Quotessence
Home / Quotes / A Quotes

A Quotes

Browse famous quotes beginning with A. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.

All A Quotes

“Ada sesuatu yang hilang setiap kali kau bertemu dengan teman lamamu. Kata lama dalam istilah tersebut seolah menjadi pengekang yang membekukan lidah. Kau akan kehabisan kata-kata, bahkan meski kau menyimpang kenangan manis bersamanya. Kau tahu kau tak akan bisa kembali ke masa-masa itu, dan itulah yang membuatmu membujur kaku—mengutuk kelalaianmu sendiri untuk mengklaim balik posisi yang seharusnya sudah menjadi milikmu: seorang teman. Tapi kau tahu kau tidak bisa melakukannya. Kau bukanlah temannya lagi.”

“Ada tore open the package to find a small black leather book inside. Between its covers were no words, but instead page after page of pressed flowers: orange hibiscus, mauve Queen's crepe myrtle, purple passionflower, white spider lilies, red powder puffs. All of them, Ada knew, had come from her very own garden, and in an instant she was back in Bombay. She could feel the sultry air on her face, smell the heady fragrance of summer, hear the songs of prayer as the sun set over the ocean.”

“Adakah Kau Temukan Separuh Ilusi dalam 7 Bait Sajakku Ini? : Alejandra Pizarnik /1/  Ada riwan kekuningan dan kawanan angsa liar di jela-jela bunga bakung. Jerit tangis yang terperangkap dalam seringai bibir si mati yang tenggelam ke dalam rawa itu tadi pagi, sebelum ia sempat menafsirkan sajak ini. /2/  Tetapi, jangan silap oleh senyap yang hinggap di pokok dadap di belakang kuburan yang dijaga oleh seekor burung hantu buta. Dalam kalap mata si nara gila yang berhasil kabur dari lembaran ungu penjara otakmu. /3/  Sebab kuyakin, ada seekor rusa totol indigo dan sejumput rumput kelabu bening dalam gelak tawa kanak-kanak yang berlarian bersicepat mengejar angin mendaki bukit Lillahi ta’ala. /4/  Karena sajakmulah maka kutemukan titik-titik hujan yang urung terperangkap dalam cangkir porselen di jejak kaki para sufi dan dalam putih sorban para pencari tuhan. /5/  Sementara di pelupuk matamu ada kudapati sesayat pisau luka. Lagu cemar yang tercabar dari derai kepingan heran. Dan entah mengapa, telanjur terpatri jadi senyum pilu di sudut bibir para penjaja cinta. /6/  Namun, kukira itu bukanlah gelembung busa biasa, melainkan selaput tipis rasa takjub yang mungkin tak tersentuh oleh jari-jemari tangan Nizhami saat ia berkisah tentang Laila dan Majnun. /7/  Barangkali langit keruh kelabu sudah telanjur jenuh oleh tangisanku. Tangis yang diam-diam terpendam dalam curam jeram jantung kita. Serupa fatamorgana, ilusi dari cekaman rasa dahaga yang sungguh tiada terperi. (Januari 2014)”

“Adakah Kau Temukan Separuh Ilusi dalam 7 Bait Sajakku Ini? (Transcendence–Existentialist–Mystical–Bartesian) /1/ Di ambang cahaya yang gagal menemukan dirinya, aku melihat riak kuning yang tampak seperti sisa doa yang kehilangan tuannya. Seekor angsa liar melintas tanpa tahu apakah ia burung atau hanya gema dari sesuatu yang tak pernah selesai menjadi makna. /2/ Jangan percayai hening yang menggantung di dahan dadap itu. Ia bukan sunyi, melainkan mata ketiga dari kesadaran yang menatap balik pada penafsirnya. Seekor burung hantu buta menjadi penanda yang terlantar— simbol yang dibuang dari mulut bahasa. /3/ Aku bersaksi tentang rusa totol indigo yang lahir dari tawa kanak-kanak, bukan sebagai hewan, tetapi sebagai fragmen kosmik yang melampaui tubuh, sejarah, dan dilatasi waktu. Rumput kelabu bening di kakinya mengajarkan bahwa setiap permainan adalah ritual kecil dari keberadaan yang mencari arti sendiri tanpa pernah menemukan. /4/ Karena sajakmulah, aku melihat hujan yang sempat ragu turun ke dalam cangkir para sufi— bukan sebagai air, melainkan sebagai niat kata yang gagal menjelma doa. Di antara lipatan sorban putih itu ada jeda panjang tempat Tuhan pernah sembunyi untuk melupakan nama-Nya sendiri. /5/ Di pelupuk matamu kutemukan bilah luka yang tak tunduk pada bahasa mana pun. Heran luruh menjadi serpihan kaca, mengiris senyum para penjaja cinta. Barangkali itu bukan kesedihan, melainkan alfabet purba yang kehilangan suaranya sebelum sempat menjadi kata. /6/ Ada selaput tipis takjub yang tak pernah disentuh oleh jari Nizhami atau siapa pun yang mencoba menafsirkan asmara. Ia bukan cinta, melainkan bayangan semu— penanda yang tersesat di lorong gelap kesadaran yang menolak direstorasi. /7/ Langit keruh kelabu tampak jenuh oleh seluruh tangisanku, tangis yang bernaung di ceruk terdalam jantung kita seperti embun yang takut menjadi air. Barangkali memang begitu cara ilusi bekerja: menyamar sebagai kesunyian saat dahaga merayap jauh ke gurun paling sunyi di dalam diri. November 2025”

“Adalara, gemilerin binde bir uğradığı, insan ayağının binde bir bastığı adalara benzer Ece Ayhan. Bir de Ortaçağ kalelerine, şatolarına, o surlar, hendekler, kuleler, mazgallar, asma köprülerle çevrili, nerden ve nasıl gidileceği belli olmayan, bu yüzden de yanına pek yaklaşılmayan ancak karşıdan görülen, bakılan Ortaçağ kalelerine, şatolarına. Gerisinde yol iz bırakmamıştır çünkü, görünmek yetmiş gibidir. Hem niçin bıraksın? Kendisi de öyle gelmemiş midir buraya. Kimsenin elini tutmadan, kimseye yaslanmadan, yalnız kendi külünü yaka yaka.”

“Adam and Aaron. Aaron because I was in love, Adam because he beat me. I met Adam first, then Aaron. The wound, then the salve. Maybe you don't know that you're wounded until you receive the salve. The salve that makes everything come back. After you get beaten, you don't go out. Your face swells into a snout. You don't buy Tylenol or groceries, because you'd look like an animal loosened onto the streets. Animal control would mistake you for something else. Instead, I stayed indoors. I washed the blood off the walls and the sheets. The splattered pillow I kept as evidence, not for anyone else, just for myself. I listened to music. Cat Power, The Covers Record. I caught up on my reading. From Primer to Abuse: Practiced abusers don't hit a woman in the face. The novice abuser is pushed to it only by extreme, uncontrollable conditions. I read it again. Not 'conditions'; 'emotions.' I brushed up on philosophy: To live is to exist within time. To remember is to negate time.”

“Adam and Eve entered the world naked and unashamed - naked and pure-minded. And no descendant of theirs has ever entered it otherwise. All have entered it naked, unashamed, and clean in mind. They entered it modest. They had to acquire immodesty in the soiled mind, there was no other way to get it. ... The convention mis-called "modesty" has no standard, and cannot have one, because it is opposed to nature and reason and is therefore an artificiality and subject to anyone's whim - anyone's diseased caprice.”

“Adam and Eve, God's first image-bearers, made to love and reflect God in creation, had now become the world's first sinners. Everyone born after Adam inherited it. And, just like Eve, I from birth, would experience the remnants of her dealings with the serpent. Being born human meant that I had the capacity for affection and logic. Being born sinful meant both were inherently broken... Desires exist because God gave them to us. But homosexual desires exist because sin does. Loving Him, as were were created to do, involves both the will and the affections, but sin steals this love God placed in us for Himself and tells it to go elsewhere.”