Quotessence
Home / Quotes / A Quotes

A Quotes

Browse famous quotes beginning with A. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.

All A Quotes

“Aku mempelajari satu hal yang umum diketahui orang-orang seusiaku, bahwa kesedihan adalah perangkap yang paling buruk di dunia ini. Rasanya seperti tinggal di dunia lain yang hanya dihuni diri kita sendiri. Tapi tentu saja kita tidak sendirian, ada orang-orang terdekat yang juga merasakan kedukaan kita. Tapi ini bukan kesedihan mereka. Ini kesedihan kita. Jutaan kali lebih berat bagi kita daripada bagi orang lain. Kadang aku merasa jika mengulurkan tangan, aku bisa benar-benar menyentuh kesedihan itu.”

“Aku mencari, kamu mencari, mereka mencari Lalu apa yang selama ini kita cari ? bukan harta, bukan pangkat, bukan juga jabatan sebagian ada yang mencari di lautan padahal dia ada di puncak gunung, sebaliknya ada yang mencari di puncak gunung padahal dia ada di lautan, semua orang mencari dengan segala cara hingga kesetiap sudut dan celah di planet ini ada yang berusaha membelinya tapi namun tidak seorangpun yang menjual. ada yang rela menukarkan harta, benda ,pangkat dan jabatannya tetapi tidak ada yang bersedia untuk  menukarkan Untuk sesuatu yang sepele tidak berwujud yang hanya bisa dirasakan dengan hati Apakah yang kamu cari ?”

“Aku menulis bukan semata-mata karena aku ingin menjadi penulis. Aku menulis, karena aku ingin menulis. Seperti halnya aku mencintaimu. Memang benar, cita-citaku adalah menjadi suamimu (yang mengecup keningmu, ketika kebetulan aku terbangun lebih dulu). Tapi tidak semata karena itu. Aku mencintimu, karena aku ingin mencintaimu. Seperti itu.”

“Aku menunggu cuaca yang tepat untuk berbicara denganmu, katanya Sang lajang bertanya-tanya Bagaimana kau memilihnya untuk hidup bersama? Ya memang tak sesederhana yang kau ucapkan Berpikir dan takut bagaimana kedepannya memang baik Tapi lebih baik pula, untuk tidak overthinking Bahwa, temuilah orang yang kau anggap tepat untuk berjuang bersama Karena hidup bersama bukan hanya perihal cinta Terlebih lagi, apakah ia juga memperjuangkan hidupnya untukmu Apakah dia pantas?”

“Aku minta maaf sempat mencegahmu kemarin sore, tapi itu karena aku mengkhawatirkanmu. Sesungguhnya, aku bangga sekali menyaksikan seorang anak muda berani melawan kesewenang-wenangan. Berani berdiri gagah melawan, apa pun risikonya, saat orang lain memilih diam. Karena sejatinya itulah hakikat kehidupan. Kita senantiasa berbuat baik kepada orang lain. Menjaga nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup. Dari begitu banyak buku yang kubaca, itulah definisi mendasar kehidupan. Itu bukan hanya soal bertahan hidup, survive, atau tentang berkuasa. Karena jika hanya tentang itu, manusia sama saja dengan hewan.”

“Aku minta maaf sempat mencegahmu kemarin sore, tapi itu karens aku mengkhawatirkanmu. Sesungguhnya, aku bangga sekali menyaksikan seorang anak muda berani melawan kesewenang-wenangan. Berani berdiri gagah melawan, apa pun risikonya, saat orang lain memilih diam. Karena sejatinya itulah hakikat kehidupan. Kita senantiasa berbuat baik kepada orang lain. Menjaga nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup. Dari begitu banyakbuku yang kubaca, itulah definisi mendasar kehidupan. Itu bukan hanya soal bertahan hidup, survive, atau tentang berkuasa. Karena jika hanya tentang itu, manusia sama saja dengan hewan.”

“Aku mungkin tidak akan pernah memahami tindakan-tindakan orang lain. Mengapa mereka begini, atau mengapa mereka begitu? Tidak ada jawaban pasti atas apa yang tidak kita ketahui. Kita hanya bisa belajar untuk menjadi bijak. Berusaha mencoba untuk mengerti, untuk bisa menerima tanpa harus bertanya-tanya. Bahwa setiap pilihan orang layak untuk kita hargai. Bahwa setiap pemikiran dan pertimbangan orang semestinya kita hormati. Sebagaimana Tuhan memberi kita kehendak bebas untuk memilih jalan atau membuka pintu yang akan mengarah pada nasib kita masing-masing.”

“Aku Pernah Memberimu Nama Aku pernah memberimu nama, mungkin kau lupa. Apa arti sebuah nama? Kaupetik ungkapan itu dari sebuah buku dan aku hanya tersenyum mengiyakan. Tapi aku menyukai nama yang aku berikan kepadamu. Meski sudah lama sekali rasanya aku tak menyapa dirimu dengan sebutan itu. Seperti ada yang hilang dari almanak. Hari-hari tanpa jejak. Waktu yang tak lagi memberi kita sekadar jarak untuk menghitung lagi apa yang pernah saling kita beri. Katamu, ini bukan tentang apa yang pernah engkau terima. Engkau tak merasa menyimpan apa-apa. Juga perasaan-perasaan yang dulu pernah aku titipkan kepadamu. Sebuah buku yang lusuh berisi potret kelabu. Mungkin perjalanan, mungkin juga kenangan. Beberapa penggal puisi yang tak lagi mampu menyembunyikan dirinya dari air mata. Dan lukisan wajah senja yang mengabur saat matahari perlahan tenggelam di dalam hitam bola matamu tak lagi mengingat namaku.”