A Quotes
Browse famous quotes beginning with A. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.
“Ad astra per aspera. Translated: "to the stars through difficulties".”
“Ad campaigns are necessary for competition. But good PR educates people; that's all it is.”
“Ad hominem is a notoriously weak logical argument. And is usually used to distract the focus of a discussion - to move it from an indefensible point and to attack the opponent.
~ Lord Aquitainus Attis ~ Furies of Calderon by Jim Butcher”
Source: Furies of Calderon
“AD is self-absorbed, weak, lusty and wrongdoer, and at the same time good, loyal, progressive, frank, and respectful. He is good. He is bad. He is ban. He is boon. He is justified. He is not justified. He is normal. He is abnormal. He is complicated or he is simple. But one thing is decided, he is natural and “this is a man.”
“Ad ogni costo bisogna che l'Amore rimanga nel mio cuore. Se vado in prigione senza Amore, che cosa accadrà della mia anima? Preferirei dire, o che si dicesse di me, che fui così tipicamente figlio della mia epoca da finire, nella mia perversità, e per amore di quella stessa perversità, col volgere il male i beni della mia vita, e i mali della mia vita in bene. Ciò che si dice, tuttavia, da parte mia o di altri, importa poco. Ciò che importa, ciò che ancora mi attende, ciò che ho da fare se non voglio rimanere mutilato, guasto e incompleto per il breve resto della mia vita, è di assorbire nella mia natura tutto quel che mi è stato fatto, farlo parte di me, accettarlo senza lamenti, paura o riluttanza. Il vizio supremo e la superficialità. Tutto ciò che è vissuto fino in fondo è giusto.”
Source: De Profundis
“Ad ogni passo e ogni sguardo, si rimane affascinati, un po’ come un bambino quando scopre cose nuove e rimane sbalordito.”
Viaggio itinerante di 7 giorni nella terra di Tamerlano, percorrendo parte della Via della Seta, alla scoperta di un Paese che ha superato di molto le mie aspettative.
Itinerario iniziato a Khiva e terminato nella capitale Tashkent, ammirando posti straordinari, tra moschee, madrase, alcuni musei e laboratori artigianali, ma anche scoperto quanto sia fantastica ed ospitale la popolazione uzbeka.
Questo libro è stato pensato come una specie di “guida-racconto”, dove vengono raccolte non solo le mie esperienze di viaggio (per la prima volta in gruppo), ma anche cenni storici, leggende, alcune curiosità e più 100 immagini, oltre ad una sezione dedicata per dimostrare la bellezza di questo fantastico Paese.”
Source: Rahmat Uzbekistan!: Tour di 7 giorni nella terra di Tamerlano, lungo la Via della seta.
“Ad un certo punto della vita non è la speranza l’ultima a morire, ma il morire è l’ultima speranza.”
Source: Una storia semplice
“Ad undici anni, sia pure precoci, si sogna vasto e confuso, senza riferimento alle cose reali, inventando il futuro, e sentendo solo il terrore la baldanza e l'inafferrabile acerbità della vita.”
Source: Lucrezia Borgia
“Ad we interviewing each other?
Something like that.
What position am I applying for?
Best friend.
I thought I already had the job.
Don't be so sure, you arrogant son of a bitch.”
Source: Aristotle and Dante Discover the Secrets of the Universe
“Ada: And why life? (Pause.) Why life, Henry? (Pause.) Is there anyone about?
Henry: Not a living soul.
Ada: I thought as much. (Pause.) When we longed to have it to ourselves there was always someone. Now that it does not matter the place is deserted.”
Source: Embers
“Ada banyak cara untuk bertumbuh: minum susu dan tarik selimutmu, atau berdiskusilah hingga habis jam tidurmu.”
“Ada banyak lapisan dalam perasaan seorang wanita. Terkadang apa yang ia tunjukkan kepada dunia, berbeda dengan apa yang sebenarnya ia rasakan di hatinya.”
Source: Ti Amo, Tia Amoria
“Ada banyak momen yang kukira mustahil kulalui dalam hidup, yang membuatku tertegun dan berpikir, “Jika aku bisa, pasti karena doa ibu dan ayahku.”
Source: Posesif
“Ada banyak solusi selain membunuh seseorang. Kecuali tidak ada jalan keluar lagi. Tidak selalu seorang tukang pukul itu pembunuh seperti penjahat.”
Source: Pergi
“Ada beberapa manusia yang benar-benar tak bisa bertukar kata saat duduk berdua, ini tak sesederhana seperti yang orang-orang pikirkan. Mulut membeku, sepenggal kata pun tak ada yang terlintas, hanya ada perasaan haru yang aneh. Mungkin ini hanya mengada-ada, tapi ini sama seperti menyuruh orang buta menerka ada warna apa saja di matanya.”
“Ada berjuta wajah yang senantiasa disembunyikan oleh manusia ketika mereka berbicara. Hal yang selama ini diyakini sebagai sebuah kebenaran sejatinya hanyalah selubung untuk menyamarkan kedustaan. Pula sebaliknya, sebuah kebohongan bisa saja jadi suatu kebenaran yang sukar untuk dicerna sekalipun pahit untuk diterima.”
“Ada came from Lwów. She was a very good looking girl who was studying mathematics at the University of Geneva. For a few years I had an off-and-on romance with her.”
“Ada dua gagasan yang hidup di dalam pikiran manusia:
yang satu dilingkupi rasa cukup,
yang lain dibungkus rasa takut."
Yang pertama berkata,
“Aku bisa mencipta, karena dunia ini penuh kemungkinan.”
Yang kedua berbisik,
“Jika orang lain mendapat, maka bagianku akan berkurang.”
Orang yang hidup dalam kelimpahan melihat peluang di tengah kekurangan,
sementara mereka yang hidup dalam ketakutan
melihat kekurangan di tengah peluang.
Mereka berjalan di jalan yang sama,
namun yang satu menatap langit penuh bintang,
dan satu hanya melihat tanah berbatu yang tidak rata di bawah kakinya.
Yang satu berpikir bagaimana caranya untuk jadi pemenang
Sementara yang lain terperangkap dalam ketakutannya sendiri sebagai pecundang.”
“Ada dua jenis kekuatan besar yang bisa mengguncangkan dunia: gempa dahsyat dan ide-ide besar.”
“Ada dunia di sekelilingmu. Ada aku di sampingmu. Namun, kamu mendamba rasa sendiri itu.”
Source: Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
“Ada girl, adored girl, [...] I'm a radiant void. I'm convalescing after a long and dreadful illness. You cried over my unseemly scar, but now life is going to be nothing but love and laughter, and corn in cans. I cannot brood over broken hearts, mine is too recently mended.”
Source: Ada: or, Ardor, a family chronicle
“Ada hal-hal, tindakanmu sendiri, yang darinya kau tidak dapat dipulihkan lagi. Sesuatu telah terbunuh dalam dadamu; terbakar hangus.”
Source: 1984
“Ada hal-hal yang ingin aku lupakan — saat -saat di mana aku merasa dunia tidak adil dan tak ada seorang pun yang menuntut keadilan untukku.”
Source: Februari: Ecstasy
“Ada hal-hal yang tidak bisa dibicarakan justru karena sahabat.”
Source: Girls in the Dark
“Ada jenis kesedihan yang berbeda daripada yang selalu ia rasakan ketika menangis. Kesedihan yang membuatnya ingin tersenyum tipis karena itu membuatnya yakin bahwa segalanya akan baik-baik saja.”
Source: Hanami
“Ada juga yang nyinyir karena menganggap caranya kurang prawiro dan bermartabat”
Source: Matahari Mata Hati
“Ada kala kata harus di simpan dalam hati saja.”
“Ada kalanya dalam hidup, sejenak melupakan kepedihan dan habiskan waktu untuk bertingkah konyol, tertawa, serta lupakan sejenak berlaku "normal".”
Source: BTS X ARMY In the Love Maze
“Ada kalanya lelaki terkesan oleh perempuan lantaran dia sedang berada di luar lingkungan sehariannya, seperti yang terjadi pada para pekerja pengukur tanah itu. Ada kalanya lelaki tunduk kepada naluri pemberian alam; kecenderungan berpetualang. Ada kalanya pula seorang perempuan memang dibekali kelebihan-kelebihan tertentu sehingga kehidupan memberinya tempat pada wilayah perhatian lawan jenis.”
Source: Ronggeng Dukuh Paruk
“Ada kalanya remaja muslimah salah jalan. Bergaul dengan lingkgn yang kurang ghirohnya. tergoda berhubungan dekat dengan bukan muhrimnya”
Source: Muslimah Kudu Happy
“Ada kata yang merangkum kesetaraan, perhatian, & cinta!
Laki-laki & Perempuan
saling mengenal, saling memahami, saling bantu, bergandengan tangan (ups!), saling menanggung, & cekatan mendahulukan. Serasi..!
Lalu? Harusnya kau tahu bidadari bisa cemburu. Itu tantangan. Untuk mendekatkan sumbu potensi diri dengan nyala suci ruh keshalihan. Agar bidadari cemburu padamu? Bukan dengan tebar pesona fisik tentu. Karena pasti 'muke lu jauh' he..he..
Tak jua dengan memenjara diri antara dapur, kelambu & sumur, karena Allah & Rasul tak pernah bermaksud begitu.”
“Ada keganjilan dalam kebenaran yang tak pahit.”
Source: Master of Stupidity
“Ada keinginan yang tak ingin padam dalam jiwa seorang penulis. Kata-kata yang bukan sekadar hiasan, melainkan harapan: agar siapa pun yang membaca tulisannya menemukan lebih banyak cahaya di dalam dirinya sendiri.”
“Ada luka sumbing serupa gempil bibir poci di hati semua orang. Cacat yang berusaha keras mereka sembunyikan dari dunia. Tapi tak semestinya kita mengenakan topeng hanya demi menutup secebis luka. Tak semua hal mesti kita cerna dengan tatapan mata curiga serupa itu. Maka dari itu, coba dengarkan apa kata Bundamu ini, Nak. Manusia tak perlu harus jadi sempurna agar ia dihargai. Sebagaimana keindahan bisa muncul dari hal kecil dan sederhana. Termasuk apa yang tampak pada selembar kain batik yang lusuh atau cangkir teh yang somplak ujungnya.
Kita bisa belajar dari kintsugi, menjadi bijak tanpa harus bergegas menjadi tua; bagaimana menorehkan pernis emas pada sebuah cawan tembikar yang terlanjur retak. Betapa sesungguhnya, sebuah guci porselen yang jatuh, pecah dan bahkan rusak tak berarti kehilangan semua nilai yang dimilikinya. Ketidaksempurnaan tidak akan mengecilkan arti dirimu. Sebab hanya ketangguhanmu melewati bukit penderitaanlah yang akan membuatmu menemukan cahaya kebahagiaan yang sesungguhnya.
Bagaimana kamu bisa belajar menghargai kekurangan pada diri sendiri. Bagaimana kamu bisa menerima kesalahan dan bahkan kegagalan. Sebagaimana alam memaknai wabi sabi, ketidak sempurnaan bukan sesuatu yang harus ditolak atau disangkal. Ia mesti disambut sebagai air telaga yang jernih, kesegaran embun di pagi hari, atau aroma petrichor di musim penghujan.
Setiap kali engkau jatuh dan menjadi rapuh, engkau bisa merangkaikan kembali serpihan serpihan hatimu. Tak akan pernah kehilangan tujuan yang engkau perjuangkan. Sebab setiap bekas luka seperti juga keringat dan airmata, adalah permata yang lahir dari segenap jerih payahmu. Ia terlalu berharga untuk kamu sia siakan. Manik manik gemerlap yang dapat engkau rangkai menjadi perhiasan unik nan cantik yang akan selamanya jadi milikmu.
Jangan pernah takut terantuk batu.
Jangan sekalinya jeri dicerca burung. Jangan merasa ngeri terempas badai. Sebab saat nanti engkau sampai ke puncak, kau akan bisa melihat dunia sebagai miniatur lanskap yang permai dan elok untuk dikenang. Karena demikianlah semestinya hidup, ia adalah keindahan yang tercipta dari kekurangan dan ketidaksempurnaan diri kita.”
“Ada m’afferrò subito la mano. Ebbi un brivido. Offre molto una donna porgendo la mano! Ho sempre sentito questo. Quando mi fu concessa una mano mi parve di afferrare tutta una donna. Sentii la sua statura e nell’evidente confronto fra la mia e la sua, mi parve di fare atto somigliante all’abbraccio.”
Source: La coscienza di Zeno / Senilità
“Ada masa di mana kita merasa sangat berantakan & membayangkan seandainya semua ini bisa di-undo, dibatalkan. Atau seandainya saja hidup kita bisa di-reset, diulang lagi. Sehingga yang berantakan itu jadi rapi”
Source: How to Reset Your Life
“Ada masa, dimana akhir perjalananmu harus diakhiri dengan tanda titik.”
“Ada matahari terbit dan terbenam setiap hari, dan mereka benar-benar gratis.
Jangan sering-sering melewatkannya!”
“Ada orang-orang yang kemungkinan sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka, biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru membawa kedamaian.”
Source: Hujan
“Ada penawarnya kok. Kalau sentuhan, ntar wudlu juga gugur dosanya.
Yaelaaaah…mau bikin alibi ya?
Mau bolak-balikin hukum sesuai dengan kepentingan sendiri?
Kan di hari akhir, semua anggota badan bicara dan ngaku sendiri, lho”
Source: Gue Takut Allah
“Ada perkara dalam dunia yang mampu kau nilai keberadaannya dengan secebis harta , namun tidak pada keikhlasan hati seseorang manusia.”
“Ada ruang-ruang kelam dalam hati manusia, salah satunya ditempati rasa bersalah.”
Source: Playing Victim
“Ada saatnya balas dendam lebih baik daripada balas budi.”
“Ada saatnya dimana kita akan berlibur berdua, tidak ada yang mengganggu, tidak ada bising, selain terjangan ombak terhadap karang, kita akan bercengkrama membicarakan komitmen kita berujung dimana. Sesampai senja kita akan berjalan lebih ke tengah mencari karang yang luas dan kita duduk ditengahnya, agar ombak tak mampu membasahi badan. Kita saling menggengam erat, agar ombak dahsyat tidak menjatuhkan kita. Sampai senja hilang, kita juga. Tak ada yang melihat, tak ada yang tau apa yang kita bicarakan dan kita lakukan.”
“Ada satu kebiasaan yang aku temukan pada orang-orang yang memiliki hidup yang berbahagia dan berkepenuhan, mereka selalu memulai hidupnya dengan ucapan terima kasih.”
“Ada satu waktu di mana orang berjalan bermil mil untuk mendapatkan air. Sedang yang lain mesti menggali berkilo meter dalamnya untuk menemukan sumbernya. Tapi, bukankah ada mata air di dalam setiap hati, dan telaga jernih di dalam setiap pikiran? Mereka yang bijak tahu bagaimana mereka bisa minum tanpa harus membuang energi dengan percuma dan sia-sia. Mereka yang bijak tahu di mana letak samudra kebenaran yang sesungguhnya. Bukan jauh di luar sana, melainkan dekat di dalam diri mereka sendiri.”
“Ada sebagian golongan masyarakat yang meneriakkan kebebasan bersuara dan hak asasi manusia. Namun, di saat yang bersamaan golongan ini juga membunuh kebebasan bersuara dan hak asasi manusia dengan membungkam orang-orang yang mencoba mengkritisinya. Dalih mereka adalah "urus saja hidup anda sendiri. masing-masing sajalah". Yang lebih parah dari membunuh kebebasan bersuara dan hak asasi manusia adalah menanamkan doktrin untuk menjadi masyarakat apatis.”
“Ada sebuah kisah tentang bagaimana pada suatu pagi musim semi ketika matahari cerah menyinari dedahanan prem di mana dua atau tiga kembang mekar terdapat seorang pelajar Heidelberg bergelantungan di sana, mati.”
Source: The Setting Sun
“Ada sebuah panggilan yang seperti datang dari dalam dirinya. Inikah yang selama ini dia cari?”
Source: Matahari Mata Hati
“Ada sebuah ungkapan bijak yang mengatakan bahwa manusia itu ada empat macam. Pertama, mereka yang tahu bahawa dirinya tahu. Yang ini patut dipercaya dan diikuti. seperti disinyalir dalam al-Qur’an: ula’ika l-ladziina hadallah, fa-bi-hudaahum iqtadih! (al-An’aam: 90). Kedua, mereka yang tidak tahu bahwa dirinya tahu. Yang seperti ini harus diingatkan dan disadarkan dulu sebelum diikuti. Ketiga, mereka yang tahu bahwa dirinya tidak tahu. Yang semacam ini perlu dibimbing dan ditunjukkan. Keempat, mereka yang tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu. Yang model begini tidak perlu dilayani, kerana cenderung ngeyel ‘merasa tahu tetapi tidak tahu merasa’. Kepada golongan ini kita disarankan cukup berkata: salaamun ‘alaykum la nabtahghi l-jaahiliin (al-Qashash: 55).”
Source: Orientalis & Diabolisme Pemikiran