A Quotes
Browse famous quotes beginning with A. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.
“Akshay felt mesmerized, looking at her full lips and beautiful skin. He knew she was a powerful personality, but he was slowly getting to know her better. He was trying to look through her imposed image of a strong p-type and of a go-getter.”
Source: Ritualistic Murder
“Akshay is charming and stylish minus the oomph quotient. He is sexy and good looking, minus the killer instinct. He was good at teamwork and presentations, minus the fire in the belly kind of guy.”
Source: Ritualistic Murder
“Aku ada buku, aku tak perlukan pakaian atau sepatu khusus untuk berjalan ke perbukitan.”
Source: Palestinian Walks: Forays into a Vanishing Landscape
“Aku adalah bunga di pinggir jalan, berbalut asap knalpot, dilindas mobil, diinjak pejalan kaki, hitam, dekil, tidak berharga. Sampai ketika engkau memindahkanku ke pot yang indah, bermandikan air cucian beras, tanah yang subur, dan senyumanmu saat sedang memberiku pupuk.”
“Aku adalah burung kecil, yang memiliki harapan kecil; selalu tinggal dan menemani di hati kecilmu”
“Aku adalah dongeng sebelum tidur
yang setia mendaur diri
meski selalu terpenggal
oleh gilotin matamu
Aku adalah kisah tak tuntas
yang berulang kali kau tebas
hanya untuk kembali
bertunas dan bertunas lagi”
Source: K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
“Aku adalah hujan yang turun menjadi berbutir-butir air lalu terpecah menjadi genangan yang tak lama akan hilang oleh matahari.”
“Aku adalah subjek dan kau adalah predikat. Kita adalah kalimat utuh yang sederhana.”
“aku air mata yang bergenang kesepian,
memantulkan warna malam usai hujan.
dan kau, kenangan paling keras kepala
sukar ditukar dan ditakar kadarnya.”
Source: Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu
“Aku akan bahagia jika aku dan lari bisa menua bersama.”
Source: What I Talk About When I Talk About Running
“aku akan pergi ke kota paling rindu itu, ningtyas
kota yg tidak memiliki gigil dan hujan
sebab angkasa dan langit-langitnya adalah bayanganmu”
“aku akan tetap menyanyangimu
walau langit rubuh di pundak ku,
aku akan tetap setia menunggumu
walau gelap malam merusak mimpiku
dan aku selalu mencintaimu
walau aku lenyap bersama senja dari matamu”
“Aku akan tetap merindukanmu meskipun bila rindu itu dilarang karena dianggap sebagai sebuah kejahatan”
“Aku...
Aku adalah musik yang pernah engkau sukai.
Dengarkanlah itu lagi
dan aku akan selalu bersamamu”
“Aku baca dari buku-buku Winnetou-nya Karl May dan buku tentang peran Indian, Bury My Heart at Wounded Knee, mereka digusur dan ditindas oleh orang kulit putih yang menginginkan tanah mereka. Aku rasa suku-suku lain, indigenous people di seluruh dunia mengalami hal yang sama. Keunikan budaya mereka tidak dimengerti dan dihargai, hanya dilihat sebagai perbedaan yang tidak bisa diterima.”
Source: Man's Defender
“Aku bahkan tak percaya konsep pahlawan resmi, sebab pahlawan hadir dalam kehidupan sehari-hari, pada mereka yang berkorban dan yang bertahan memikul beban.”
Source: Kekasih Musim Gugur
“Aku belajar bicara pada hening. Karena sepi sudah akrab denganku. Kematian menciumku, maka merah flamboyan tak cukup terang nyalakan mataku. Padahal denyar belum usai. Kuku kisruh masih mencakar-cakar.
"Andai semua makhluk yang bernapas bisa berterima kasih kepada kesalahan," begitu katamu. "Kamu baik, hormat, dan sayang padaku, dari dulu, sekarang, dan semoga selamanya. Aku bisa mati tanpamu," jawabku pada kabut.”
Source: Perempuan Kembang Jepun
“aku belajar untuk tidak menangis, sayang. aku belajar. hanya saja aku membutuhkanmu dalam prosesnya.”
“Aku belum mau menikah. Masih muda, ingin belajar, bekerja dan berkarya dulu.”
Source: BANU Pewaris Trah Pesantren
“Aku benci buku kertas! Aku benci kejantanan budaya membaca yang menuntut seseorang memenuhi lima syarat kesehatan: mata yang bisa melihat, tangan yang dapat memegang, jari yang mahir membalik halaman, badan yang sanggup mempertahankan posisi membaca, dan kaki yang mampu melangkah bebas ke toko buku.”
Source: Hunchback
“Aku benci kebebasanku. Aku benci kehebatanku. Aku benci orang yang mengagumiku. Aku benci orang yang menerimaku. Aku benci mengapa aku dibiarkan menempuh perjalanan sunyi ini seorang diri.”
Source: Cinta Tak Pernah Tepat Waktu
“Aku benci melihat orang yang merasa puas diri. Hal itu membangkitkan semua naluri jahatku.”
Source: The Moving Finger
“Aku bercerita kepada malam
Karena hanya ia yang sudi menadah keluh kesah
Para pecinta yang menderita”
Source: Nocturnal Journal
“Aku berubah selamanya menjadi makhluk yang kesepian, dikutuk untuk hidup hanya dengan ditemani pikiran dan nostalgia.”
Source: Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub
“Aku bisa menemukan kamu ditengah keramaian dengan telinga dan mata tertutup. Itu karena aku mencari dengan hatiku”
“aku bisa mengerti perasaanmu. sedang berat menerima kenyataan bahwa yang terjadi ternyata tidak seperti yang kamu bayangkan. yang terjadi juga di luar skenario pintarmu. yang terjadi adalah apa yang kamu tidak duga selama ini. ini sesungguhnya sebuah pelajaran yang mestinya bisa kamu baca dan kamu antisipasi sebelumnya bahwa kamu hanya kamu yang kekuatannya sudah dibaca dan ditelanjangi. berdamailah dengan perbedaan agar perbedaan itu bisa menerimamu dengan penuh kecantikan”
“Aku boleh rasakan kepedihannya melihat orang yang paling disayangi mati di depan mata.”
Source: Eli
“Aku boleh saja dianggap tukang bercinta, tetapi aku bukanlah pembunuh seorang gadis remaja.”
Source: Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
“Aku bukan antiagama. Aku bukan pembenci Tuhan. Aku hanya ingin tahu apakah yang selama ini kujalani adalah benar-benar milikku—atau milik orang lain yang kupinjam karena takut. Kini, aku memilih mendengar suaraku sendiri. Meski pelan, meski melawan arah kerumunan.”
Source: Inkonfeso
“Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti
Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran
Karena terkadang penantian
Membuka pintu-pintu syaithan”
“Aku bukan Wahib. Aku adalah me-wahib. Aku mencari, dan terus menerus mencari, menuju dan menjadi Wahib. Ya, aku bukan aku. Aku adalah meng-aku, yang terus menerus berproses menjadi aku.”
Source: Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib
“Aku cuma baru sadar, dalam hidup, yang
abadi itu cinta… dan luka.”
Source: Februari: Ecstasy
“Aku cuma manusia biasa yang punya batas kesabaran, tolong jangan uji kesabaranku :)”
“AKU DAN ANGIN
Aku dan angin sering berselisih paham,
ia sering merayu untuk dikejar saat aku sedang lelah,
tapi malah sembunyi saat aku penuh semangat.
aku sungguh tak mengerti soal pertengkaran ini,
tetapi aku juga tidak membenci angin,
karena selesainya pasti kami akan berdamai.”
“Aku dan hujan siang ini ternyata sama-sama penakut,
datang harus bergerombol,
dekat merapat,
rintik membawa rintik lain,
hanya untuk membangun sebuah berani untukku,
mengucap - Takutku, sendiri tanpamu... -”
“Aku dan kamu telah dipersaudarakan oleh huruf dan kata, paragraf juga bait, kalimat-kalimat yang kadang terlalu rumit untuk kita cerna, tapi bermukim di batin.”
“Aku datang menghadap Mu, Tuhanku
tuk menyerah dan mohon penyelamatan
Aku mohon Kau maafkan salah dan dosa masa laluku
yang setia mengejar tuk menggigitku dari belakang
Penyesalan ini membadai di hatiku
dan melemahkan niat hidupku
Kini aku jiwa yang lebih baik
yang lebih patuh kepada Mu
Jangan Kau biarkan aku lama bersedih
Aku sangat menghamba kepada Mu
Tuhan, sayangilah aku”
“Aku diajar berpuasa bukan karena agama, bukan karena keinginan naik surga. Kakek mengajarku buat menahan keinginan, untuk mengetahui sampai di mana aku dapat mengatur kekuatan.”
Source: Sebuah Lorong di Kotaku
“Aku doakan kau dengan caraku. Kau doakan aku dengan caramu. Kita diijabah Tuhan dengan cara-Nya.”
“aku gak berharap aku akan berhasil tapi aku yakin akan berhasil. karena berharap adalah bukti sebuah ketidakyakinan”
“Aku hanya mencemaskan kesehatan Anda. Anda tak berhak menilaiku berdasarkan tindakan yang kuperbuat jika itu semua kulakukan demi Anda. Anda tak tahu kan, berapa banyak peraturan tak tertulis di sini yang sudah aku langgar untuk melindungi Anda? Jadi, dengarkan ini baik-baik, aku sudah bunuh dokter itu karena dia mengenali Anda, titik. Tidak usah dipertanyakan lagi. Dan karena aku sudah susah payah mendatangkan dokter itu demi Anda, sekaligus membunuhnya juga demi Anda, jadi Anda tak berhak menolak makanan, minuman, dan obat yang sudah aku persiapkan demi Anda.”
Source: A Short Journey
“aku hanya merasa cemburu terhadap kebebasanmu
bertahun-tahun di jantung paya yang kecil
bersihkan lumut yang menyelubungi selaput matamu
(tanya keli pada pengail)”
Source: Seberkas Kunci
“Aku hanya puisi yang bernafas pada sela. Yang diam-diam memandangmu suka dari antara.”
“Aku hanya sekumpulan asumsi, ambigu jika ingin mengenalku. Aku tak bisa disengaja dicari kecuali aku sendiri yang ingin ditemukan.”
“aku hanya seorang hamba yang percaya naik-turunnya iman; saat ia naik serasa apapun kan kulakukan, dan disaat ia turun kuharap engkau datang tuk ingatkan.”
“Aku hanya setetes lelah yang mencari samudera untuk meneteskan diri dan membaur dengan tetesan-tetesan lain, entah dengan ratusan tetes bahagia atau bahkan tercampur dengan ribuan tetes luka.”
“Aku hanya setetesan lelah,
yang engkau tampung dalam cawan sepi
yang kemudian menguap lagi dan pergi.
Aku hanya sekumpulan bayangan,
yang engkau hidupi dari lampu kecilmu.
Setidaknya aku pernah ada
walau hanya sekedar mengusik sedih,
Meski pada akhirnya menghilang lagi
untuk kesekian kali ...”
“Aku hanyalah senja yang perlahan lesap di keheningan matamu, mempuisikan kenangan yang kusimpan di jenggala waktu. Saat matahari akan tenggelam tercuri waktu, disitulah aku kenang sebagai jingga yang pernah terpancar indah pada senyummu seperti senja, meski sesaat di mataku, kau adalah ciptaan Tuhan yang paling indah”
Source: Sang Pencuri Hati
“Aku harus apa? Menjejalkan tentangku dipikiranmu secara paksa ?!”
“Aku harus kuat, tekadku. Apapun yang terjadi dan tengah menimpaku saat ini tidak boleh membuatku lemah.”
Source: Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku