A Quotes
Browse famous quotes beginning with A. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.
“Aku pikir hanya ada batas tipis antara tidak pernah dan sekali,maka hari itu aku belajar banyak bahwa ada perbedaan besar di satu kali kesempatan”
Source: Coppelia
“Aku pun tahu Sukab, senja yang paling keemas-emasan sekalipun hanya akan berakhir dalam keremangan menyedihkan, ketika segala makhluk dan benda menjadi siluet, lantas menyatu dalam kegelapan.”
Source: Sepotong Senja untuk Pacarku
“Aku punya sejuta alasan untuk melupakanmu, tapi tak ada yang bisa memaksaku untuk berhenti mencintaimu.”
Source: How To Stay Single
“Aku sadar sesadar-sadarnya waktu aku ngasih hatiku ke kamu. Mencintai kamu nggak pernah jadi beban buatku. Aku cinta kamu. Dan, itu bukan beban.”
Source: Take Me for Granted
“Aku salalu merasakan kehadiranmu, meski dirimu jauh, bukan karena ada jarak, tapi karena kamu yang diluar orbit lintasanku, tak mungkin aku keluar dari garis edarku. mendekatlah dalam jangkauan gravitasiku, hingga cukup bagiku untuk menjagamu agar selalu ada disisiku”
“Aku sangat mencintaimu hingga hati ini terasa sakit.
Apakah kamu datang ke sini hanya untuk melihat seberapa dalam lukaku?”
“Aku sedang ; mengalami kenyataan dalam mimpi dan mulai bermimpi dalam kenyataan”
“aku sekarang di dermaga terbuka
menunggu angin sejuk terlepas dari teluk
dan di hadapanku kapal berpusar
gagal menemui pelabuhan
apalagi pantai yang tidak berpulau.
(Autobiografi)”
“Aku sekeping peta yang terhukum
aku tanah, sungai, laut, langit, dan udara
sekumpulan penyangak menggunting tubuhku
hingga kurus dan tirus
di satu resolusi.”
Source: Kumpulan Puisi Suara Bukit kepada Langit
“Aku selalu berhasil menulis semua keindahan yang ada, namun tidak dengan dirimu. Ujung penaku seakan tak mampu untuk menuliskan akhir dari sebuah cerita.”
“Aku selalu ingin jadi pemeran utama di hatimu.
Tapi aku lupa di hatimu tidak ada film apapun.”
“Aku selalu larut pada keindahanmu, tidak cukup bagiku hanya menguntai kata perihal dirimu, pesonamu bak gemintang yang memberi kesejukan, gemulaimu bak rembulan yang selalu bersinar tatkala gelap bermunculan.”
“aku selalu memenangkan hati dan sedihmu
aku juga selalu membalas rasa sayangmu
tapi aku juga sukar untuk menahan sebuah rasa
rasa untuk orang lain
aku rasa kau mungkin sangat amat mencintaiku
dan hanya bisa meyakinkanmu bahwa kau tidak harus terus berjuang
sekarang, coba berlarilah..”
“Aku selalu mengagumi bagaimana rokok bisa menjadi candu bagi sebagian besar orang. Padahal, rasanya pahit dan tidak jelas. Seperti memenuhi udara di rongga-rongga mulut dan hidungmu, kemudian melepasnya. Terus begitu berulang-ulang. Rasanya seperti orang stres.”
Source: Javier
“Aku selalu menyangka kemuliaan itu kalau seseorang berada di depan. Memimpin. Atau berkhotbah, mengajari, bertaushiyah di depan, di panggung. Tapi Allah menunjukkan sesuatu yang lain.”
Source: Once More Ramadhan
“Aku selalu merasa bahwa perempuan sering jauh lebih tangguh daripada laki-laki. Dan mereka memikirkan kehidupan, bukan kegagahan. Kami, para lelaki, sering melakukan sesuatu demi kegagahan. Tapi perempuan berbuat demi kehidupan. Lelaki sering berbuat untuk egonya sendiri, sedang perempuan berbuat untuk orang lain.”
Source: Cerita Cinta Enrico
“Aku selalu percaya bahwa tulisan tangan yang ditorehkan memiliki makna dan karakter yang berbeda, serta bisa menggambarkan kondisi jiwa seseorang pada saat itu.”
Source: Javier
“Aku selalu suka keganjilan, karena aku selalu menunggu seseorang menggenapkannya.”
“Aku sendiri berkawan sepi
ditemani dingin
dirangkul sepi
di dalam tanah
suatu hari...
Aku diam bertutup kain
dirantai oleh kaku
dipeluk oleh kaya
di dalam tanah
suatu hari...
Aku sedih bersama sesal
di bungkus luka
disiksa oleh rasa
di dalam tanah
suatu hari...
Sendiri, diam dan sedih
malangnya Aku
...”
“Aku sendiri tidak pernah alfa setiap minggu menghadiri misa di Gereja Tondo. Itu penting untuk membuat jalan hidup kita tetap lurus. Tersambung dengan kuasa Tuhan.”
Source: Pergi
“Aku sudah bosan menjadi anjing-anjing bertuan
mahu aku menjadi serigalanya punya kebebasan
(Bukan Lagi Paksaan)”
Source: Kumpulan Puisi: Kopi Dalam Cawan Kaki Dalam Kasut
“Aku suka matamu. Seperti mata rusa. Rapuh sekaligus kuat.”
Source: X: Kenangan yang Berpulang
“Aku suka melamun.
Bebas.
Lepas.
Tak ada kamera tersembunyi yang mengawasi.”
“Aku suka menipu orang-orang dengan sampul buku'ku, aku membuat ribuan sampul agar hanya orang yang benar-benar suka membaca yang membacanya.”
“Aku tahu di dunia ini kadang kita harus menerima fakta yang tidak ingin kita percayai”
Source: The Devotion of Suspect X
“Aku tahu, di sana
aku akan mudah luluh
cair seperti lilin menyala.
Cukup untuk terbakar,
walau oleh sepatah huruf
daripada kata-kata rayu, cumbuan.”
Source: Matahari Itu Jauh
“Aku tahu, fakta baru ini membuatmu menyemai bibit benci baru kepada bapakmu, Nak. Tapi jangan teruskan, jangan pernah kamu siram kecambah kebencian itu. Ketahuilah, dalam urusan yang satu ini, bapakmu selalu terus-terang kepada mamakmu. Baginya, mamakmu adalah cinta pertama dan terakhirnya. Dia tidak menyimpan satu pun rahasia kepada mamakmu.”
Source: Pergi
“Aku tahu kehidupan Bapak rumit. Ambisinya. Kisah cintanya. Dia bukan orang yang sempurna, hidupnya dipenuhi kekecewaan. Aku tahu, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga Mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamakku dibanding di matanya.
Tapi sekarang, aku tidak tahu lagi, berapa banyak air mata yang pernah disebabkan oleh Bapak dalam kehidupannya.”
Source: Pergi
“Aku tahu kita berdiri di sini bukan karena kebetulan, untuk itulah apapun yang terjadi aku tidak akan menyesalinya.”
“Aku tahu seberapa bahagia hidup yang dapat kuraih. Sebelumnya, aku masih terlalu muda. Aku menghalangi diriku sendiri. Sekarang, aku mengerti bahwa bertindak dan bercinta dan menderita, adalah hidup, memang, tapi itu hanyalah hidup dalam tahapan di mana kau jujur dan menerima hidupmu begitu saja, seperti pantulan satu-satunya dari pelangi kebahagiaan yang sama cantiknya, atau jeleknya, untuk semua orang.”
Source: Mati Bahagia
“Aku tahu sekali bahwa kebanyakan orang kaya tidak mengerti apa-apa soal kebahagiaan. Tapi kalau kau lahir atau menjadi kaya, itu berarti kau punya waktu untuk menjadi bahagia, bila kau memang pantas bahagia.”
Source: Mati Bahagia
“Aku tahu sekarang, apa yang terparah dari patah hati. Aku tidak mati. Walau sakitnya membuat semua tulangku lantak, walau sakitnya membuat semua luka menganga, tapi aku terus hidup. Aku akan terus hidup dengan semua sakit di dada.”
Source: Denting Lara
“aku tak akan berhenti—
merajut benang-benang hujan,
meremas gemas gerigi gerimis
yang kelak menderas di jalanan,
ketika kau lupa menghangatkan tubuh
yang pernah hangat di pelukanku.”
Source: Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu
“Aku tak akan fanatik pada kejujuranku. Tak akan kuhilangkan keyakinanku bahwa rerumputan tak akan pernah menjadi pohon kurma; perampok tak akan pernah menjadi Nabi. Sesungguhnya, berpegang teguh pada sesuatu yang utama di zaman yang hina adalah sesuatu yang terbaik.”
Source: Mencari yang Mustahil
“Aku tak akan pernah mengeluarkan kata-kata buruk dan kasar sekalipun dia amat sangat menyakiti hatiku. Karena kata-kataku sekarang akan berubah menjadi doa. Dan doaku padanya tak akan terhijab suatu apapun. - Ibuku, di suatu momen”
Source: Surat untuk Ayah & Ibu
“aku tak dapat memulai, saat ada sesuatu yang belum berakhir”
Source: Goodbye Happiness
“aku tak habis mengerti, mengapa orang-orang gampang sekali mengata-ngatai pemerintah. Kalau bicara, sekehendak hatinya saja. Apa mereka kira gampang mengelola negara? Mengurusi ratusan juta manusia? Yang semuanya tak bisa diatur. Kalau mereka sendiri yang disuruh mengurusi negara, takkan becus juga!”
Source: Cinta di Dalam Gelas
“Aku tak ingin kamu menginggalkanku untuk pergi dengan dirinya. Tapi aku juga tak akan pernah memaksamu. Karena cinta terbaik tak pernah memaksa.”
“Aku tak ingin menjadi orangtua yang hebat seperti Bapak. Aku hanya ingin menjadi orangtua yang memiliki anak. Cukup sampai situ. Sudah.”
Source: Serangkai
“Aku tak ingin seperti hujan
Hanya dirindukan pada waktu tertentu
Dan selebihnya mengganggu
Aku tak ingin seperti matahari
Hanya disukai saat datang dan pergi
Sedang tengah hari disumpah-serapahi
Aku ingin seperti bulan
Penuh atau separuh tetap dicintai”
Source: Malaikat Cacat
“Aku tak masalah bila tidak kau ingat dalam setiap langkah kecilmu. Tapi, aku harap kita saling mendoakan lewat sujud; menundukan kepala dan mengaku bahwa kita hanya makhlukNya yang tak sempurna.
Doa itu yang akan mempertemukan kita suatu saat nanti. Mari, berdoa dan bersiap dalam penantian panjang. Tuhan yang akan mempersatukan kita :))”
“Aku tak mau menandaimu sebagai ‘masalah’ karena buatku kamu adalah ‘tantangan.”
Source: How To Stay Single
“Aku tak memangsa sesama, tapi aku berbagi sesama
Jangan kau sebut diriku muslim...!!!
Jangan kau sebut diriku kristen...!!!
Jangan kau sebut diriku katholik...!!!
Jangan kau sebut diriku hindu...!!!
Jangan kau sebut diriku bu dha...!!!
Cukup kau sebut diriku manusia, karena aku bagian dari mereka.”
“aku tak pandai bersajak
karena mungkin aku budak
pada harapanku yang tak pernah memihak”
“Aku tak pasti perkataan ‘regret’ paling sesuai dengan masa lalu aku. Apa yang aku tahu, apabila jalan itu tiba-tiba berubah, pasti ada hal lain yang Allah sediakan untuk aku. Yang lebih baik.”
Source: Kala Runtuh Seluruhnya
“Aku tak pernah membencimu.
Takdir ini mungkin tercatat cukup buruk,
tapi kau selalu baik untukku.”
“Aku tak pernah menunggumu. Kamu tak pernah sengaja datang. Tapi kita sengaja dipertemukan Tuhan. Entah untuk saling duduk berdampingan atau saling memberi pelajaran.Entah untuk saling mengirim undangan pernikahan, atau duduk bersama di pelaminan.”
“Aku tak ragu mengatakan, bersama denganmu walaupun sebatas embusan angin kunamai ia anugrah”
Source: Assalamualaikum, Beijing!
“Aku tak risau soal lemahnya daya ingatku akanmu, sebab Tuhan selalu berhasil mengembalikan kenangan kita lewat hujan yang berbau rindu itu.”
Source: Februarindu
“Aku tak tahu mengapa hari-hari ini aku begitu sering tersentuh. Oleh pohon, oleh, burung, air sungai. Entah mengapa, hal-hal kecil yang memikat yang pernah diajarkan kepada kita, ketika kita mendekat kepada mereka, mereka tampak begitu besar, nyaris suci. Memang melo-dramatis rasanya mengatakan ini semua tetapi aku tak mengada-ada. Kami tahu aku bukan orang yang religius; dulu aku malah suka menegaskan diri bahwa aku tak beragama justru agar para sejawatku tak mengusikku. Tetapi akhir-akhir ini aku merasa, berteduh dalam kesendirian juga pengalaman religius.”
Source: The Question of Red