Quotessence
Home / Topics / Indonesia Quotes

Indonesia Quotes

Browse 424 quotes about Indonesia.

Related topics

Indonesia Quotes

“Sangat mudah untuk mencampuradukkan keahlian mengobrol dengan bakat. Seseorang tampak seperti penyaji yang baik, mudah diajak kerja sama, dan sifat-sifat tersebut dihargai. Mengapa? Keduanya adalah sifat yang berharga, tetapi kita memberikan nilai terlalu tinggi pada presentasi dan tidak cukup banyak pada substansi dan pemikiran kritis.”

“Di dalam memoarnya, dia (Stephen Wozniak) menawarkan nasihat ini kepada anak-anak yang menginginkan kreativitas besar: Kebanyakan penemu dan insinyur yang saya jumpai seperti saya — mereka pemalu dan hidup di dalam kepala mereka sendiri. Mereka hampir seperti seniman. Malah, yang terbaik dari mereka adalah seniman. Dan seniman bekerja dengan sangat baik ketika sendiri di mana mereka dapat mengontrol sebuah rancangan penemuan tanpa banyak orang yang merancang penemuan itu untuk penjualan atau untuk beberapa komite lain. Saya tidak percaya bahwa sesuatu yang sangat revolusioner bisa ditemukan oleh komite. Jika Anda adalah insinyur yang jarang itu yang merupakan seorang penemu dan juga seorang seniman, saya akan memberikan sedikit nasihat yang mungkin sulit untuk diterima. Nasihatnya adalah: Bekerjalah sendiri. Anda akan sangat bisa merancang produk dan fitur revolusioner jika bekerja sendiri. Bukan di dalam komite. Bukan di dalam tim.”

“Menurut psikolog Mihaly Csikszentmihalyi, yang antara tahun 1990 dan 1995 mempelajari sembilan puluh satu orang yang luar biasa kreatif dalam bidang seni, sains, bisnis, dan pemerintahan, kebanyakan subjeknya itu dipinggirkan oleh kelompok sosial saat remaja, sebagian besar karena "rasa ingin tahu yang besar atau ketertarikan terfokus terlihat aneh bagi kelompok seumurannya." Remaja-remaja yang sangat senang bersosialisasi untuk menghabiskan waktu sendirian sering gagal untuk mengembangkan bakat-bakat mereka "karena berlatih musik atau belajar matematika membutuhkan kesunyian yang mereka hindari.”

“Sekarang kita membikin takhyul dari berbagai wujud dunia modern. Modernisasi adalah salah satu takhyul baru, demikian pula perkembangan ekonomi. Model dari negeri-negeri industri maju jadi takhyul dan lambang baru, dengan segala jimat atau manteranya yang dirumuskan dengan kenaikan GNP atau GDP. Dan kita gagal melihat kerusakan pada nilai-nilai, kebahagiaan manusia, kerusakan dan peracunan lingkungan dan sumber alam oleh kemajuan ekonomi dan teknologi yang terjadi pada masyarakat-masyarakat berindustri maju itu.”

“sebab mencintai tanah air, nak, adalah merasa jadi bagian dari sebuah negeri, merasa terpaut dengan sebuah komunitas, merasa bahwa diri, identitas, nasib, terajut rapat, dengan sesuatu yang disebut Indonesia, atau Jepang, atau Amerika. Mencintai sebuah tanah air adalah merasakan, mungkin menyadari, bahwa tak ada negeri lain, tak ada bangsa lain, selain dari yang satu itu, yang bisa sebegitu rupa menggerakkan hati untuk hidup, bekerja dan terutama untuk mati..”

“Kami memang belum mampu bicara banyak di sepakbola. Namun atlit kami kami berhasil meraih podium tertinggi di event bulutangkis tertua di dunia,” sahutku bangga menahan air mata yang tinggal menunggu waktu untuk pecah. Merah putih pun berkibar dengan gagahnya beriring kumandang Indonesia Raya. (I am an Indonesian and I am proud, Dunia Tanpa Huruf R)”

“Apa arti kata pribadi dan keyakinan pribadi dan keyakinan harga diri dan nasion dan ibu dan segala istilah abstrak itu? Apa beda tentara dan gerombolan bandit? Apa beda seni kesatria dan nafsu membunuh? Apa perbedaan pahlawan kemerdekaan yang gugur dan serdadu penjajah yang mampus? Jelasnya, bagi yang mati itu? Nama harum, noda nasib? Semua jenderal yang menang disebut pahlawan, semua jenderal yang kalah disebut penjahat perang. Oleh siapa sebenarnya nama harum dan pujaan itu sebetulnya dibutuhkan? Oleh yang mati atau yang menjadi ahli waris ataua kelompok yang membutuhkan legitimasi? Pemerkokoh ideologi yang ditentukan apriori?”

“Bersemangat dan bersyukurlah jika ada banyak pekerjaan yang harus Anda selesaikan. Seseorang dengan penyakit kanker otak, lumpuh karena kecelakaan lalu lintas, atau seseorang yang tengah pusing menyusun lamaran pekerjaannya, pasti sangat mengharapkan untuk ada di posisi Anda sekarang. Jika demikian, bukankah memalukan apabila ada keluhan yang terposting di media sosial Anda?”

“Iblis tidak berjarak dengan diri kita, dengan karakter budaya, politik dan pasar sejarah kita. Malah Tuhan yang jaraknya cenderung semakin menjauh dari kita, kecuali pas kita perlukan untuk memperoleh keuntungan atau mentopengi muka. Akan tetapi dalam kehidupan kita Iblis bukan fakta. Ia hanya simbol. Idiom. Icon. Hanya abstraksi untuk menuding “kambing hitam”. Atau Tuhan kita perlukan untuk kapitalisasi karier, bisnis pendidikan, usaha dagang sedekah dan industri zakat, kostum religi perbankan dan bermacam-macam lagi dusta liberal penyelenggaraan kapitalisme kita.”

“I warung, spiegasti, sono come i nostri chioschi in Grecia, che vendono a buon mercato qualsiasi cosa, da bevande, penne e giornali, a shampoo, aspirine e servizi telefonici. Ti potrebbe sorprendere sentire che la Bukalapak, un’azienda cloudalista indonesiana, sta rilevando oltre tre milioni e mezzo di warung, digitalizzando i loro servizi con l’obiettivo non solo di trasferire sul cloud i loro multiformi mercati locali, ma anche di finanziarizzare le comunità locali che dipendono da loro attraverso microcrediti usurari, costosi trasferimenti di contanti digitali e servizi bancari di base. Mai troppo lento a capire, Jeff Bezos ha inviato la Jeff Bezos Expeditions in Indonesia e nel 2021 ha iniziato a investire in un concorrente della Bukalapak.”

“It was radicals like you and your father that hijacked your faith, hijacked a few planes, and made thousands of children orphans in a single day. You pretend my country beats you because you are poor, but you ignore that it was people of your faith that made this war. People like your father made this war. People like your father called for jihad. Well now you got it. You don’t like it? Tell the Imam that his ignorance made his people poor. You don’t understand Americans at all. We don’t beat you because you’re poor. You pissed us off. We’d beat your ass rich or poor.”