P Quotes
Browse famous quotes beginning with P. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.
“Pertaining to a certain order of architecture, otherwise known as Normal American. Most of the public buildings of the United States are of the Ramshackle order, though some of our earlier architects preferred the Ironic. Recent additions to the White House in Washington are Theo-Doric, the ecclesiastic order of the Dorians. They are exceedingly fine and cost one hundred dollars a brick.”
Source: The Devil's Dictionary
“Pertama-tama, dengan mengetahui apa itu cinta, kita akan mengetahui Tuhan. Dan ketika kita mengetahui Tuhan, kita juga jadi tahu apa itu cinta.
Itulah cinta, itulah Tuhan. Pengalaman, bukan penjelasan. Perjalanan, bukan tujuan. Pertanyaan, yang sungguh tidak berjodoh dengan segala jawaban.”
“Pertanyaan yang baik ditujukan untuk memahami sudut pandang orang lain, bukan ditujukan untuk menghakimi sesuatu yang terkesan beda.”
Source: Confidence in You
“PERTAPA
(Dalam Bayang Angulimala, dalam Sunyi Kabinara, dalam Nafas yang Tak Bernama)
Ketika ambisi runtuh seperti dedaunan yang kehilangan ingatan,
ia berhenti mencari alasan mengapa kata-katanya tak lagi memiliki gema.
Sunyi bukan kebisuan;
sunyi adalah ruang yang menolak semua bentuk keinginan.
Dalam gelap gua itu,
ia membiarkan pendengarannya ditelan kegelapan
hingga telinga menjadi batu
dan hati berhenti menafsirkan mimpi—
sebab mimpi hanyalah cara tubuh menipu dirinya sendiri.
Desis angin berubah gagu,
matanya buta bukan karena kegelapan,
melainkan karena cahaya batin terlalu terang
untuk diterima oleh mata manusia.
Dari situ ia memperoleh sesuatu
yang lebih tajam daripada pengetahuan:
pengendalian diri
yang lahir bukan dari disiplin
melainkan dari penolakan total terhadap “aku” yang ia yakini.
Apa yang ia makan hari itu?
Hanya sisa tetesan dari bebatuan—
air tanpa nama
yang mengajari bahwa rasa lapar
bukan kutukan tubuh, melainkan ajaran alam
tentang ketergantungan.
Waktu menjadi kabur,
seperti kabut pagi yang lupa menghilang.
Tak ada pagi, tak ada malam,
tak ada hitungan hari yang dapat ia pegang.
Hanya semedi dalam gua gelap
yang menghapus batas antara hidup dan mati,
yang memperlihatkan kepadanya:
kesadaran bukan nyala api, melainkan abu yang tak padam.
Di situlah ia belajar
bahwa kekosongan bukan ketiadaan,
melainkan ruang asal
di mana setiap amarah, dendam, dan luka
dapat terlepas seperti kulit ular yang dipakai terlalu lama.
Cahaya mentari menetes
di antara lumut,
membelai tubuh yang perlahan menjadi batu:
tak reput oleh waktu,
tak terbakar oleh api,
tak basah oleh hujan,
tak kering oleh angin,
tak terluka oleh senjata.
Ia diam,
bukan sebagai benda,
melainkan sebagai kesadaran yang tak lagi membutuhkan bentuk.
Ajek.
Tak berubah.
Tak berpindah.
Tak terlahirkan.
Tak terpikirkan.
Ia memasuki keadaan
yang tak bisa dimiliki siapa pun,
tak bisa dibeli dengan tapa,
tak bisa dijelaskan dengan sutra.
Ia sekadar menjadi:
abadi tanpa keinginan untuk kekal.
Hampa yang memeluk dirinya—
dan ia pun lenyap sebagai “aku,”
menyisakan hanya satu jalan:
jalan pulang ke pusat yang tak punya nama.
(Mei 2014 - 2025)”
“PERTAPA — Versi Anatta, Klesa-Vināśa, Saṃnyāsa & Viśuddhi
(Di mana Kesadaran Meleleh dan Aku Runtuh seperti Komet yang Kehilangan Intinya)
Ketika ambisi terakhir patah,
ia merasakannya seperti gugurnya inti komet
yang selama ini ia kira adalah “dirinya”.
Batu, es, debu—semuanya luruh
dan tak tersisa apa pun yang bisa disebut aku.
Di titik itu ia memahami:
yang runtuh bukan mimpinya,
melainkan ilusi bahwa yang bermimpi itu ada.
Ia berhenti bertanya mengapa kata-katanya tak lagi memiliki gema.
Sebab gema memerlukan dinding,
sedangkan seluruh dinding dalam batinnya
telah retak dan ambruk
seperti stupa kuno yang akhirnya menyerah
pada hujan musim keempat belas.
Ia memasuki wilayah anatta—
kesadaran tanpa pusat,
kesadaran yang tak memiliki pemilik,
kesadaran yang hanya terjadi seperti cuaca.
Hening datang bukan sebagai berkah,
melainkan sebagai klesa-vināśa yang membakar,
yang mencabut seluruh akar ego
seperti badai kosmik mencabut orbit planet.
Dalam viśuddhi
telinganya menjadi tuli
karena ia tak lagi mendengar dunia,
melainkan mendengar runtuhnya diri sendiri—
sepenuhnya tanpa suara.
Mata menjadi buta
karena segala bentuk telah nir wujud;
yang tersisa hanya gerimis, cahaya tak kasat mata.
Inilah awal nāmarūpa-nirodha:
ambruknya gagasan “siapa aku”,
seperti tubuh bayangan
yang kehilangan mataharinya.
Dalam gelap gua itu
ia menyaksikan semua identitas
meluruh seperti serpih es
yang dikembalikan ke bentuk asalnya:
air,
lalu uap,
lalu lenyap.
Ia merasa dirinya seperti nebula yang terbakar perlahan,
membiarkan amarah, dendam, nafsu, dan memori lama
menguap satu per satu
seperti partikel materi yang gagal bertahan
di tepi lubang hitam batin.
Di situlah saṃnyāsa
membuka pintunya—
pencerahan gelap,
bukan terang:
kesadaran yang lahir dari kehancuran total,
bukan dari kejernihan.
Ia melihat kebenaran
yang tak ingin dilihat siapa pun:
bahwa “aku” hanyalah getaran singkat
di permukaan vakum yang tak berhingga,
bahwa segala penderitaan
berakar pada keinginan mempertahankan
sesuatu yang tak pernah eksis.
Butir air yang ia minum adalah doa pertama.
Tetesan batu adalah doa kedua.
Sunyi adalah doa ketiga—
dan ketiganya tidak ia tujukan kepada siapa pun,
sebab tak ada subjek,
tak ada objek,
tak ada pemohon.
Hanya kesunyian yang berdoa kepada dirinya sendiri.
Waktu runtuh menjadi debu;
ia tak lagi tahu apakah ia meditasi satu jam,
atau seribu tahun.
Jam pasir batinnya pecah,
membiarkan butiran waktu
tersebar tanpa arah.
Dalam kehampaan itu
ia menjadi monolit yang sadar:
tak bergerak,
tak bereaksi,
tak menolak,
tak menginginkan.
Ia tidak lagi menjadi manusia.
Ia tidak menjadi dewa.
Ia tidak menjadi apa pun.
Ia menjadi kekosongan yang menyaksikan dirinya sendiri,
tanpa saksi, tanpa penonton, tanpa pemeran.
Ia memasuki keadaan
di mana kelahiran dan kematian
tidak lagi bermusuhan,
melainkan dua sisi dari pintu yang sama—
pintu yang kini ia lewati
tanpa meninggalkan
jejak bayangan.
Diam.
Ajek.
Tak terlahirkan.
Tak terpikirkan.
Tak memiliki inti.
Tak memiliki akhir.
Ia menjadi
kesunyian purba
tempat segala ilusi
berakhir.
(November 2025)”
“Perte miye Zaknafein!” the orc cried, and all of the Boscaille soldiers similarly stopped and shouted, in the next refrain. And then, “Perte miye Zaknafein,” the fifty thousand Callidaeans chanted in unison and harmony. On and on it went, louder and louder with each refrain, and the Merry Dancer lights above seemed to sway and dart with every syllable. Fifty thousand voices lifted in the chant. Fifty thousand aevendrow, kurit, Ulutiuns, and arktos oroks jabbed their fingers to point at Zaknafein, this stranger they did not know, this poor fellow who had stumbled upon their land and seemed to be in the last hours of his life. “Perte miye Zaknafein!”
Source: Starlight Enclave
“Pertek, Harputlu ve Dersimliler için alışveriş merkezi durumunda olduğundan her cuma pazar haline geline gelmesi kaçınılmazdır. Her hafta Harputlu Ermeni ve dacig* tüccarlar, Dersimlilerle bir araya geldiklerinde tatsız olaylar da olur; hatta Kürtler ve dacigler arasında kan bile dökülür. Buna fırsat verenler aşağılayıcı sözler ve bağnaz davranışları ile dacigler olur. Öyle ki Kürtler kendilerine yapılan bu saygısızlık karşısında sabredemeyerek onların üzerine saldırır, mallarını talan eder, çoğunu cansız yere sererler.
*dacig: Türk Müslümanlara denir”
Source: Dersim - Seyahatname
“Pertemuan mendedahkan diri kita kepada nilaian orang lain. Kita akan saling mencari kekurangan diri masing-masing.”
Source: Telefon
“Pertenecemos al orden Primates (en latín -los primeros-). En 1758 el naturalista sueco Carl Linneo bautizó con ese nombre a todas las especies de mamíferos semejantes a nosotros, siguiendo la tradición antropocéntrica todavía imperante en su tiempo.”
Source: Orígenes: El universo, la vida, los humanos (Drakontos)
“Perth swingers meet- Looking for fun with other swingers in perth come see what the fuss is all about”
“Pertini has interpreted as their best the worst about Italians.”
“Pertobatan bukan satu momen di kehidupan.
Itu perbaikan bertahap dan berkesinambungan,
sebuah proses yang berlangsung seumur hidup.”
Source: Master of Stupidity
“Pertussis is a disease that adolescents and adults give to children.”
“Peru is a country where more than half the people would emigrate if given the chance. Thats half the population that is willing to abandon everything they know for the uncertainty of a life in a foreign land, in another language.”
“Peru score their third, and It's 3-1 to Scotland.”
“peru'ya gitmedin, siyah potinleri sevmedin, pembe çakıllı bir yolda yalınayak yürümedin. yapmadığın o kadar çok şey var ki insanın başı dönüyor, çünkü bizim de yapamayacağımız ne kadar çok şeyin olacağını gösteriyor. zamanımız yetmeyecek. sen beklememeyi seçtin. sonsuz sanıldığı için yaşama tutunulmasını sağlayan gelecekten vazgeçtin. insan tüm yeryüzünü kucaklamayı, tüm meyvelerin tadına bakmayı, tüm insanları sevmeyi isteyebilir. bizi umutla besleyen bu yanılsamalara sırt çevirdin.”
Source: Suicide
“Perugia is my true fatherland because there I grew to manhood.”
“Perungan kylä muuttui hetkessä suureksi hiihtoleiriksi. Kaukopartiomiehet hiihtivät ensilumilla hyvin paljon, monta tuntia päivässä. Ja kunto nousi kuin Lapin ämmin vehnästaikina.”
Source: Unohtumaton partioretki
“Peruse the Christian marketplace, and you will find a plethora of books, songs, and paintings that depict God as a loving Father.”
“Perusing for personal peace in a placid place pondering the possibilities of potentially possessing permanent patience and perseverance”
Source: Awakenigma Allegory Anomalous
“Peruvian food is so simple yet amazingly flavored with their traditional spices.”
“Perv." He pointed to himself. "Male and eighteen. What's your point?”
Source: Midnight Alley: The Morganville Vampires
“Pervading all nature we may see at work a stern discipline , which is a little cruel that it may be very kind.”
“Pervading nationalism imposes its dominion on man today in many different forms and with an aggressiveness that spares no one. The challenge that is already with us is the temptation to accept as true freedom what in reality is only a new form of slavery.”
“Pervasive depletion and overuse of water supplies, the high capital cost of new large water projects, rising pumping costs and worsening ecological damage call for a shift in the way water is valued, used and managed.”
Source: Conserving water: the untapped alternative
“Pervasiveness. Unlike pessimists who let their doubts and troubles affect every area of their lives, optimists are able to put their problems in a “box” and not let them distract them.”
Source: Mind Gym: An Athlete's Guide to Inner Excellence
“Perverse obsessions
And it is only now
That I realize I am bleeding
Now no air now dead
And that it was your careful strike
That made it so”
Source: Rome: Poems
“Perverseness is your whole defence.”
Source: The Poetical Works of Jonathan Swift
“Perversion is considered a biological abnormality rather than a sin. These things are contrary to the teaching of God’s Word. And God has not changed. His standards have not been lowered. God still calls immorality a sin and the Bible says God is going to judge it.”
Source: Billy Graham in Quotes
“Perversity depends on reversal and substitution.”
“Perversity is the human thirst for self-torture.”
“Perversity is the muse of modern literature.”
“Perversnes makes one squint ey'd.”
Source: The works of George Herbert
“Perversos y retorcidos son los caminos de la mente humana- recitó Jane-. Pinocho fue un idiota intentando convertirse en un niño de verdad. Estaba mucho mejor con su cabeza de madera.”
Source: Speaker for the Dead
“Pervive en nosotros el legado sexual de esas historias de éxito.”
Source: The Evolution Of Desire: Strategies of Human Mating
“Perviven en nosotros los mismos mecanismos evaluativos que evolucionaron en épocas antiguas.”
Source: The Evolution Of Desire: Strategies of Human Mating
“Pervy and redundant, don't you think?" I asked the big gay cop, who wouldn't know a va-jay-jay if it bounced up to him and sang the "Star-Spangled Banner." (You ever notice that hardly anything besides the "Star-Spangled Banner" is spangled? There's no, like, the Raisin-Spangled Scone, or the Flea-Spangled Beagle. I'm just saying.)
--Being the Journal of Abby Normal”
Source: Bite Me
“Però ara ja sé que és de la sang, que en neixen flors.”
Source: L'estabilitat del precipici
“Però jo odio la guerra i la idea en si que una persona tingui dret sobre la vida d’una altra persona”
Source: Els nois de zinc (Ciclogènesi Book 4)
“Però l'amor entre home i dona no ha estat mai la comprensió intel·lectual, sinó la fusió de dues coses oposades, l'amalgama de dos metalls que perden les seves qualitats característiques.”
Source: Bearn o La sala de les nines
“Però la Mei ha tardat poc a constatar que res no és mai com en el passat, que els punts de partida són sempre diferents, que no hi ha marxa enrere encara que de vegades ens ho sembli, sinó camins nous que s’han de transitar i aprendre una altra vegada.”
Source: L'afer marsellès
“Però no, joder, avui no toca, no toca anar al mar. Avui toca ser mar.”
Source: Ragazzo
“Però sorride. Sorride come fa lei, un colpo d’ascia che compare all’improvviso nel tronco della betulla.”
Source: Follia maggiore
“Però, spesso, quando ero in ufficio, rilassato e prigioniero, sovraqualificato e climatizzato, avevo il sospetto che la condizione dell'ape operaia di basso livello fosse ingiustamente deprecata dai sostenitori della giustizia sociale e del potenziale imano. Certo le paghe erano basse, i benefit inesistenti, le possibilità di fare carriera discutibili, e l'indifferenza aziendale verso i nostri talenti nascosti praticamente assoluta. Ma quale immensa pace, quasi vegetale, si godeva lavorando per l'Uomo! [...] Di notte potevo sentirmi male rendendomi conto della mia mediocrità, ma in un certo senso, mentre me ne stavo davanti al terminale e mi dondolavo leggermente avanti e indietro sulla mia dozzinale poltroncina da ufficio, avevo la sensazione che, se solo avessi continuato a svolgere con la doverosa diligenza quel mestiere molto attuale e molto americano che dopotutto qualcuno doveva pur fare, allora qualunque cosa fosse successa a me o al mio Paese non sarebbe stata colpa mia”
Source: Indecision
“Però sí que temia el pas del temps (...), el minvament de la vida; com any rere any s'anava reduint la part que li corresponia; que poc podia estirar-se ja el marge que li quedava per absorbir, com en els anys de joventut, els colors, els gustos, les tonalitats de l'existència, quan en entrar en una habitació l'omplia i, aturant-se un instant al llindar de la sala, sentia una incertesa exquisida...”
Source: Mrs. Dalloway
“Però també era possible que, durant els dies anteriors als interrogatoris, els amics de la Thalia haguessin fet encaixar els seus records, encara que fos inconscientment, al voltant d'una per-sona que no formava part del seu grup, que no era un professor ni un estudiant, algú que semblava prou foraster per haver fet una cosa que no es podien imaginar que fes cap de nosaltres. Tal com els humans han intuït des de la nit dels temps, carregar el problema a algú de fora del teu cercle fa que el problema s'allunyi. I tenia sentit que fins i tot el Marco, un estudiant de Granby negre que estava a punt d'entrar a la selecta Universitat de Babson, veiés en l'Omar una persona radicalment diferent”
Source: I Have Some Questions for You
“Pesa ikitolewa kwa masharti mazuri chukua, kama masharti ya kibenki, si masharti mabaya kama ya kiganga, huyo anayeitoa si ya kwake. Pesa mbaya imebarikiwa na Shetani, ukiichukua umeingia agano na Shetani, jambo ambalo Mungu hapendi. Chukua pesa kutoka kwa mtu unayemjua ambaye hana masharti au hana masharti ya kishetani, au usiyemjua.”
“Pesa ina maana kwa sababu ya wanawake.”
“Pesa ina thamani pale unapokuwa nayo, si pale unapokuwa huna, hivyo iweke mahali unapoweza kuiona: katika nyumba, katika shamba au katika elimu. Badala ya kumpa mtu pesa ili ajenge nyumba, mpe nyumba. Badala ya kumpa mtu pesa ili afanye biashara, mpe biashara. Halafu, mpe elimu afanye maamuzi ya biashara yake. Pesa ina laana na Mungu pekee ndiye anayeweza kuiondoa laana hiyo. Ni rahisi kwa tajiri kupata baraka ya pesa kwa sababu ana pesa na ana uwezo mkubwa wa kusaidia maskini. Ni vigumu kwa maskini kupata baraka ya pesa kwa sababu hana au ana uwezo mdogo wa kusaidia maskini. Mungu anaweza kuondoa laana ya pesa kupitia hisani kwa maskini, kitu ambacho aghalabu hufanywa na matajiri wenye uwezo mkubwa. Heri kutoa kitu au huduma au elimu kwa maskini kuliko pesa.”
“Pesa inayokuinua juu ndiyo itakayokushusha chini, kwani hakuna kilevi hapa duniani kama pesa.”