A Quotes
Browse famous quotes beginning with A. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.
“Aku takut ah. Takut salah melangkah. Takut salah bicara. Apa baiknya aku diam saja ya? Atau menjauh?
Jangan, dong, jangan malah diam apalagi menjauh!nBahkan harus terus bergerak. Mendekat. Meraih ridloNya”
Source: Gue Takut Allah
“AKU
Tanpa daya
Pura-pura
Dicumu nafsu
Enggan terasing
2015”
Source: Lisan Tulisan
“Aku telah memperhatikan, kalau engkau membelah dada seseorang (laki-laki) termasuk aku sendiri maka akan terbatja dalam dadanja itu bahwa kebahagiaan dalam perkawinan baru akan tertjapai apabila si isteri merupakan perpaduan dari pada seorang ibu, kekasih dan seorang kawan. Aku ingin di ibui oleh teman hidupku. Kalau aku pilek, aku ingin dipidjitnja. Kalau aku lapar, aku ingin memakan makanan jang dimasaknja sendiri. Manakala badjuku kojak, aku ingin isteriku menambalnja.”
Source: Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
“Aku telah menerobos setiap celah yang gelap, aku telah menyerang setiap persoalan, aku telah menyelam ke dalam setiap lautan, aku telah meneliti akidah semua sekte, aku telah menelanjangi semua doktrin rahasia setiap komunitas. Semua ini kulakukan agar aku dapat membedakan antara kebenaran dan kesesatan, antara tradisi yang sahih dan pembaruan yang bid'ah”
“Aku tergugu. Merasa segalanya menghitam dalam hidupku. Namun kemudian Tuhan mengirimiku kamu.”
Source: Time for Love
“Aku terjatuh dalam lubang yang curam,
Disana ku habiskan seluruh sepenuh
Aku mati di duri yang menikam
Ku lepas nafas jiwa pergi jauh...
Aku kau dan kita
Sejauh tak bersua menikam di dada
Sedekat tak memandang sinis lirikan
Sudah...
Sudahlah menghilang
Kabur tak terlihat
Hampa...
Dingin, Diam, Hening dan Sunyi ?
Kita,
... bertemu lagi.!”
“Aku tersesat dalam kesesatan yang panjang. Kata orang, kemuncak derita seseorang lelaki bukan lagi pada kata-katanya, tapi pada diamnya.. diam yang panjang.”
Source: Surat-surat Dari Maninjau
“Aku tertawan
Tanpa gerak
Lalu tertawa
Tanpa gelak
Aku dan sepi
Seredup semati”
Source: Nocturnal Journal
“Aku tidak akan membiarkan perasaan bersalah atau orang lain menghakimiku, karena mereka tidak berhak melakukannya. Biarlah Tuhan kelak yang menghakimiku.”
Source: Pergi
“Aku tidak akan setia pada lelaki, tetapi aku akan setia pada manusia.”
Source: Pengakuan: Eks Parasit Lajang
“Aku tidak bisa memberikan apa-apa pada seseorang atau setiap orang lain. Yang dapat kuberikan hanya kepercayaan. Kepercayaan pada diriku sendiri tentu. Kepercayaan akan hidupku. Dengan mempercayai diriku sendiri kupikir aku akan mengurangi kepedihan yang akan kualami dan kuderita dari hidupku. Lagi pula jika kita mau berpikir kalau setiap orang hanya mengharapkan dari dirinya sendiri, tidak tergantung pada orang lain, tidak akan ada kekecewaan di dunia ini. Kekecewaan pada hidup maksudku. Jika setiap orang menghendaki dari dirinya sedikit saja, tidak akan ada kekecewaan. Karena kekecewaan itu datangnya dari mengharap kepada orang lain.”
“Aku tidak bisa menjadi kau. Kau tidak bisa menjadi aku. Kau bisa membayangkan orang lain dengan baik—tapi tidak pernah dengan sempurna.”
Source: Paper Towns
“Aku tidak ingin cinta yang sejati. Tapi biarkan aku mencicipi cinta yang bukan sesaat. Biarkan aku berjuang dan bertahan di sana. Biarkan aku tersiksa untuk terus belajar bersetia. Aku rela tenggelam di sana, sebagaimana segelintir orang yang beruntung mendapatkannya.”
Source: Cinta Tak Pernah Tepat Waktu
“Aku tidak ingin menjadi lilin yang berbinar. Aku adalah kobar: api yang membakar!”
“Aku tidak mau tidur, Oppa. Aku takut jika aku tidur, aku tidak bisa bangun lagi. Saat ini...mencintaimu membuat kenyataan lebih baik daripada dunia mimpi”
Source: Khokkiri
“Aku tidak merasa rugi ditinggalkan banyak orang. Niat ku hanya ingin membuat relasi bersama dengan orang yang berlari ke arah yang lebih baik. Nanti, kuceritakan hal buruk yang pernah ku lakukan agar kau tak memberi relasi palsu. Kemarilah bercengkrama, seduh kopimu.”
“Aku tidak merencanakan untuk jatuh cinta padamu. Semua terjadi begitu saja”
Source: Among the Pink Poppies
“Aku tidak percaya akan cinta pada pandangan pertama. Tapi harus kuakui, aku menyukai apa yang kulihat pada pandangan pertama.”
Source: Mafia Espresso
“Aku tidak percaya bentuk Tuhan apa pun, kecuali yang sesuai dengan idealku sendiri. Aku pun tak yakin (pasti malah) tentang ke-tak-ada-annya nasib. Juga tak percaya kita juga. Dewasa ini aku berpendapat bahwa kita adalah pion dari diri kita sendiri sebagai keseluruhan. Kita adalah arsitek nasib kita, tapi kita tak pernah dapat menolaknya. Kita asing, ya kita asing dari ciptaan kita sendiri. Itulah aku kira mengapa kita harus belajar sejarah dan dalam hal ini mengapa aku pesimis.”
Source: Catatan Seorang Demonstran
“Aku tidak perduli darimana kau berasal,
Kepercayaan dan ras mu,
Selagi kau masih memperlakukan manusia dengan layaknya manusia dan segala ham yang dipeluknya
Aku rasa cukup,
Kau bisa menikmati sisa-sisa kehidupan yang fana ini.”
“Aku tidak pernah betul-betul pulang kerumah.
Aku hanyalah petualang tersesat.”
“Aku tidak pernah mengingkari keberadaanmu di dalam hatiku, aku hanya sedang belajar memenuhi keadaanku sebagai kenyataan yang lain.”
“Aku tidak suka langit menumpahkan kopi
Tanpa pernah tanah menyiapkan cangkir untuk menampungnya”
“Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Bagaimana menamakannya. Kurasa ini bukan cinta. Tapi tentu saja juga bukan nafsu, aku tidak seburuk itu. Katakan padaku, adakah kau tahu apakah ini, Yudhistira?(Kemala)”
Source: Just in Love
“Aku tidak takut tidak bisa melihatnya lagi, tapi aku takut aku akan mati karena tidak bisa terlepas dari kenangannya”
Source: Coppelia
“aku tunjang cengal, cekal pada derita
aku rotan jelutung, melentur dalam keadaan
aku kemiri hutan, keras dalam dugaan.
(Kususuri Jalan Ini)”
Source: Ceritera dari Daerah Luruh
“Aku.
Yang berulang kali kau hindari, tapi tetap hadir kembali.
Yang coba kau tinggal pergi, tapi tetap pergi mencari.
Yang coba kau bunuh, tapi tak pernah mati terbunuh.
Aku.
Si tak tahu malu, yang tak pernah ragu untuk merindu dan terus merindumu selalu.”
“Aku yang terus melihat kau tersakiti, apakah harus diam. Kau selalu memaksa untuk tersenyum dan seolah semua akan baik-baik saja itu, membuatku gerah. Pada akhirnya saat kau tak mampu membendung itu semua, tenggelamlah aku. Seperti air laut yang mengenai lukaku, ini juga membuatku perih.”
“Akulturasi budaya yang harmonis adalah modal sosial yang harus dijaga dan dikelola dengan baik.”
“Akupun ingin menatap dengan cara pandang baru, menggapai dari sudut yang tak pernah kutempuh.
Tidaklah aku sempurna, daripada sekedar menilai dengan segala tatapan dari berbagai lensa yang kau punya, pinjamkanlah mata dan tanganmu untuk melangkah.”
“Akzeptanz bringt Harmonie,
Vernunft bringt Lösung.
Solidarität besiegt die Qual,
Charakter besiegt Diskriminierung.”
Source: Meine Welt, Meine Verantwortung: Hundert Sonette für Meine Weltfamilie
“Akzeptanz ist notwendig. Not wendend.”
Source: Eine Reise Von 1000 Meilen Beginnt Mit Dem Ersten Schritt: Seelische Kräfte entwickeln und fördern
“Akıl bilimin, kalp ise hikmetin yurdudur. Akıl eğer kalbin dışında çalışıyorsa bir isyankâr bile sayılır. Aklın kalp için çalışması yükselmenin, kalbin akıl için çalışması düşüşün göstergesidir. Akıl kalp için çalışırsa ruh, kalp akıl için çalışırsa nefis bedene hakimiyet kurar.”
Source: Kalp
“Akıl gerçeği görür de, kalbin gözü yoktur.”
Source: Yaz
“Akıl, hayvanlar ve insanlar arasında keskin bir sınır çizer, insandaki ilahi yöne ışık tutar, hatta bir dereceye kadar gerçekte var olmayan ölümsüzlüğün yerini tutar. Buradan yola çıkarak şunu söyleyebilirim ki akıl, elimizde olan yegâne zevk kaynağıdır. Etrafımızda akla dair hiçbir şey görmüyor, duymuyoruz, bu da zevkten mahrum olduğumuz anlamına geliyor. Gerçi elimizin altında kitaplar var, ama canlı bir sohbetin, karşılıklı ilişkinin yerini tutmuyor. Çok da doğru olmayan bir kıyaslama yapmama müsaade edecek olursanız, bence kitaplar notaya, sohbet ise şarkı söylemeye benziyor.”
Source: Anton Çehov Öyküler
“Akıl ve mutluluk ters orantılıdır dersek mutlu insanlara hakaret mi etmiş oluruz yoksa onlara akıllarını gözden geçirmelerini mi hatırlatmış oluruz?”
“Akıl yürütmeyi bırakıp çalışalım," dedi Martin, "hayatı katlanabilir kılmanın tek yolu bu.”
Source: Candide, or Optimism
“Akıllı adam her şeyin mümkün olduğunu bilmez." Bir başka deyişle zihinsel açıdan hasta olan kişi arada sırada çok fazla bilir.”
“Akıllı bir adam bir deli için deli görünecektir!”
“Akıllı bir adam için farklı kültürler, farklı yaşamlar, farklı tavırlar, farklı hayaller, her şeyin farklısı iyi bir öğretmendir! Kendine benzer birinden veya bir şeyden sadece zaten bildiğin şeyleri alırsın!”
“Akıllı kişi makam ve mevki sahibi olduğu sırada gelişen dostluklara aldanmaz çünkü o sıra herkes onun dostudur.”
Source: Erdemli İnsanın Yol Haritası
“Akıllı milletler, sürekli hükümetlerini değiştiren milletlerdir! Çünkü güç, el değiştirmelidir, aksi halde şımaracak ve çürüyecektir!”
“Akıllı ol ve duvarlar inşa etme, çünkü gelecekte onlar sana sadece utanç getirecektir!”
“Akıntıya karşı giden sandallar gibi ilerliyoruz işte; durmaksızın geçmişe yol alan.”
Source: The Great Gatsby
“Al [Michaels] is inquisitive, knowledgeable, and incredibly well-prepared. I don't know what his IQ is, but it's probably only a couple of points lower than mine.”
“Al absorber el bien de alguien, incluso inclinarse es un acto de elevación.”
“Al ahondar aún más en las relaciones entre biblioteca y aula, cabe advertir que al modelo legitimista de la educación se le corresponde, por un lado, una concepción reduccionista de la lectura que la promueve como evasión, como recurso lúdico y recreativo (una actividad orientada fundamentalmente a responder a la promoción del libro en su condición de mercancía, asociada de manera exclusiva o prioritaria con las industrias del entretenimiento). Y por el otro, se le asocia la concepción de la información como objeto. Como instrumento, como recurso, y no como proceso social y cultural.
No quiere decirse con esto que desde la biblioteca escolar no se deba o no se pueda facilitar el acceso a las tecnologías ni proponer el placer por la lectura. He ahí lo sutil del contenido ideológico del actual ideario de la biblioteca escolar: propone la lectura como un actividad hedonista carente de riesgo y esfuerzo, de compromiso y dedicación, una actividad despojada de toda búsqueda de sentido. Así, este contenido impregna casi todos los proyectos de dotación y desarrollo de colegios en el país, y reduce el complejísimo problema sociológico, político, económico y bibliotecológico que encierra el proceso de transferencia social de la información al “acceso a las TIC”, al tiempo que despoja a la lectura de todo su poder transformador personal y social.
Silvia Castrillón (2023). Biblioteca Escolar. Babel Libros”
“Al and Lou had arrived at the Wisconsin State Fair by nine in the morning for fresh egg omelettes in the Agriculture Building and some apple cider donuts. They'd nibbled their donuts and wandered the stalls celebrating various products grown and raised in Wisconsin. You could sample and buy anything, from honey-filled plastic sticks to ostrich steaks to cranberry scones. They followed up their breakfast with a stop at the milk barn, where Lou had forced him to try root beer-flavored milk. While he'd been skeptical, it tasted delicious and precisely like a root beer float.”
Source: The Coincidence of Coconut Cake
“Al and Tommy and I sharing the biggest laugh because it was predicted by everything we did in the first three or four records in my career. It was predicted in the grooves that we would be here sometime later on down the road.”
“Al anxiety is separation anxiety.
Our need for love and belonging, or going without it is at the
heart of all our fears.”
Source: The Power of Contemplative Intelligence (CQ): The Science of finding your Spiritual Self