Quotessence
Home / Topics / Cinta Quotes

Cinta Quotes

Browse 508 quotes about Cinta.

Cinta Quotes

“Mari berkenalan... Aku adalah aku yang tak bernama Aku bisa jadi teman mu, tak kunjung akrab karena kau tak tahu namaku, Aku bisa jadi presiden kalian tak akan mendemo ku, karena kalian tak tahu namaku, Aku bisa jadi pelacur para bourjois, tapi tak ada yg memakai ku, karena kalian tak tahu namaku, Aku ada di kaum bolshevik, mengangkat senjata, menembaki rahim ibu kalian... Bungkam kalian tanpa membalas, karena tak tahu namaku, Aku memang seperti itu ... Tak bernama,,, Tak bernama,,, Tak bernyawa,,, Tak bernama,,, Aku bisa jadi bos properti perumahan, nanti kalian ku usir hingga memelas mencari namaku,,, Aku bisa menjadi ojek, lalu ku tabrak adikmu yang bersekolah itu,,, Aku mampu duduk sejajar,dengan ayah mu di kursi DPR. menggorok leher nya saat pulas tertidur, Menjadi supertor bola pun tak terhitung, mengutuk hakim garis karena tak mahir bercinta, Tak ada yang menuntutku, palu hakim tak berbunyi di hadapanku, mereka tak tahu namaku, Gadis cantik berkulit putih itu pun esok menjanda setelah ku beri anak ku pergi, Akan ku buat ktp dengan mngosongkan kolom nama, maklumi saja karena aku tak suka kau tahu dan sebut namaku”

“Edelweis ini bukan hanya sekedar bunga. Tapi ia memiliki filosofi yang indah. Makna sebuah perjuangan, ketulusan dan ketegaran. Itulah yang membuatnya disebut bunga keabadian,” sahut kakek itu sembari merentangkan tangan menikmati semilir angin yang datang. “Keindahan edelweis bukan saat ia berjejer di dalam vas. Bukan pula saat tersusun rapi dalam buket bunga dengan kain dan pita berwarna cerah. Tapi ia akan amat indah bila tetap di alam bebas, bermekaran di tengah hamparan sabana luas. Indah saat bergoyang diterpa angin pegunungan, memutih laksana salju di tanah lapang,” pungkasnya membiarkan Vidi termangu sendirian. (Tujuh Buket Bunga Keabadian, Dunia Tanpa Huruf R)”

“Jika ada yang ingin kuberikan untukmu, itu hanyalah sekotak Crayon. . . Untuk mewarnai langitmu yang kelabu. Dipagi hari. . .kamu bisa mewarnainya dengan merah muda yah langit dengan matahari terbit memang indah. Disiang hari buatlah banyak cahaya matahari dengan kuning keemasan dan campurkan juga biru yang menenangkan. Namun jika kau ingin cuaca sejuk segar, kau boleh gunakan warna perak dan putih untuk cahaya kilat dan hujan yang lebat. Ada apa dibalik hujan? kutemukan jawaban. . .mari gunakan semua warna yang kau punya, ciptakan Pelangi. Pita indah warna-warni. Biarkan harimu berseri. Dan senja datang. . . ayo gunakan sang Jingga yang jelita, ucapkan selamat tinggal pada bola cahaya raksasa. Hari menggelap?belum! mari kita torehkan Ungu dengan titik-titik cahaya . . .selanjutnya kau boleh menghitamkannya, biarkan gelap menemani mimpimu tapi jangan lupa simpan sebuah bintang díbawah bantal, bersama dengan kotak warnamu . . . Esok warnai lagi langitmu dengan warna apapun yang kau mau. . . Berjanjilah jangan biarkan langitmu kelabu!”

“Aku menulis bukan semata-mata karena aku ingin menjadi penulis. Aku menulis, karena aku ingin menulis. Seperti halnya aku mencintaimu. Memang benar, cita-citaku adalah menjadi suamimu (yang mengecup keningmu, ketika kebetulan aku terbangun lebih dulu). Tapi tidak semata karena itu. Aku mencintimu, karena aku ingin mencintaimu. Seperti itu.”