A Quotes
Browse famous quotes beginning with A. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.
“Aku memandangmu sebagai keindahan. Namun akupun tak tahu apakah dirimu sebuah kerlip bintang, atau kuncup bunga yang tersenyum.”
“Aku memasang senyum setiap pagi bukan karena bahagia, tapi agar dunia tak tahu betapa hancurnya aku.”
“Aku memejamkan mata, berusaha menemukanmu di sana. Apakah kamu juga terjaga dengan mimpi yang sama?”
Source: Menunggu
“Aku mempelajari satu hal yang umum diketahui orang-orang seusiaku, bahwa kesedihan adalah perangkap yang paling buruk di dunia ini. Rasanya seperti tinggal di dunia lain yang hanya dihuni diri kita sendiri. Tapi tentu saja kita tidak sendirian, ada orang-orang terdekat yang juga merasakan kedukaan kita. Tapi ini bukan kesedihan mereka. Ini kesedihan kita. Jutaan kali lebih berat bagi kita daripada bagi orang lain. Kadang aku merasa jika mengulurkan tangan, aku bisa benar-benar menyentuh kesedihan itu.”
Source: The Good Samaritan
“Aku menangisi sang pesolek kala terharu oleh kejujuran.”
Source: My Ancestor Was an Ancient Astronaut
“Aku mencari, kamu mencari, mereka mencari
Lalu apa yang selama ini kita cari ? bukan harta, bukan pangkat, bukan juga jabatan
sebagian ada yang mencari di lautan padahal dia ada di puncak gunung, sebaliknya ada yang mencari di puncak gunung padahal dia ada di lautan, semua orang mencari dengan segala cara hingga kesetiap sudut dan celah di planet ini ada yang berusaha membelinya tapi namun tidak seorangpun yang menjual. ada yang rela menukarkan harta, benda ,pangkat dan jabatannya tetapi tidak ada yang bersedia untuk menukarkan
Untuk sesuatu yang sepele tidak berwujud yang hanya bisa dirasakan dengan hati
Apakah yang kamu cari ?”
“Aku mencari samudera di mana kapal-kapal berlayar mengembara, mencari impian yang berakhir dengan rasa jatuh cinta,
menemukan bahwa proses pengembaraan itu sendiri adalah apa yang mereka cari. Apapun yang mereka impikan sebenarnya sudah lama mereka miliki, hanya saja…
mereka tak pernah tahu.”
Source: Queen: Ingin Sekali Aku Berkata Tidak
“Aku mencintai seseorang dengan segala kekurangannya. Karena aku berharap, orang itu akan mencintaiku dengan segala kekuranganku.”
Source: Among the Pink Poppies
“Aku mencintaimu apa adanya, tetapi aku lebih mencintaimu untuk sesuatu yang akan engkau lakukan.
(Carl Sandburg)”
Source: Nyanyian Diri dan Sepilihan Puisi Cinta
“Aku mencintaimu dengan perasaan, bukan dengan hati, dia hanya bertugas mengoreksi apakah kamu pantas dicintai.”
“Aku mencintaimu seperti angin. Kamu tidak akan merasakannya jika kamu tak ingin.”
Source: Jangan Sembunyi di Bumi
“Aku mencintaimu tanpa tendensi apapun. Aku ingin mencintaimu tanpa alasan yang memperkuat cintaku padamu. Karena jika alasan itu telah memudar, aku takut cintaku hilang bersama alasanku.”
Source: Di Hari Kelahiran Puisi
“Aku mencintainya tanpa diketahui.
Aku mencintainya dalam diam.
Aku mencintainya dalam satu sudut pandang.
Aku mencintainya di satu sisi.
Ya, aku percaya.
Jika takdirku adalah dirimu,
kau akan memilihku. Nanti.”
Source: Because It's You
“Aku menikahimu, 'kan? Itu artinya aku harus mengingat apa pun tentangmu karena kita akan bertemu dan hidup bersama setiap saat." Dia meletakkan sendoknya lalu meraih sumpit. "Kecuali kau ingin menghentikannya," lanjutnya sambil mengedikkan bahu. "Bertemu dan hidup bersamaku.”
Source: Colover
“Aku menjadi pendiam dan dingin karena tidak banyak diberi kesempatan buat mengatakan isi hati.”
Source: Keberangkatan
“Aku menolak jadi pilihan keduamu,apalagi ketika aku tak punya pilihan selain terus mencintaimu.”
Source: As Seen On TV
“Aku menulis bukan semata-mata karena aku ingin menjadi penulis. Aku menulis, karena aku ingin menulis. Seperti halnya aku mencintaimu. Memang benar, cita-citaku adalah menjadi suamimu (yang mengecup keningmu, ketika kebetulan aku terbangun lebih dulu). Tapi tidak semata karena itu. Aku mencintimu, karena aku ingin mencintaimu. Seperti itu.”
Source: Perempuan Dalam Hujan
“Aku menulis puisi: karena kesedihan tidak bisa menuliskan dirinya sendiri; karena petaka tidak bisa mengabarkan gaduhnya sendiri.”
“Aku menuliskannya sbg tanda bhw kt pernah ada&mengada.Memulainya dari akhir yg bahagia sblm membangkitkan memori yg plg luka”
Source: Lelaki Pertama
“Aku menunggu cuaca yang tepat untuk berbicara denganmu, katanya
Sang lajang bertanya-tanya
Bagaimana kau memilihnya untuk hidup bersama?
Ya memang tak sesederhana yang kau ucapkan
Berpikir dan takut bagaimana kedepannya memang baik
Tapi lebih baik pula, untuk tidak overthinking
Bahwa, temuilah orang yang kau anggap tepat untuk berjuang bersama
Karena hidup bersama bukan hanya perihal cinta
Terlebih lagi, apakah ia juga memperjuangkan hidupnya untukmu
Apakah dia pantas?”
“Aku menutup mata, damai sekali rasanya meski Leon marah-marah. Begitu menyenangkan ketika bisa merasakan ada seseorang disampingmu. Ia akan menjadi matamu, tanganmu, segalanya untuk menjagamu.”
Source: The Mint Heart
“Aku menyadari semuanya. Kecuali satu, bahwa rasa itu bernama cinta.”
Source: Time for Love
“Aku menyimpannya sendiri. Karena belum punya keberanian untuk menanyakannya pula. Kuatir kalau jawabannya malah membuatku sakit dan terluka.”
Source: Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku
“Aku merasa bahwa aku tidak menjadi satu-satunya di hatimu
Katamu itu hanya perasaanku
Cinta memang rumit
Bagai analogi perhitungan
Menurut logika satu tambah satu adalah dua
Bila menurut perasaan, mungkin tak ada jawabnya”
“Aku minta maaf Ayah, Ibu. Aku terlalu mengecewakan. Tidak pikir panjang. Meminta terlalu banyak alasan. Mencari jawaban terlalu dalam. Tapi apa? Teman pun aku tak punya. Semua yang kulakukan tak ada gunanya. Takkan ada yang mengingatku.”
Source: Cara Berbahagia Tanpa Kepala
“Aku minta maaf sempat mencegahmu kemarin sore, tapi itu karena aku mengkhawatirkanmu. Sesungguhnya, aku bangga sekali menyaksikan seorang anak muda berani melawan kesewenang-wenangan. Berani berdiri gagah melawan, apa pun risikonya, saat orang lain memilih diam. Karena sejatinya itulah hakikat kehidupan. Kita senantiasa berbuat baik kepada orang lain. Menjaga nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup. Dari begitu banyak buku yang kubaca, itulah definisi mendasar kehidupan. Itu bukan hanya soal bertahan hidup, survive, atau tentang berkuasa. Karena jika hanya tentang itu, manusia sama saja dengan hewan.”
“Aku minta maaf sempat mencegahmu kemarin sore, tapi itu karens aku mengkhawatirkanmu. Sesungguhnya, aku bangga sekali menyaksikan seorang anak muda berani melawan kesewenang-wenangan. Berani berdiri gagah melawan, apa pun risikonya, saat orang lain memilih diam. Karena sejatinya itulah hakikat kehidupan. Kita senantiasa berbuat baik kepada orang lain. Menjaga nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup. Dari begitu banyakbuku yang kubaca, itulah definisi mendasar kehidupan. Itu bukan hanya soal bertahan hidup, survive, atau tentang berkuasa. Karena jika hanya tentang itu, manusia sama saja dengan hewan.”
“Aku mungkin tidak akan pernah memahami tindakan-tindakan orang lain. Mengapa mereka begini, atau mengapa mereka begitu? Tidak ada jawaban pasti atas apa yang tidak kita ketahui. Kita hanya bisa belajar untuk menjadi bijak. Berusaha mencoba untuk mengerti, untuk bisa menerima tanpa harus bertanya-tanya. Bahwa setiap pilihan orang layak untuk kita hargai. Bahwa setiap pemikiran dan pertimbangan orang semestinya kita hormati. Sebagaimana Tuhan memberi kita kehendak bebas untuk memilih jalan atau membuka pintu yang akan mengarah pada nasib kita masing-masing.”
“Aku nggak jatuh cinta sama kamu secara buta. Aku tahu aku suka kamu. Aku yang milih buat tetap suka sama kamu.”
Source: Take Me for Granted
“Aku nggak membencimu. Aku hanya benci karena ternyata begitu sulit melupakanmu.”
Source: All You Can Eat
“Aku nggak mencari pembenaran apa pun lagi, Mira. Satu hal yang benar adalah aku mencintai kamu. Aku sangat mencintai kamu. Sejak sepuluh tahun lalu." Rayhan”
Source: Coming Home
“Aku pengen bisa ngomong”
Kupeluk tubuhmu dengan tangisku yang tertahan. Kebisuanmu tak mengurangi sejentikpun rasa cintaku padamu, Anandi.”
Source: Lelaku
“Aku percaya apa pun pekerjaan yang dilakukan seseorang tertentu pasti mendatangkan manfaat, bentuknya bermcam-macam dan tidak nyata. Tidak mungkin orang melakukan sesuatu tanpa ada tujuan kalau bukan orang tersebut salah urat. (dari buku "Burung Terbang di Kelam Malam")”
Source: Burung Terbang di Kelam Malam
“Aku percaya apa yang kupaparkan padamu bisa membantumu membentuk pola pikir yang sehat akan orang lain, supaya kau bisa menerima orang lain dengan lebih terbuka. Dengan sikap terbuka dan bisa melihat keunikan individu lain, kau bisa dengan mudah berteman.”
Source: Man's Defender
“Aku percaya, dalam tiap kebudayaan di dunia tersimpan nilai-nilai kearifan dan kebaikan, selain tentu saja keindahan...”
Source: Man's Defender
“Aku percaya jika setiap hati memiliki bintangnya masing-masing. Yang bersinar terang dan membuat bahagia pemiliknya. Bintang-bintang itu adalah orang yang kita sukai. Namun di antara bintang-bintang tersebut, ada satu bintang yang paling terang. Jauh lebih terang sinarnya dari semua bintang yang ada. Bintang itu adalah pasangan resmi kita.”
Source: Bintang Hati
“Aku percaya pada cinta. Aku hanya tidak ingin pernikahan justru menjadi batu sandungan.”
Source: Luv: Untuk Cinta Yang Selalu Menunggu
“Aku percaya, Rol. Kamu akan segera menemukan potensi luar biasa itu. Jangan pernah berhenti untuk percaya,” ucapnya pagi ini berbalas anggukanku.
(Negeri Sejuta Payung, Dunia Tanpa Huruf R)”
Source: Dunia Tanpa Huruf R
“Aku percaya, tak pernah ada kata salah untuk cinta.”
Source: Coming Home
“aku pergi
dan tidak akan
berpaling lagi
kampung jauh
lagi terpencil itu
sedang menggamitku
dan di langit hatiku
layang-layang itu
akan sentiasa
berterbangan indah.
(Flight of the Kids)”
Source: Kumpulan Puisi: Sehelai Daun Kenangan
“Aku pergi tidur dengan pikiran untuk merdeka. Aku bangun dengan pikiran untuk merdeka. Dan aku akan mati dengan cita-cita ini di dalam dadaku.”
Source: Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
“Aku pernah berbicara tentang sedih, pernah juga merasa bersedih..
Yang seumpama hati yang hancur seperti kaca,
panas seperti api,
meleleh seperti lilin,
dan mengembun seperti air.
Sedih tidak berbicara satu rasa
sedih bercerita tentang rasa
menyiksa batin
melemahkan jiwa
dan mengalirkan sungai
Malang..
Ternyata sedihku berantakan”
“Aku pernah berperang karena dendam dan marah. Akibatnya menyakitkan hati, baik ketika menang apalagi ketika kalah. Karena itu jangan berbuat apa pun karena dendam dan marah, tapi bertindaklah karena melawan ketidakadilan.”
Source: Anak Rantau
“Aku pernah hidup
dan aku akan pernah mati
ibaratkan sesuatu yang ada dan pergi
dan aku... menunggu saat itu tiba
disaat semuanya...
akan tiada berguna lagi
aku hanya setitik kecil diatas bumi
dan jika hilang, hilanglah sudah
tak ada lagi yang mengingatku
tidak
tak ada lagi kenanganku
semuanya sirna
ingatlah angin lalu, itulah aku...”
“Aku Pernah Memberimu Nama
Aku pernah memberimu nama, mungkin kau lupa. Apa arti sebuah nama? Kaupetik ungkapan itu dari sebuah buku dan aku hanya tersenyum mengiyakan.
Tapi aku menyukai nama yang aku berikan kepadamu. Meski sudah lama sekali rasanya aku tak menyapa dirimu dengan sebutan itu.
Seperti ada yang hilang dari almanak. Hari-hari tanpa jejak. Waktu yang tak lagi memberi kita sekadar jarak untuk menghitung lagi apa yang pernah saling kita beri.
Katamu, ini bukan tentang apa yang pernah engkau terima. Engkau tak merasa menyimpan apa-apa. Juga perasaan-perasaan yang dulu pernah aku titipkan kepadamu.
Sebuah buku yang lusuh berisi potret kelabu. Mungkin perjalanan, mungkin juga kenangan. Beberapa penggal puisi yang tak lagi mampu menyembunyikan dirinya dari air mata.
Dan lukisan wajah senja yang mengabur saat matahari perlahan tenggelam di dalam hitam bola matamu tak lagi mengingat namaku.”
“Aku pernah mencoba menghapus bayangmu.
Tapi senyummu selalu saja menjadi hujan deras.
Yang membuatku jatuh, tanpa harus tersandung terlebih dahulu.”
“Aku pernah mengalah di masa lalu. Dan kini, aku bisa saja menyerah kembali, agar ia dapat memilih lelaki yang terbaik baginya. Namun bagaimana mungkin aku melakukannya, jika ternyata lelaki terbaik itu adalah diriku sendiri - Forgotten”
Source: Forgotten
“Aku pernah menulis di forum bahwa dunia penerbitan menganut Machismo Orang Normal—memprioritaskan orang-orang sehat. Bukankah dunia olahraga—yang dibenci bagai hewan berbisa oleh orang-orang budaya yang pura-pura lembut hati—justru menyiapkan tempat di salah satu sudut dunianya bagi para penyandang disabilitas untuk berperan aktif?”
Source: Hunchback
“Aku pernah merasakan betapa hampanya tak memiliki tujuan hidup, sementara kematian enggan menjemput.”
Source: Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu
“Aku pernah punya keluarga. Aku sebagai kakak'ku sendiri, aku sebagai adik'ku sendiri, dan aku sebagai orang tua'ku sendiri. Mereka menyuruhku untuk tetap duduk diam disana meskipun sepi, hanya semata-mata agar aku tak terluka lebih dari ini.”