menang.”
Source: Burn Baby Burn
“Bagiku, menulis itu seperti memberi nafas kehidupan pada keheningan.”
“Bagiku Tidak Ada Orang Hebat di Dunianya ini, Melainkan Kehebatannya Karena Kekuatan yang diberikan Allah SWT.”
“Bagna càuda with a plentiful variety of steamed winter vegetables and a rich anchovy sauce, thinly cut slices of warmed salt pork, a tofu and leek gratin, rice cooked in an earthenware pot with vegetables and chopped oysters, and miso soup--- the dishes had a vitality to them which came from using only the freshest ingredients, and though the seasoning was unobtrusive, all the flavors had pleasing depth. Weren't oysters supposed to be good for fertility? Rika thought as she brought to her lips a mouthful of rice enriched with soy sauce, whose smell put her in mind of the sea, shooting a glance over at her friend. She realized that she had more of an appetite than she could remember having in a long time, and that if this was largely owing to how delicious the food was, it was also in part to do with the way Ryōsuke ate, as if in a state of ecstasy.”
Source: Butter
“Bags of chips (crisps) when taken to the very high altitude summit of Mauna Kea would commonly explode.”
“Bags of potato chips have so much air they could be used as cushions for suicidal skyscraper jumpers. That's called inflation, because you spend more money and get less product. But here on my duck farm, we know the value of a dollar—and that's why we don't accept them.”
Source: Music is fluid, and my saxophone overflows when my ducks slosh in the sounds I make in elevators.
“Bags, and Double Bags!" - Zedd”
“Bah! Do you think the poor people of the barrio pay for the upkeep of the Church? No! Wealth flows from wealth! And sources of wealth need stability to exist! And the Church provides stability! We teach the poor how to bear their burden; they are promised the kingdom of heaven, which is far more important than the little gains your strike would make …”
Source: Heart of Aztlan
“Bah, he still saw the same stupidity. The image of the hanged man in the farming community of Yondern flashed through his mind. Now there was a war brewing between the Steelwielders and some foreign religion. More mindless loss over beliefs and mythology. But.. he could not deny the noble features in his companions. Although Perfidian was too blithe and Elaina too didactic, they had risked their life to do what was right. He did owe them his life. He could not deny the nobility he saw in many different people, bits and pieces of nobility that shined through under pressure. The guards who risked their lives to protect the villagers, Markham who flew at the dangerous dwarf, swords flashing; even an Eruthian merchant who stopped in his journey to share tales with complete strangers'.”
Source: Steel, Magick and Faith
“Bah!” Magnus scoffed. “Humans always blame dwarves. A baby goes missing and it was a dwarf that stole it. A princess runs off with a second son of a king and it was a dwarf who lured her to a deep prison. And when they find her with the prince—lo, she was rescued!
“A king is stabbed in the back in his own chapel, and a princess’s tower
is turned into a death trap,” Royce called back to them. “Friends are
betrayed and trapped in a prison—yes, I can see your surprise. Where do they get such ideas?”
“Damn his elven ears,” Magnus said.”
Source: Heir of Novron
“Bah. Of course he does! He is a schoolboy! He must learn to read Latin, recite Shakespeare, and drink vodka!”
Source: The Book of Form and Emptiness
“Bah! Suffragettes. I've no time for suffragettes. They made the biggest mistake in history. They went for equality. They should have gone for power!”
“Bah! The thing is not a nose at all, but a bit of primordial chaos clapped on to my face.”
“Bah, tombstones are only good for pigeons to sit on”
“Bahadur's ma stays close to my ma, but she tiptoes around her as if she's afraid she'll step on Ma's sadness, which must be the same size and shape as Bahadur's ma's sadness, only a lot fresher.”
Source: Djinn Patrol on the Purple Line
“Bahagia adalah ketika kita menjalani hidup dengan penuh rasa syukur”