A Quotes
Browse famous quotes beginning with A. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.
“Apabila dalam perjalanan hidupmu, kepalamu sering membentur meja-meja yang menawarkan kesombongan, maka cepat-cepatlah membumi agar congkakmu tak terlalu tinggi sampai ke taraf pengakuan diri. Karena sejatinya sombong itu pakaian tuhan yang akan kebesaran jika kaucocokkan dengan pakaianmu yang usang.”
“Apabila engkau melihat seseorang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka unggulilah dia dalam masalah akhirat.”
-Hasan Al Bashri-”
“Apabila kami berkomunikasi, perbualan kami nipis perkataan, tetapi kaya dengan gerak geri, sarat dengan tanda baca, kesunyian yang hamil tanpa apa-apa kata.”
Source: Dentang
“Apabila kami menghendaki orang lain mengikuti jejak kami, maka contoh yang kami berikan haruslah sesuatu yang berbicara, menimbulkan rasa kagum dan keinginan untuk menirunya.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Apabila kita mengabadikan warisan zaman silam Islam - ketika menamakan institusi awam, ataupun ketika menggambarkan kegemilangan masa silam dalam buku dan di muzium - kita mestilah sentiasa ingat bahawa warisan ini terbina berdasarkan keyakinan umat Islam terhadap Islam. Keyakinan ini dikekalkan dengan adanya kemakmuran material, yang didukung oleh tahap kestabilan politik dan perundangan yang mencukupi.”
Source: Pencapaian Masa Lalu dan Cabaran Semasa Dalam Dunia Islam
“Apabila lihat orang lain lebih pandai dan berjaya, lihat kembali apa usaha kamu untuk cipta kejayaan diri.”
“Apabila menginginkan negara maju & rakyat sejahtera, kita harus mampu menegakkan demokrasi & harmoni.”
“Apabila sebagai pengarang harus kutangguhkan begitu banyak ketidakadilan di tanahair sendiri, penganiayaan lahir-batin, perampasan kebebasan dari penghidupan, hak dan milik, penghinaan dan tuduhan, bahkan juga perampasan hak untuk membela diri melalui mass-media mau pun pengadilan, aku hanya bisa mengangguk mengerti. Sayang sekali kekuasaan tak bisa merampas harga diri, kebanggaan diri, dan segala sesuatu yang hidup dalam batin siapa pun.”
“Apabila seorang manusia terpisah dengan orang yang dia cintai, ingatannya terhadap orang itu pasti akan pudar juga. Sedikit demi sedikit. Malangnya, lompong kosong yang hilang mendadak dalam hati itu tidak akan begitu mudah diabaikan. Lompong itu akan menuntut manusia mengisinya. Akhirnya si manusia terpaksa akur lalu melengkapkannya menggunakan apa-apa sahaja yang tinggal. Menggunakan memori.”
Source: Mawaddah Ilmi Ingin Pulang
“Apabila seseorang memberi kita hadiah... Di kartu ucapannya tertulis : kamu tidak terhingga, kamu memesona, kamu gampang disayangi, dan selalu terhindar dari derita, kamu disirami karunia, kamu akan selalu berbahagia. Pasti kita akan jatuh cinta pada pemberi hadiahnya, bukan?”
Source: Forget-Me-Not
“Apabila seseorang memberi kita hadiah... Du kartu ucapannya tertulis : kamu tidak terhingga, kamu memesona, kamu gampang disayangi, dan selalu terhindar dari derita, kamu disirami karunia, kamu akan selalu berbahagia. Pasti kita akan jatuh cinta pada pemberi hadiahnya, bukan?”
Source: Forget-Me-Not
“Apache have the strongest nation in the world behind them. So we're going to inflict pain where our European aunts and uncles had to endure it. And so the fact that you could actually get Nazis scared of a band of Jews, that's - again, that's a gigantic psychological thing.”
“Apaixonou-se por arvoredos,
Pela solidão das terras nuas,
Por noites de estrelas, pela lua.”
Source: Eugene Onegin
“Apakah ada alasan bagiku bertahan di tempat ini? Jika ada, berikan satu saja alasan untukku bertahan disini. Maka, 'kan ku pertimbangakan 'satu alasan' itu.”
“Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Aku tahu. Hidup ini sungguh aneh, juga tidak adil. Suatu kali hidup melambungkanmu setinggi langit, kali lainnya hidup menghempaskanmu begitu keras ke bumi. Ketika aku menyadari dialah satu-satunya yang paling kubutuhkan dalam hidup ini, kenyataan berteriak di telingaku dia juga satu-satunya orang yang tidak boleh kudapatkan.”
Source: Autumn in Paris
“Apakah angin kencang merobohkan, pohon pun
terguncang, hatimu pun tumbang, jika saja kau dapat
kutanam kembali?”
Source: Melukis Asa
“Apakah arti kematian ini selain pelukan keabadian. Tempat kemana air mataku jatuh bergulir, kemana rohku pergi melangkah, dan sayap-sayapku terbang tinggi membubung.
- Harsimran Tapasvi, Tawanan Kepedihan”
“Apakah arti relasi dengan orang terdekat atau teman hidup? Sebagian orang mengartikannya sebagai pendamping hidup dalam melewati suka dan duka, membina satu hubungan rumahtangga yang harmonis, bersama-sama meraih kesejahteraan keluarga. Aku pun demikian. Namun lebih jauh lagi, teman hidup bagiku adalah partner perjuangan. Sebuah relasi bisa saling memberi ruang bagi semangat positif masing-masing. Sejak berpacaran dengan Alva, dan memiliki niat serius untuk masuk ke jenjang pernikahan, aku tahu permulaan apa yang harus kami buat. Yang harus kami bina adalah melatih diri kami untuk menjadi "pembentuk" sukses satu sama lain. Dan pada akhirnya, menjadi sukses bersama. Relasi kami jangan saling mengubur potensi masing-masing, atau lebih parah lagi melumpuhkan hasrat untuk berkembang.”
Source: Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar
“Apakah benar seperti kata orang bahwa di dalam alam yang amat lebar dan luas ini tidak ada dua benda yang benar-benar serupa, tidak ada dua orang yang sungguh-sungguh sama sifatnya.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Apakah cinta selalu menyediakan air mata?”
Source: Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku
“Apakah di Wall Street atau di sebuah lingkungan kumuh di Surabaya, tidak ada kapitalisme tanpa artikulasi lokal.”
Source: Market Cultures: Society and Morality in the New Asian Capitalisms
“Apakah dunia ini tidak bisa hadir biasa-biasa saja, tanpa cerita-cerita tak masuk akal yang sulit dipercaya?”
Source: Sepotong Senja untuk Pacarku
“Apakah gunanya memaksa orang laki-laki menyisihkan udang sekadarnya, kalau perempuan yang memegang rumah tangga tidak tahu akan harga uang itu?”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Apakah hal yang kamu lakukan baik atau tidak, keren atau tidak keren sama sekali, pada akhirnya yang memiliki arti bukanlah sesuatu yang bisa dilihat, tetapi apa yang bisa dirasakan oleh hatimu. Agar bisa mengerti sebuah nilai, kadang-kadang kamu harus melakukan sesuatu yang buang-buang waktu. Namun, bahkan suatu tindakan yang kelihatannya sia-sia, tidak selamanya berakhir demikian.”
Source: What I Talk About When I Talk About Running
“Apakah hidup ini akan menjadi membosankan, jika hanya melulu soal patah hati dan perasaan yang tak berbalas?”
“Apakah ini terkait dengan peristiwa terbunuhnya para ahli hukum di tahun 1992? Apakah ini salah satu taktik Organisasi untuk mengendalikan media beserta kontrol politik negara? Menutupi kejahatan negara yang sebenarnya, Pak Barata?” Wartawan wanita memakai rompi cokelat dengan topi bertuliskan salah satu stasiun televisi dan menutupi sebagian wajahnya memberikan Barata pertanyaan yang membuat geram tanpa sanggup menjawab.”
Source: PROMISE : Cinta, Rahasia dan Konspirasi
“Apakah kamu akan mengunjungiku ketika air mataku tidak lagi mengeluarkan bunyi?
PERTANYAAN UNTUK BONA SI BELALAI Panjang - 39”
Source: Pagar Rumahku Berubah Warna
“Apakah kamu mencintaiku? Kalau itu membuatmu tinggal denganku malam ini, ya.”
Source: Blue Vino
“Apakah kau pernah merasakan kesepian melahap sekujur tubuhmu? Seperti angsa hitam yang memudarkan warnanya di telaga yang sunyi. Di kesendirian malam yang gelap, tanpa bintang, tanpa awan, tanpa angin, hanya gelap yang lebih gelap dari pada gulita.”
Source: Bulan Ziarah Kenangan
“apakah kita perlu menata ulang hidup atau setidaknya membenahi diri untuk bisa menjalankan hidup yang lebih berarti”
Source: How to Reset Your Life
“Apakah mereka yang terlahir makmur.. layak untuk berbicara tentang perang?”
Source: Master of Stupidity
“Apakah orang yang benar-benar ikhlas sempat berasa tertindas ketika membuat kebaikan yang tidak dibalas?”
Source: Beduk Diketuk
“Apakah penampilanku satu-satunya hal yang membuatku berharga? Jika begitu, jangan tatap aku. Wajahku bisa menyembunyikan hati yang palsu.”
“Apakah perlu mengungkit masa lalu? Aku rasa tidak. Namun, seringkali rasa penasaran akan hal yang tidak kesampaian mengalahkan akal sehat, untuk tidak tak menoleh padanya *masa lalu*”
“Apakah permata itu? Yaitu cinta yang kuat d antara saudara. Rasa kasih sayang di antara kaum sedarah,”
Source: Minamoto no Yoritomo 2: Akhir Kekuasaan Klan Taira
“Apakah seharga itu kedudukan Kyai dan Nyai? Ditukar dengan materi dan kemewahan?”
Source: Gus
“Apakah seorang pencari keheningan adalah si mulia? ataukah si pengecut yang tidak berani menghadapi masalah dunia?”
“Apakah sudah nasibku untuk menjadi lain daripada apa yang telah disuratkan nasib? Tidak menjadi perempuan (menurut pengertian kata ini yang diterima orang) dan tidak menjadi dokter (menurut gelarku dari sekolah kedokteran)? Atau memang sudah nasibku untuk menjadi orang sebelum menjadi perempuan, menjadi seorang seniman sebelum menjadi seorang dokter?”
Source: موت معالي الوزير سابقاً
“Apakah tempat memandang yang sama akan menghasilkan penglihatan yang sama?”
Source: Sepotong Senja untuk Pacarku
“Apakah tuduhan saudaranya bahwa dia gegedhen ampyah itu benar?”
Source: Matahari Mata Hati
“Apakah tulisan pria ada artinya kalau tidak dibaca siapa pun? Apakah kata kata memiliki arti kalau tidak pernah didengarkan?”
Source: Romancing Mister Bridgerton
“Apalah arti imanmu, kalau engkau masih mencaci, memaki dan bahkan menghujat keimanan dan keyakinan orang lain”
“Apalah artinya kesedihan, bila tak mampu merubah keadaan? Apalah artinya kehilangan, jika tak mampu menggugah kesadaran?”
Source: Perempuan Dalam Hujan
“Apalah ertinya malu ditelanjangi, kalau sudah tidak ada rasa malu jadi tentera penjajah, untuk menjajah negara sendiri?”
Source: Rindu Aroma Padi Bunting
“Apalah gunanya impian bila tidak diwujudkan?”
Source: Fantasy Fiesta 2011: Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2011
“Apalah gunanya pemerintah memaksa orang laki-laki menyisihkan uang, kalau isteri-isteri mereka yang menyelenggarakan rumah tangga tidak mengenal tentang nilai uang?”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Apalah nama perasaan ini? Dia telah pergi, terpisah ribuan kilometer dariku.”
Source: Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah
“Apalah yang bisa pasti dari perasaan manusia?”
Source: Jazz, Parfum, dan Insiden
“Apanya yang 'selamat' dari selamat tinggal?”
Source: As Seen On TV
“Apapun keadaannya, aku bangga menjadi anak ayah”
Source: Menjemput Akhir