Quotessence
Home / Topics / Manusia Quotes

Manusia Quotes

Browse 111 quotes about Manusia.

Manusia Quotes

“Manusia adalah spesies aneh: cerdas, tetapi religius; logis, tetapi mitologis; ilmiah, tetapi mistis. Kita menyembah Tuhan dengan cara yang sama kita menyembah selebritas, teknologi, dan ideologi. Mungkin agama adalah kelemahan evolusi yang kita romantisasi sebagai kebijaksanaan. Atau sebaliknya, adaptasi yang membuat kita selamat sejauh ini, meski dengan harga darah.”

“Kita adalah spesies yang sedang mencari makna dalam semesta yang tak bermakna. Kita menciptakan kitab suci, hukum moral, dan impian utopis demi bertahan hidup dalam kekacauan kosmis ini. Tetapi kita juga harus cukup rendah hati untuk mengakui: bahwa semua itu tidak lebih dari sandi-sandi simbolik untuk mengatasi absurditas keberadaan.”

“Rasul Islam itu sekarang ini dianggap di dalam minda sekular moden sebagai seorang manusia, tidak lebih dari seorang manusia luaran sahaja, seorang yang bersifat bashari, seperti manusia lain juga oleh kerana bagi minda moden seseorang tidak akan lebih daripada realiti fizikal seperti yang direkai oleh konsep manusia menurut aliran pemikiran sains moden yang palsu. Jika dia digambarkan di dalam tradisi pemikiran lampau sebagai lebih daripada hakikat fizikal ini maka ini segera dianggap sebagai hakikat psiki, sebahagian pemikiran dan minda yang negatif, sebuah mimpi, dirinya yagn tersirat yang bersifat bayang-bayang belaka, penakkulan yang salah tentang sifat dan ciri dari diri akalnya di mana diri luarannya yang satu-satunya dianggap 'diri'.”

“Iblis tidak berjarak dengan diri kita, dengan karakter budaya, politik dan pasar sejarah kita. Malah Tuhan yang jaraknya cenderung semakin menjauh dari kita, kecuali pas kita perlukan untuk memperoleh keuntungan atau mentopengi muka. Akan tetapi dalam kehidupan kita Iblis bukan fakta. Ia hanya simbol. Idiom. Icon. Hanya abstraksi untuk menuding “kambing hitam”. Atau Tuhan kita perlukan untuk kapitalisasi karier, bisnis pendidikan, usaha dagang sedekah dan industri zakat, kostum religi perbankan dan bermacam-macam lagi dusta liberal penyelenggaraan kapitalisme kita.”

“Mari berkenalan... Aku adalah aku yang tak bernama Aku bisa jadi teman mu, tak kunjung akrab karena kau tak tahu namaku, Aku bisa jadi presiden kalian tak akan mendemo ku, karena kalian tak tahu namaku, Aku bisa jadi pelacur para bourjois, tapi tak ada yg memakai ku, karena kalian tak tahu namaku, Aku ada di kaum bolshevik, mengangkat senjata, menembaki rahim ibu kalian... Bungkam kalian tanpa membalas, karena tak tahu namaku, Aku memang seperti itu ... Tak bernama,,, Tak bernama,,, Tak bernyawa,,, Tak bernama,,, Aku bisa jadi bos properti perumahan, nanti kalian ku usir hingga memelas mencari namaku,,, Aku bisa menjadi ojek, lalu ku tabrak adikmu yang bersekolah itu,,, Aku mampu duduk sejajar,dengan ayah mu di kursi DPR. menggorok leher nya saat pulas tertidur, Menjadi supertor bola pun tak terhitung, mengutuk hakim garis karena tak mahir bercinta, Tak ada yang menuntutku, palu hakim tak berbunyi di hadapanku, mereka tak tahu namaku, Gadis cantik berkulit putih itu pun esok menjanda setelah ku beri anak ku pergi, Akan ku buat ktp dengan mngosongkan kolom nama, maklumi saja karena aku tak suka kau tahu dan sebut namaku”

“MANU-SIA Belum lelah bersalah Entah untuk apa, Belum juga lelah melupa Entah sebab apa, “Manusia tempat salah dan lupa. Jadi tak mengapa. Dibuat santai saja. Kita itu manusia. Jangan menjadi sia-sia. Mereka bukan manusia. Jadi tak mengapa, dibuat sia-sia saja.” Tuturnya. Manusia, Banyak yang menua dengan sia-sia Lebih banyak yang sia-sia namun tak merasa Sewon, November 2016”